<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Survive dari Pandemi, Pengusaha Jam Ini Tak Ikut-ikutan Jualan Masker</title><description>Pandemi virus corona membuat sebagian besar lini bisnis di dalam negeri terkena imbasnya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/26/320/2267677/survive-dari-pandemi-pengusaha-jam-ini-tak-ikut-ikutan-jualan-masker</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/26/320/2267677/survive-dari-pandemi-pengusaha-jam-ini-tak-ikut-ikutan-jualan-masker"/><item><title>Survive dari Pandemi, Pengusaha Jam Ini Tak Ikut-ikutan Jualan Masker</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/26/320/2267677/survive-dari-pandemi-pengusaha-jam-ini-tak-ikut-ikutan-jualan-masker</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/26/320/2267677/survive-dari-pandemi-pengusaha-jam-ini-tak-ikut-ikutan-jualan-masker</guid><pubDate>Rabu 26 Agustus 2020 12:47 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/26/320/2267677/survive-dari-pandemi-pengusaha-jam-ini-tak-ikut-ikutan-jualan-masker-Ji1jl6FupB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jam Tangan Lakanua (Foto: Giri/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/26/320/2267677/survive-dari-pandemi-pengusaha-jam-ini-tak-ikut-ikutan-jualan-masker-Ji1jl6FupB.jpg</image><title>Jam Tangan Lakanua (Foto: Giri/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pandemi virus corona membuat sebagian besar lini bisnis di dalam negeri terkena imbasnya. Utamanya kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) paling terkena dampaknya.
Beberapa pengusaha pun akhirnya banyak yang memilih banting setir dengan menjual alat-alat kesehatan dan pelindung diri seperti masker. Tujuannya agar bisnisnya tetap jalan dan ada pemasukan bagi perusahaan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Manfaatkan Hobi Jalan-Jalan, Begini Cara Sukses Jadi Travel Blogger Berpenghasilan
Namun hal tersebut sepertinya tidak dilakukan oleh salah satu brand jam tangan lokal Lakanua. Sebab brand jam tangan dengan material eksotis ini justru masih menjalankan aktivitasnya seperti biasa.&amp;nbsp;
Salah satu Founder Brand Jam Tangan Lakanua Restu Irwansyah Setiawan mengatakan, takdir bisa menjadi salah satu faktor yang bisa membuat brandnya tetap bisa hidup di tengah pandemi virus corona. Sebab menurutnya, pihaknya sama sekali tidak melakukan apapun dan hanya menjalankan aktivitasnya seperti biasa.
&quot;Kalau untuk survive itu disebut takdir iya, karena kita pun enggak melakukan apa-apa loh. Tetap melakukan apa yang kita lakukan,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (26/8/2020).

Menurut Restu, alasan mengapa pihaknya tidak mau beralih dengan menjual masker karena khawatir akan mempengaruhi brand image. Apalagi, untuk membangun brand image untuk produk yang dijualnya tidaklah mudah.
Mengingat, bahan yang digunakan untuk membuat jam bisa dibilang anti mainstream. Material jam tangan yang dijualnya adalah dari semen, batu alam hingga limbah kayu.
&quot;Kita pun enggak bisa mengubah kebiasaan kita terlalu jauh karena kalau teman-teman industri lain pada bikin masker dan lain-lain jadi mereka cari kegiatan lain. Nah kalau kita enggak bisa gitu. Karena kan tiba-tiba banting setir pun jelek buat brand image. Itu yang kita ngeri,&quot; jelasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8yOC80LzEyMTkwMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Pandemi virus corona membuat sebagian besar lini bisnis di dalam negeri terkena imbasnya. Utamanya kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) paling terkena dampaknya.
Beberapa pengusaha pun akhirnya banyak yang memilih banting setir dengan menjual alat-alat kesehatan dan pelindung diri seperti masker. Tujuannya agar bisnisnya tetap jalan dan ada pemasukan bagi perusahaan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Manfaatkan Hobi Jalan-Jalan, Begini Cara Sukses Jadi Travel Blogger Berpenghasilan
Namun hal tersebut sepertinya tidak dilakukan oleh salah satu brand jam tangan lokal Lakanua. Sebab brand jam tangan dengan material eksotis ini justru masih menjalankan aktivitasnya seperti biasa.&amp;nbsp;
Salah satu Founder Brand Jam Tangan Lakanua Restu Irwansyah Setiawan mengatakan, takdir bisa menjadi salah satu faktor yang bisa membuat brandnya tetap bisa hidup di tengah pandemi virus corona. Sebab menurutnya, pihaknya sama sekali tidak melakukan apapun dan hanya menjalankan aktivitasnya seperti biasa.
&quot;Kalau untuk survive itu disebut takdir iya, karena kita pun enggak melakukan apa-apa loh. Tetap melakukan apa yang kita lakukan,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (26/8/2020).

Menurut Restu, alasan mengapa pihaknya tidak mau beralih dengan menjual masker karena khawatir akan mempengaruhi brand image. Apalagi, untuk membangun brand image untuk produk yang dijualnya tidaklah mudah.
Mengingat, bahan yang digunakan untuk membuat jam bisa dibilang anti mainstream. Material jam tangan yang dijualnya adalah dari semen, batu alam hingga limbah kayu.
&quot;Kita pun enggak bisa mengubah kebiasaan kita terlalu jauh karena kalau teman-teman industri lain pada bikin masker dan lain-lain jadi mereka cari kegiatan lain. Nah kalau kita enggak bisa gitu. Karena kan tiba-tiba banting setir pun jelek buat brand image. Itu yang kita ngeri,&quot; jelasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8yOC80LzEyMTkwMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
