<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menanti Kebijakan The Fed, Dolar AS Melemah   </title><description>Investor menanti pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell tentang kebijakan bank sentral AS</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/26/20/2267511/menanti-kebijakan-the-fed-dolar-as-melemah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/26/20/2267511/menanti-kebijakan-the-fed-dolar-as-melemah"/><item><title>Menanti Kebijakan The Fed, Dolar AS Melemah   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/26/20/2267511/menanti-kebijakan-the-fed-dolar-as-melemah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/26/20/2267511/menanti-kebijakan-the-fed-dolar-as-melemah</guid><pubDate>Rabu 26 Agustus 2020 07:24 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/26/20/2267511/menanti-kebijakan-the-fed-dolar-as-melemah-ceTD5XHPiH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dolar AS Melemah (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/26/20/2267511/menanti-kebijakan-the-fed-dolar-as-melemah-ceTD5XHPiH.jpg</image><title>Dolar AS Melemah (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Selasa, karena investor menanti pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell tentang kebijakan bank sentral AS. Sementara itu, data bisnis di Jerman mulai menunjukkan peningkatan.
Fokus utama pada pergerakan dolar minggu ini adalah The Fed memberi sinyal bahwa bank sentral akan menggeser target inflasi. Ini memungkinkan inflasi naik lebih tinggi sehingga menjadi sentimen negatif bagi dolar.
Baca Juga:&amp;nbsp;Buntuti Pasar Saham, Indeks Dolar AS Menguat
&quot;Pembicaraan yang paling diantisipasi adalah pidato Ketua Powell pada hari Kamis. Harapannya  mungkin ada perubahan dalam seberapa besar keinginan Fed untuk mentolerir inflasi yang lebih tinggi di masa depan,&quot; Pedagang Senior FX Silicon Valley Bank Minh Trang, dilansir dari CNBC, Rabu (26/8/2020).
Indeks dolar terhadap sekeranjang mata uang pun turun 0,29% menjadi 93,01. Euro naik 0,41% menjadi USD1,1835.
Sementara itu, menguatnya Euro didukung iklim bisnis Jerman yang naik lebih dari harapan  pada Agustus. Industri manufaktur dan jasa meningkat, sehingga menjadi harapan ekonomi Eropa akan pulih dari guncangan pandemi virus corona.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dolar Anjlok Imbas Intervensi Bank Sentral AS
Dolar juga melemah terhadap mata uang berisiko, tetapi menguat terhadap safe-haven seperti yen Jepang setelah Amerika Serikat dan China masih berkomitmen pada kesepakatan perdagangan Fase Satu.
Dolar Australia naik 0,49% menjadi USD0,7196. Greenback naik 0,36% terhadap yen menjadi 106,35 yen.</description><content:encoded>JAKARTA - Dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Selasa, karena investor menanti pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell tentang kebijakan bank sentral AS. Sementara itu, data bisnis di Jerman mulai menunjukkan peningkatan.
Fokus utama pada pergerakan dolar minggu ini adalah The Fed memberi sinyal bahwa bank sentral akan menggeser target inflasi. Ini memungkinkan inflasi naik lebih tinggi sehingga menjadi sentimen negatif bagi dolar.
Baca Juga:&amp;nbsp;Buntuti Pasar Saham, Indeks Dolar AS Menguat
&quot;Pembicaraan yang paling diantisipasi adalah pidato Ketua Powell pada hari Kamis. Harapannya  mungkin ada perubahan dalam seberapa besar keinginan Fed untuk mentolerir inflasi yang lebih tinggi di masa depan,&quot; Pedagang Senior FX Silicon Valley Bank Minh Trang, dilansir dari CNBC, Rabu (26/8/2020).
Indeks dolar terhadap sekeranjang mata uang pun turun 0,29% menjadi 93,01. Euro naik 0,41% menjadi USD1,1835.
Sementara itu, menguatnya Euro didukung iklim bisnis Jerman yang naik lebih dari harapan  pada Agustus. Industri manufaktur dan jasa meningkat, sehingga menjadi harapan ekonomi Eropa akan pulih dari guncangan pandemi virus corona.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dolar Anjlok Imbas Intervensi Bank Sentral AS
Dolar juga melemah terhadap mata uang berisiko, tetapi menguat terhadap safe-haven seperti yen Jepang setelah Amerika Serikat dan China masih berkomitmen pada kesepakatan perdagangan Fase Satu.
Dolar Australia naik 0,49% menjadi USD0,7196. Greenback naik 0,36% terhadap yen menjadi 106,35 yen.</content:encoded></item></channel></rss>
