<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kelola Penghasilan yang Benar, dari Gaji Jadi Investasi</title><description>Mengatur keuangan itu gampang-gampang susah, apalagi jika sudah memiliki banyak keinginan yang harus dituruti.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/28/622/2269010/kelola-penghasilan-yang-benar-dari-gaji-jadi-investasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/28/622/2269010/kelola-penghasilan-yang-benar-dari-gaji-jadi-investasi"/><item><title>Kelola Penghasilan yang Benar, dari Gaji Jadi Investasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/28/622/2269010/kelola-penghasilan-yang-benar-dari-gaji-jadi-investasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/28/622/2269010/kelola-penghasilan-yang-benar-dari-gaji-jadi-investasi</guid><pubDate>Jum'at 28 Agustus 2020 15:42 WIB</pubDate><dc:creator>Safira Fitri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/28/622/2269010/kelola-penghasilan-yang-benar-dari-gaji-jadi-investasi-gHnD9ezgrQ.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/28/622/2269010/kelola-penghasilan-yang-benar-dari-gaji-jadi-investasi-gHnD9ezgrQ.jpeg</image><title>Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Mengatur keuangan itu gampang-gampang susah, apalagi jika sudah memiliki banyak keinginan yang harus dituruti. Seperti halnya, upah dari hasil kerja. Padahal, mendapatkannya diperlukan jerih payah hingga menghabiskan tenaga, namun menghabiskannya bisa hanya dalam sekejap.
Perlunya kesadaran dalam mengelola uang, seperti mengalokasikan pada pos-pos tertentu agar tidak terjadi pengeluaran yang sebenarnya tidak diperlukan.
Melansir dari laman Instagram Pritaghozie, Jakarta, Jumat (28/8/2020), sebelum akan dialokasikan untuk berbagai pengeluaran, ingat untuk bersyukur terlebih dahulu. Dirinya selalu berpesan untuk berpegang pada konsep Living 50% - Saving 30% - Playing 20%.
Baca Juga:&amp;nbsp;3 Pertimbangan Sebelum Menyusun Dana Pendidikan Anak
Adapun berikut tips-tips dalam mengelola keuangan.
Pertama, menentukan tujuan keuangan. Seperti membagi untuk bagian dari investasi, misalnya dalam kendaraan atau pun strategi lainnya untuk mencapai tujuan keuangan. Tujuan keuangan sendiri meliputi hasil akhir yang diinginkan, seperti dana pendidikan, dana pensiun, dana beli rumah, dan sebagainya.
Kedua, alokasikan pembagian 30% saving. Tujuan keuangan pasti banyak, maka dari itu 30% dalam saving tersebut akan terbagi lagi untuk hal seperti tabungan dana darurat, tabungan tujuan jangka pendek, dan investasi tujuan jangka panjang.
Lantas bagaimana pembagiannya? Jawabannya adalah tergantung pada pos mana yang paling penting untuk dipenuhi lebih dulu.
Baca Juga:&amp;nbsp;Investasi Sukuk Ritel SR013, Cuma Modal Rp1 Juta Bisa Bantu Negara
Ketiga, pilih jenis aset investasi. Jaman sekarang, pilihan aset investasi sangatlah banyak. Yakni, pertama ada aset keuangan seperti produk bank, reksa dana, obligasi, dan saham. Kedua, aset fisik seperti emas, properti, dan tanah. Ketiga, aset alternatif seperti pendanaan fintech, emas digital, hingga aset crypto.
Prita memberi pesan, bahwa setiap aset investasi punya risiko dan keuntungannya masing-masing.Keempat, make it automatic. Hal yang membuat gagal investasi itu  bukan tidak ada uangnya. Namun, tidak diutamakan saat dananya masuk ke  rekening gaji.
&quot;Itu sebabnya, sejak tahun 2007 aku selalu pasang sistem debit  otomatis dari rekening gaji ke rekening investasi untuk pembelian reksa  dana. Sejak tahun 2016, aku pasang notifikasi transfer dari rekening  gaji ke rekening dana investor, rekening emas, dan setahun terakhir  rekening pendanaan fintech lending,&quot; ungkap Prita.
