<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tren Pengangguran Bakal Naik, Paling Banyak Lulusan SMP dan SMA</title><description>Rendahnya serapan tenaga kerja di tahun depan tak lain karena terdampak pandemi Covid-19</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/27/320/2268384/tren-pengangguran-bakal-naik-paling-banyak-lulusan-smp-dan-sma</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/27/320/2268384/tren-pengangguran-bakal-naik-paling-banyak-lulusan-smp-dan-sma"/><item><title>Tren Pengangguran Bakal Naik, Paling Banyak Lulusan SMP dan SMA</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/27/320/2268384/tren-pengangguran-bakal-naik-paling-banyak-lulusan-smp-dan-sma</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/27/320/2268384/tren-pengangguran-bakal-naik-paling-banyak-lulusan-smp-dan-sma</guid><pubDate>Kamis 27 Agustus 2020 15:19 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/27/320/2268384/tren-pengangguran-bakal-naik-paling-banyak-lulusan-smp-dan-sma-eSi3Xyxqsu.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/27/320/2268384/tren-pengangguran-bakal-naik-paling-banyak-lulusan-smp-dan-sma-eSi3Xyxqsu.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memprediksi rendahnya serapan tenaga kerja di tahun depan. Jumlah pengangguran pun diprediksi meningkat pada 2021.
Peneliti Indef Media W Askar mengatakan, rendahnya serapan tenaga kerja di tahun depan tak lain karena terdampak pandemi Covid-19, yang terjadi sejak 2020.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jumlah Pengangguran di RI Meningkat, Apa Langkah Jokowi?
&quot;Prediksi saya, di 2021 itu specialised employees akan naik terus, tapi skilled production employees dan unskilled employees akan menurun dan tidak akan sama lagi seperti sebelum pandemi Covid-19,&quot; kata Media, dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (27/8/2020).
Dia memprediksi, meningkatnya jumlah pengangguran pada 2021 akan didominasi segmen pekerja tidak terampil (unskilled employees) atau lulusan SMP maupun SMA.
Adapun tren penyerapan tenaga kerja di industri modern Tanah Air memang sudah mengalami penurunan, bahkan sebelum pandemi Covid-19.
&quot;Hal itu pun masih ditambah dengan menurunnya skilled production worker lulusan S1, serta digantinya para tenaga kerja skill production di pabrik oleh tenaga outsourcing yang sebagiannya justru bukan lulusan S1,&quot; jelasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Tekan Pengangguran, Dana Segar Rp36,4 Triliun Segera Cair
Dari situlah, terjadi peningkatan para pekerja lulusan SMA atau SMK, sehingga jumlah skilled employees juga ikut meningkat dalam kaitannya dengan tenaga kerja outsourcing.
&quot;Hal itu juga berkaitan dengan perusahaan startup dalam beberapa tahun terakhir, khususnya di bidang transportasi dan teknologi yang banyak menyerap unskilled employees tersebut,&quot; tandasnya. (fbn)</description><content:encoded>JAKARTA - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memprediksi rendahnya serapan tenaga kerja di tahun depan. Jumlah pengangguran pun diprediksi meningkat pada 2021.
Peneliti Indef Media W Askar mengatakan, rendahnya serapan tenaga kerja di tahun depan tak lain karena terdampak pandemi Covid-19, yang terjadi sejak 2020.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jumlah Pengangguran di RI Meningkat, Apa Langkah Jokowi?
&quot;Prediksi saya, di 2021 itu specialised employees akan naik terus, tapi skilled production employees dan unskilled employees akan menurun dan tidak akan sama lagi seperti sebelum pandemi Covid-19,&quot; kata Media, dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (27/8/2020).
Dia memprediksi, meningkatnya jumlah pengangguran pada 2021 akan didominasi segmen pekerja tidak terampil (unskilled employees) atau lulusan SMP maupun SMA.
Adapun tren penyerapan tenaga kerja di industri modern Tanah Air memang sudah mengalami penurunan, bahkan sebelum pandemi Covid-19.
&quot;Hal itu pun masih ditambah dengan menurunnya skilled production worker lulusan S1, serta digantinya para tenaga kerja skill production di pabrik oleh tenaga outsourcing yang sebagiannya justru bukan lulusan S1,&quot; jelasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Tekan Pengangguran, Dana Segar Rp36,4 Triliun Segera Cair
Dari situlah, terjadi peningkatan para pekerja lulusan SMA atau SMK, sehingga jumlah skilled employees juga ikut meningkat dalam kaitannya dengan tenaga kerja outsourcing.
&quot;Hal itu juga berkaitan dengan perusahaan startup dalam beberapa tahun terakhir, khususnya di bidang transportasi dan teknologi yang banyak menyerap unskilled employees tersebut,&quot; tandasnya. (fbn)</content:encoded></item></channel></rss>
