<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lagi Hits Jualan Dessert Box, Jangan Malu Buat Promosi di Media Sosial</title><description>Membuka usaha camilan seperti cheese cup atau dessert box saat ini sedang tren.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/28/455/2268863/lagi-hits-jualan-dessert-box-jangan-malu-buat-promosi-di-media-sosial</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/28/455/2268863/lagi-hits-jualan-dessert-box-jangan-malu-buat-promosi-di-media-sosial"/><item><title>Lagi Hits Jualan Dessert Box, Jangan Malu Buat Promosi di Media Sosial</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/28/455/2268863/lagi-hits-jualan-dessert-box-jangan-malu-buat-promosi-di-media-sosial</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/28/455/2268863/lagi-hits-jualan-dessert-box-jangan-malu-buat-promosi-di-media-sosial</guid><pubDate>Jum'at 28 Agustus 2020 12:21 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/28/455/2268863/lagi-hits-jualan-dessert-box-jangan-malu-buat-promosi-di-media-sosial-HTTvvcYaRi.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Dessert Box Bigcheese (Foto: Giri/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/28/455/2268863/lagi-hits-jualan-dessert-box-jangan-malu-buat-promosi-di-media-sosial-HTTvvcYaRi.jpeg</image><title>Dessert Box Bigcheese (Foto: Giri/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Membuka usaha camilan seperti cheese cup atau dessert box saat ini sedang tren. Namun ternyata, menjual dessert box atau cheese cup ini memiliki banyak tantangan.
Salah satunya adalah dalam hal memasarkannya. Mengingat, dessert box atau cheese cup bukanlah makanan utama dan tidak setiap hari dicari oleh masyarakat.
Untuk mengakali hal tersebut, Owner dari Bigcheese.id Hestria Maulindira memiliki tips. Menurut wanita 27 tahun itu, hal yang paling penting untuk dilakukan adalah promosi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ini Alasan Kenapa Bisnis Makanan Jauh Lebih Menguntungkan
Promosi yang dimaksud tidak melulu tentang memberikan promo seperti diskon pada produknya. Namun promosi yang dimaksud adalah, bagaimana bisa memberitahukan kepada masyarakat mengenai produk yang dijualnya lewat media sosial.
&quot;Intinya promosinya. Promosi itu bukan hanya memberikan diskon. Kaya aku update di instagram itu sudah merupakan promosi,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Jumat (28/8/2020).

Oleh karena itu lanjut Hestria, sebagai seorang pengusaha jangan malu untuk aktif di sosial media guna mempromosikan produknya. Karena menurutnya, masih ada beberapa orang yang masih malu berprofesi sebagai pedagang.
&quot;Intinya jangan malu buat update, karena sebagian orang itu masih malu buat jualan. Padahal kan bukan sesuatu yang haram, sama juga kerja, sama juga dapat uang,&quot; jelasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8yOC80LzEyMTkwMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Menurutnya dengan update di sosial media, maka memberitahukan kepada  masyarakat atau followersnya mengenai produk dan jenis pekerjaannya.  Sehingga ketika ada seseorang yang membutuhkan barang yang dijual bisa  langsung menghubunginya.
&quot;Sebenarnya kaya kita penjual jangan malu buat update memberi tahu ke  orang kalau kita tuh jualan, makannya aku pasti ada juga yang bosan  melihat update,&quot; jelasnya.
wanita yang kerap disapa Tria ini mengaku pernah merasa insecure  karena terlalu sering mengupdate produknya di media sosial. Dirinya  khawatir temannya merasa risih karena melihat update di sosial medianya  yang setiap hari muncul dengan menampilkan produk jualan semua.
&quot;Pernah insecure sendiri kadang mikir ini orang-orang di kontak aku  atau followers aku bosan enggak sih lihat aku jualan. Tapi sekarang aku  sudah mikir lagi ya sudah kalau enggak mau bosan liat aku ya enggak usah  follow ibaratnya gitu.  Aku memang kerjanya di bidang ini. Kalau aku  malu update, malu promo enggak dapat gaji dong. Jadi dalam sehari tuh  aku harus banget update,&quot; kata Hestria.</description><content:encoded>JAKARTA - Membuka usaha camilan seperti cheese cup atau dessert box saat ini sedang tren. Namun ternyata, menjual dessert box atau cheese cup ini memiliki banyak tantangan.
Salah satunya adalah dalam hal memasarkannya. Mengingat, dessert box atau cheese cup bukanlah makanan utama dan tidak setiap hari dicari oleh masyarakat.
Untuk mengakali hal tersebut, Owner dari Bigcheese.id Hestria Maulindira memiliki tips. Menurut wanita 27 tahun itu, hal yang paling penting untuk dilakukan adalah promosi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ini Alasan Kenapa Bisnis Makanan Jauh Lebih Menguntungkan
Promosi yang dimaksud tidak melulu tentang memberikan promo seperti diskon pada produknya. Namun promosi yang dimaksud adalah, bagaimana bisa memberitahukan kepada masyarakat mengenai produk yang dijualnya lewat media sosial.
&quot;Intinya promosinya. Promosi itu bukan hanya memberikan diskon. Kaya aku update di instagram itu sudah merupakan promosi,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Jumat (28/8/2020).

Oleh karena itu lanjut Hestria, sebagai seorang pengusaha jangan malu untuk aktif di sosial media guna mempromosikan produknya. Karena menurutnya, masih ada beberapa orang yang masih malu berprofesi sebagai pedagang.
&quot;Intinya jangan malu buat update, karena sebagian orang itu masih malu buat jualan. Padahal kan bukan sesuatu yang haram, sama juga kerja, sama juga dapat uang,&quot; jelasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8yOC80LzEyMTkwMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Menurutnya dengan update di sosial media, maka memberitahukan kepada  masyarakat atau followersnya mengenai produk dan jenis pekerjaannya.  Sehingga ketika ada seseorang yang membutuhkan barang yang dijual bisa  langsung menghubunginya.
&quot;Sebenarnya kaya kita penjual jangan malu buat update memberi tahu ke  orang kalau kita tuh jualan, makannya aku pasti ada juga yang bosan  melihat update,&quot; jelasnya.
wanita yang kerap disapa Tria ini mengaku pernah merasa insecure  karena terlalu sering mengupdate produknya di media sosial. Dirinya  khawatir temannya merasa risih karena melihat update di sosial medianya  yang setiap hari muncul dengan menampilkan produk jualan semua.
&quot;Pernah insecure sendiri kadang mikir ini orang-orang di kontak aku  atau followers aku bosan enggak sih lihat aku jualan. Tapi sekarang aku  sudah mikir lagi ya sudah kalau enggak mau bosan liat aku ya enggak usah  follow ibaratnya gitu.  Aku memang kerjanya di bidang ini. Kalau aku  malu update, malu promo enggak dapat gaji dong. Jadi dalam sehari tuh  aku harus banget update,&quot; kata Hestria.</content:encoded></item></channel></rss>
