<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warkop Ikhlas di Pangkalan Bun Ramai Pengunjung, Pembeli yang Tentukan Harga</title><description>Sebuah warkop &quot;Ikhlas&quot; di Pangkalan Bun Kabupaten  Kotawaringin Barat tengah menyorot perhatian banyak orang karena dinilai  unik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/25/320/2267126/warkop-ikhlas-di-pangkalan-bun-ramai-pengunjung-pembeli-yang-tentukan-harga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/25/320/2267126/warkop-ikhlas-di-pangkalan-bun-ramai-pengunjung-pembeli-yang-tentukan-harga"/><item><title>Warkop Ikhlas di Pangkalan Bun Ramai Pengunjung, Pembeli yang Tentukan Harga</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/25/320/2267126/warkop-ikhlas-di-pangkalan-bun-ramai-pengunjung-pembeli-yang-tentukan-harga</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/25/320/2267126/warkop-ikhlas-di-pangkalan-bun-ramai-pengunjung-pembeli-yang-tentukan-harga</guid><pubDate>Selasa 25 Agustus 2020 13:58 WIB</pubDate><dc:creator>Sigit Dzakwan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/25/320/2267126/warkop-ikhlas-di-pangkalan-bun-ramai-pengunjung-pembeli-yang-tentukan-harga-lPYklQScXU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warkop (Foto: Sigit/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/25/320/2267126/warkop-ikhlas-di-pangkalan-bun-ramai-pengunjung-pembeli-yang-tentukan-harga-lPYklQScXU.jpg</image><title>Warkop (Foto: Sigit/Okezone)</title></images><description>PANGKALAN BUN - Sebuah warung kopi (warkop) &quot;Ikhlas&quot; di Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat tengah menyorot perhatian banyak orang karena dinilai unik. Pasalnya, di warkop tersebut jika memesan kopi atau teh dapat membayar seikhlasnya.
Lebih menariknya lagi, tidak membayar pun tak jadi masalah. Diketahui bahwa pemilik warkop tersebut mengaku, pada awal memulai usaha dirinya tidak memikirkan keuntungan semata, namun yang terpenting baginya adalah silaturahmi dan memperbanyak teman.
Baca Juga: Labu Madu Asli Indonesia Tembus Ekspor ke Singapura, Untung Ratusan Juta
&quot;Rejeki tak akan tertukar&quot; Yang penting silaturahmi dan banyak pertemanan.&quot; Begitulah kata awal mula dibukanya warkop Ikhlas yang dimiliki oleh pasangan suami istri Ade Septian yang berusia 39 tahun dan Prisila Caroline 35 tahun.
Warkop ini berada di Jalan HM Rafi, tepatnya di gang masuk perumahan Cemara Permai, RT 16 Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan.
Ide unik dari warkop tersebut pun mendapat tanggapan positif dari warga Pangkalan Bun. Ade mengatakan, dengan asal muasal dirinya membuat ide awal yang demikian, bahwa rejeki tidak akan tertukar.
Baca Juga: 9 Strategi Membangun Usaha Minuman dan Snack
Selain itu juga diceritakan awal mula mendirikan warkop berasal dari kegundahan atas maraknya cafe di Pangkalan Bun yang menawarkan menu dengan harga mahal, sehingga kalangan menengah ke bawah tidak dapat menikmati sajian cafe modern tersebut.
Sebagai informasi, Ade membuka warkop ini sejak Januari 2020 hingga sekarang. Namun, lantaran pandemi Covid-19, warkop sempat dititip sejak Maret hingga Juni 2020. Pada bulan Juli baru dibuka kembali, karena sudah diperbolehkan dan memasuki adaptasi kebiasaan baru (new normal).
Dirinya mengaku ikhlas melakukan ide warkop Iklas dan buka trik marketing. Di samping itu, banyak juga pembeli yang tak membayar sepeser pun saat minum kopi dan teh. Namun, banyak juga yang membayar dengan uang pas maupun lebih.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8yOC80LzEyMTkwMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dirinya telah ikhlas dengan apapun yang diterima, dengan syarat  pembeli juga harus ikhlas. Faktanya, meski pembeli boleh bayar  seikhlasnya, warkop tersebut selalu mendapat untuk dan tidak pernah rugi  sama sekali.
&quot;Paling kecil omzet sehari Rp100.000, dan itu pun saya sudah untung.  Kalau lagi rame bisa omzet Rp500.000, tapi rata-rata sehari omzet  Rp200.000-Rp300.000,&quot; ucap Ade.
