<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Indonesia di Ambang Resesi, Sri Mulyani: Jangan Menyerah!   </title><description>Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 akan berada di rentang minus 2%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/26/20/2267762/indonesia-di-ambang-resesi-sri-mulyani-jangan-menyerah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/26/20/2267762/indonesia-di-ambang-resesi-sri-mulyani-jangan-menyerah"/><item><title>   Indonesia di Ambang Resesi, Sri Mulyani: Jangan Menyerah!   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/26/20/2267762/indonesia-di-ambang-resesi-sri-mulyani-jangan-menyerah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/26/20/2267762/indonesia-di-ambang-resesi-sri-mulyani-jangan-menyerah</guid><pubDate>Rabu 26 Agustus 2020 14:47 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/26/20/2267762/indonesia-di-ambang-resesi-sri-mulyani-jangan-menyerah-zKkmNtCSMm.png" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani di DPR (Foto: Sindonews/Rina)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/26/20/2267762/indonesia-di-ambang-resesi-sri-mulyani-jangan-menyerah-zKkmNtCSMm.png</image><title>Sri Mulyani di DPR (Foto: Sindonews/Rina)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 akan berada di rentang minus 2% hingga 0%. Hal ini menjadi sinyal bahwa ancaman resesi semakin nyata. Adapun, pemerintah memperkirakan sepanjang tahun berada di kisaran minus 1,1% hingga positif 0,2%.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, agar Indonesia jangan menyerah agar memulihkan ekonomi Indonesia. Pasalnya, dia optimis bisa memulihkan konsumsi dan investasi.

&quot;Jangan menyerah dulu kita upayakan konsumsi kalau meningkat dan orang mulai kegiatannya kita lihat mobility index itu bisa dikerjakan kegiatan ekonomi konsumsi dan investasi bisa pulih,&quot; ujar Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (26/8/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Indonesia Disebut Sudah Resesi, Cek 5 Faktanya&amp;nbsp;

Dia melanjutkan kontraksi ekonomi yang terjadi pada kuartal III-2020 masih cukup baik dibandingkan negara lainnya.


&quot;Kalau dilihat pentingnya tren kita itu kontraksinya minus 5,32% itu lebih baik dibandingkan negara lain yaitu kita naik bisa meningkat jauh lebih dekat dibandingkan negara lain yang kontraksinya double digit,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 akan berada di rentang minus 2% hingga 0%. Hal ini menjadi sinyal bahwa ancaman resesi semakin nyata. Adapun, pemerintah memperkirakan sepanjang tahun berada di kisaran minus 1,1% hingga positif 0,2%.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, agar Indonesia jangan menyerah agar memulihkan ekonomi Indonesia. Pasalnya, dia optimis bisa memulihkan konsumsi dan investasi.

&quot;Jangan menyerah dulu kita upayakan konsumsi kalau meningkat dan orang mulai kegiatannya kita lihat mobility index itu bisa dikerjakan kegiatan ekonomi konsumsi dan investasi bisa pulih,&quot; ujar Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (26/8/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Indonesia Disebut Sudah Resesi, Cek 5 Faktanya&amp;nbsp;

Dia melanjutkan kontraksi ekonomi yang terjadi pada kuartal III-2020 masih cukup baik dibandingkan negara lainnya.


&quot;Kalau dilihat pentingnya tren kita itu kontraksinya minus 5,32% itu lebih baik dibandingkan negara lain yaitu kita naik bisa meningkat jauh lebih dekat dibandingkan negara lain yang kontraksinya double digit,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
