<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hubungan India-China Memanas, Alibaba Tunda Investasi</title><description>Alibaba Group menunda rencana untuk berinvestasi di perusahaan-perusahaan India.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/27/320/2268296/hubungan-india-china-memanas-alibaba-tunda-investasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/27/320/2268296/hubungan-india-china-memanas-alibaba-tunda-investasi"/><item><title>Hubungan India-China Memanas, Alibaba Tunda Investasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/27/320/2268296/hubungan-india-china-memanas-alibaba-tunda-investasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/27/320/2268296/hubungan-india-china-memanas-alibaba-tunda-investasi</guid><pubDate>Kamis 27 Agustus 2020 13:24 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/27/320/2268296/hubungan-india-china-memanas-alibaba-tunda-investasi-C25gpCVBQg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Alibaba (Foto: China Daily)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/27/320/2268296/hubungan-india-china-memanas-alibaba-tunda-investasi-C25gpCVBQg.jpg</image><title>Alibaba (Foto: China Daily)</title></images><description>JAKARTA - Alibaba Group menunda rencana untuk berinvestasi di perusahaan-perusahaan India. Hal tersebut menyusul memburuknya hubungan antar India dan China setelah terjadi bentrokan di perbatasan kedua negara.
Alibaba juga tidak akan memasukan dana segar untuk memperluas investasinya di negara tersebut selama enam bulan ke depan. Namun, Alibaba tidak ada rencana untuk mengurangi kepemilikannya atau keluar dari investasi. Namun, Alibaba tidak menanggapi permintaan komentar terkait hal tersebut.
Baca Juga: Alibaba Raup Rp181,7 Triliun dari IPO di Hong Kong
&quot;Alibaba dan beberapa lainnya telah menunda rencana investasi India mereka selama enam bulan dan mereka berharap keadaan akan sedikit tenang setelah itu,&quot; kata salah satu sumber mengutip CNBC, Kamis (27/8/2020).
Konglomerat China dan afiliasinya Alibaba Capital Partners dan Ant Group telah menginvestasikan lebih dari USD2 miliar atau sekitar Rp29,4 triliun (mengacu kurs Rp14.600 per USD) di perusahaan-perusahaan India sejak 2015. Menurut data dari PitchBook, mereka juga berpartisipasi dalam putaran pendanaan setidaknya USD1,8 miliar atau Rp26,4 triliun.
Baca Juga: Alibaba IPO di Bursa Hong Kong
Namun, menghentikan langkah dapat memperlambat rencana penggalangan dana untuk beberapa perusahaan investee Alibaba di India. Tercatat  platform pembayaran Paytm, aggregator restoran dan layanan pengiriman makanan Zomato, dan e-grocer BigBasket merupakan platform hasil suntikan dana dari Grup Alibaba.
Bahkan, Ant Group juga sedang mempersiapkan rencana untuk go public atau Initial Public Offering (IPO).Namun, bentrokan perbatasan pada bulan Juni, di mana 20 tentara India  tewas, meningkatkan ketegangan. Bahkan India memberlakukan pembatasan  yang lebih ketat pada barang-barang dan bisnis China di tengah seruan  untuk boikot.
&quot;Tidak ada yang berencana untuk mencekal saham mereka di usaha India  mengingat kondisi pasar dan fakta bahwa tidak banyak pembeli,&quot; kata  orang itu.
Mitra di firma hukum India, AP &amp;amp; Partners Arjun Sinha mengatakan,  ketegangan antara India dan China banyak dimanfaatkan oleh investor di  Eropa dan Amerika Serikat. Mereka mengaku berminat untuk mengisi celah  yang ditinggalkan oleh China.
Sebenarnya, Startup India banyak didanai oleh investor China seperti  Alibaba dan Tencent. Para bankir sebelumnya mengatakan mereka ingin  meningkatkan kehadiran mereka di negara itu dengan tujuan untuk  meningkatkan pendapatan mereka di luar China.
&amp;ldquo;Pembuatan kesepakatan, bagaimanapun, mungkin memakan waktu sedikit  lebih lama karena ini akan menjadi hubungan baru dibandingkan putaran  pendanaan lebih lanjut,&amp;rdquo; kata Sinha.</description><content:encoded>JAKARTA - Alibaba Group menunda rencana untuk berinvestasi di perusahaan-perusahaan India. Hal tersebut menyusul memburuknya hubungan antar India dan China setelah terjadi bentrokan di perbatasan kedua negara.
Alibaba juga tidak akan memasukan dana segar untuk memperluas investasinya di negara tersebut selama enam bulan ke depan. Namun, Alibaba tidak ada rencana untuk mengurangi kepemilikannya atau keluar dari investasi. Namun, Alibaba tidak menanggapi permintaan komentar terkait hal tersebut.
Baca Juga: Alibaba Raup Rp181,7 Triliun dari IPO di Hong Kong
&quot;Alibaba dan beberapa lainnya telah menunda rencana investasi India mereka selama enam bulan dan mereka berharap keadaan akan sedikit tenang setelah itu,&quot; kata salah satu sumber mengutip CNBC, Kamis (27/8/2020).
Konglomerat China dan afiliasinya Alibaba Capital Partners dan Ant Group telah menginvestasikan lebih dari USD2 miliar atau sekitar Rp29,4 triliun (mengacu kurs Rp14.600 per USD) di perusahaan-perusahaan India sejak 2015. Menurut data dari PitchBook, mereka juga berpartisipasi dalam putaran pendanaan setidaknya USD1,8 miliar atau Rp26,4 triliun.
Baca Juga: Alibaba IPO di Bursa Hong Kong
Namun, menghentikan langkah dapat memperlambat rencana penggalangan dana untuk beberapa perusahaan investee Alibaba di India. Tercatat  platform pembayaran Paytm, aggregator restoran dan layanan pengiriman makanan Zomato, dan e-grocer BigBasket merupakan platform hasil suntikan dana dari Grup Alibaba.
Bahkan, Ant Group juga sedang mempersiapkan rencana untuk go public atau Initial Public Offering (IPO).Namun, bentrokan perbatasan pada bulan Juni, di mana 20 tentara India  tewas, meningkatkan ketegangan. Bahkan India memberlakukan pembatasan  yang lebih ketat pada barang-barang dan bisnis China di tengah seruan  untuk boikot.
&quot;Tidak ada yang berencana untuk mencekal saham mereka di usaha India  mengingat kondisi pasar dan fakta bahwa tidak banyak pembeli,&quot; kata  orang itu.
Mitra di firma hukum India, AP &amp;amp; Partners Arjun Sinha mengatakan,  ketegangan antara India dan China banyak dimanfaatkan oleh investor di  Eropa dan Amerika Serikat. Mereka mengaku berminat untuk mengisi celah  yang ditinggalkan oleh China.
Sebenarnya, Startup India banyak didanai oleh investor China seperti  Alibaba dan Tencent. Para bankir sebelumnya mengatakan mereka ingin  meningkatkan kehadiran mereka di negara itu dengan tujuan untuk  meningkatkan pendapatan mereka di luar China.
&amp;ldquo;Pembuatan kesepakatan, bagaimanapun, mungkin memakan waktu sedikit  lebih lama karena ini akan menjadi hubungan baru dibandingkan putaran  pendanaan lebih lanjut,&amp;rdquo; kata Sinha.</content:encoded></item></channel></rss>