Untuk lokasi warkop dirinya menyewa lahan kosong di pintu masuk perumahan Cemara Permai dengan biaya Rp500.000 per bulan.
Sementara itu, terdapat seorang konsumen yang dibincangi MNC Media  saat nongkrong di warkop tersebut bernama Yuda Mank. Ia mengatakan baru  pertama kali ke warkop Ikhlas lantaran informasi dari temannya.
Ia mengakui ingin mampir untuk mencoba menikmati racikan kopi yang  dijual. Meski bertuliskan bayar seikhlasnya, namun dirinya akan tetap  membayar sesuai harga pasaran atau bayar lebih. Yang menjadi hal unik  adalah bahwa pembeli justru yang menentukan harga bukan penjualnya.</description><content:encoded>PANGKALAN BUN - Sebuah warung kopi (warkop) &quot;Ikhlas&quot; di Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat tengah menyorot perhatian banyak orang karena dinilai unik. Pasalnya, di warkop tersebut jika memesan kopi atau teh dapat membayar seikhlasnya.
Lebih menariknya lagi, tidak membayar pun tak jadi masalah. Diketahui bahwa pemilik warkop tersebut mengaku, pada awal memulai usaha dirinya tidak memikirkan keuntungan semata, namun yang terpenting baginya adalah silaturahmi dan memperbanyak teman.
Baca Juga: Labu Madu Asli Indonesia Tembus Ekspor ke Singapura, Untung Ratusan Juta
&quot;Rejeki tak akan tertukar&quot; Yang penting silaturahmi dan banyak pertemanan.&quot; Begitulah kata awal mula dibukanya warkop Ikhlas yang dimiliki oleh pasangan suami istri Ade Septian yang berusia 39 tahun dan Prisila Caroline 35 tahun.
Warkop ini berada di Jalan HM Rafi, tepatnya di gang masuk perumahan Cemara Permai, RT 16 Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan.
Ide unik dari warkop tersebut pun mendapat tanggapan positif dari warga Pangkalan Bun. Ade mengatakan, dengan asal muasal dirinya membuat ide awal yang demikian, bahwa rejeki tidak akan tertukar.
Baca Juga: 9 Strategi Membangun Usaha Minuman dan Snack
Selain itu juga diceritakan awal mula mendirikan warkop berasal dari kegundahan atas maraknya cafe di Pangkalan Bun yang menawarkan menu dengan harga mahal, sehingga kalangan menengah ke bawah tidak dapat menikmati sajian cafe modern tersebut.
Sebagai informasi, Ade membuka warkop ini sejak Januari 2020 hingga sekarang. Namun, lantaran pandemi Covid-19, warkop sempat dititip sejak Maret hingga Juni 2020. Pada bulan Juli baru dibuka kembali, karena sudah diperbolehkan dan memasuki adaptasi kebiasaan baru (new normal).
Dirinya mengaku ikhlas melakukan ide warkop Iklas dan buka trik marketing. Di samping itu, banyak juga pembeli yang tak membayar sepeser pun saat minum kopi dan teh. Namun, banyak juga yang membayar dengan uang pas maupun lebih.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8yOC80LzEyMTkwMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dirinya telah ikhlas dengan apapun yang diterima, dengan syarat  pembeli juga harus ikhlas. Faktanya, meski pembeli boleh bayar  seikhlasnya, warkop tersebut selalu mendapat untuk dan tidak pernah rugi  sama sekali.
&quot;Paling kecil omzet sehari Rp100.000, dan itu pun saya sudah untung.  Kalau lagi rame bisa omzet Rp500.000, tapi rata-rata sehari omzet  Rp200.000-Rp300.000,&quot; ucap Ade.
Untuk lokasi warkop dirinya menyewa lahan kosong di pintu masuk perumahan Cemara Permai dengan biaya Rp500.000 per bulan.
Sementara itu, terdapat seorang konsumen yang dibincangi MNC Media  saat nongkrong di warkop tersebut bernama Yuda Mank. Ia mengatakan baru  pertama kali ke warkop Ikhlas lantaran informasi dari temannya.
Ia mengakui ingin mampir untuk mencoba menikmati racikan kopi yang  dijual. Meski bertuliskan bayar seikhlasnya, namun dirinya akan tetap  membayar sesuai harga pasaran atau bayar lebih. Yang menjadi hal unik  adalah bahwa pembeli justru yang menentukan harga bukan penjualnya.</content:encoded></item></channel></rss>