Nah, saat penghasilan semakin bertambah, kunci investor sukses  rupanya bukan menambah lifestyle secara signifikan. Melainkan, menambah  porsi investasi secara proporsional bahkan signifikan.
Apalagi saat sudah tidak ada lagi kewajiban cicilan, maka porsi  investasi bisa besar sekali jumlahnya. Selain itu, manfaatnya akan  terasa bukan hanya masa kini, tetapi di masa depan nanti.</description><content:encoded>JAKARTA - Mengatur keuangan itu gampang-gampang susah, apalagi jika sudah memiliki banyak keinginan yang harus dituruti. Seperti halnya, upah dari hasil kerja. Padahal, mendapatkannya diperlukan jerih payah hingga menghabiskan tenaga, namun menghabiskannya bisa hanya dalam sekejap.
Perlunya kesadaran dalam mengelola uang, seperti mengalokasikan pada pos-pos tertentu agar tidak terjadi pengeluaran yang sebenarnya tidak diperlukan.
Melansir dari laman Instagram Pritaghozie, Jakarta, Jumat (28/8/2020), sebelum akan dialokasikan untuk berbagai pengeluaran, ingat untuk bersyukur terlebih dahulu. Dirinya selalu berpesan untuk berpegang pada konsep Living 50% - Saving 30% - Playing 20%.
Baca Juga:&amp;nbsp;3 Pertimbangan Sebelum Menyusun Dana Pendidikan Anak
Adapun berikut tips-tips dalam mengelola keuangan.
Pertama, menentukan tujuan keuangan. Seperti membagi untuk bagian dari investasi, misalnya dalam kendaraan atau pun strategi lainnya untuk mencapai tujuan keuangan. Tujuan keuangan sendiri meliputi hasil akhir yang diinginkan, seperti dana pendidikan, dana pensiun, dana beli rumah, dan sebagainya.
Kedua, alokasikan pembagian 30% saving. Tujuan keuangan pasti banyak, maka dari itu 30% dalam saving tersebut akan terbagi lagi untuk hal seperti tabungan dana darurat, tabungan tujuan jangka pendek, dan investasi tujuan jangka panjang.
Lantas bagaimana pembagiannya? Jawabannya adalah tergantung pada pos mana yang paling penting untuk dipenuhi lebih dulu.
Baca Juga:&amp;nbsp;Investasi Sukuk Ritel SR013, Cuma Modal Rp1 Juta Bisa Bantu Negara
Ketiga, pilih jenis aset investasi. Jaman sekarang, pilihan aset investasi sangatlah banyak. Yakni, pertama ada aset keuangan seperti produk bank, reksa dana, obligasi, dan saham. Kedua, aset fisik seperti emas, properti, dan tanah. Ketiga, aset alternatif seperti pendanaan fintech, emas digital, hingga aset crypto.
Prita memberi pesan, bahwa setiap aset investasi punya risiko dan keuntungannya masing-masing.Keempat, make it automatic. Hal yang membuat gagal investasi itu  bukan tidak ada uangnya. Namun, tidak diutamakan saat dananya masuk ke  rekening gaji.
&quot;Itu sebabnya, sejak tahun 2007 aku selalu pasang sistem debit  otomatis dari rekening gaji ke rekening investasi untuk pembelian reksa  dana. Sejak tahun 2016, aku pasang notifikasi transfer dari rekening  gaji ke rekening dana investor, rekening emas, dan setahun terakhir  rekening pendanaan fintech lending,&quot; ungkap Prita.
Nah, saat penghasilan semakin bertambah, kunci investor sukses  rupanya bukan menambah lifestyle secara signifikan. Melainkan, menambah  porsi investasi secara proporsional bahkan signifikan.
Apalagi saat sudah tidak ada lagi kewajiban cicilan, maka porsi  investasi bisa besar sekali jumlahnya. Selain itu, manfaatnya akan  terasa bukan hanya masa kini, tetapi di masa depan nanti.</content:encoded></item></channel></rss>
