<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Strategi Cegah Resesi, Bisa Lakukan Hal Ini</title><description>Ancaman resesi di tengah masa pandemi Covid-19 terus menghantui perekonomian di Indonesia, tidak terkecuali Jawa Tengah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/31/320/2270207/strategi-cegah-resesi-bisa-lakukan-hal-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/08/31/320/2270207/strategi-cegah-resesi-bisa-lakukan-hal-ini"/><item><title>Strategi Cegah Resesi, Bisa Lakukan Hal Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/08/31/320/2270207/strategi-cegah-resesi-bisa-lakukan-hal-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/08/31/320/2270207/strategi-cegah-resesi-bisa-lakukan-hal-ini</guid><pubDate>Senin 31 Agustus 2020 14:28 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/31/320/2270207/strategi-cegah-resesi-bisa-lakukan-hal-ini-Kd2U1RzAYd.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Krisis Ekonomi (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/31/320/2270207/strategi-cegah-resesi-bisa-lakukan-hal-ini-Kd2U1RzAYd.jpeg</image><title>Krisis Ekonomi (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>SEMARANG - Ancaman resesi di tengah masa pandemi Covid-19 terus menghantui perekonomian di Indonesia, tidak terkecuali Jawa Tengah. Stimulus untuk usaha mikro kecil dan menengah serta mendorong masyarakat untuk membeli produk kawan dan dalam negeri, dinilai menjadi jurus yang tepat.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan ekonomi sekarang ini memang sedang guncang dan perlu menyiapkan langkah untuk bisa bertahan. Peran pemangku kepentingan, khususnya usaha kecil mikro, saat ini menjadi penting untuk membangkitkan ekonomi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dampak Mengerikan jika Indonesia Resesi, Siap-Siap Kena PHK!
&quot;Kita siapkan agar bisa bangkit. Maka pemerintah sebagai stimulator dan dinamisator dalam beberapa hal bisa menjadi offtaker karena regulasi memungkinkan,&quot; katanya menanggapi pernyataan Mahfud MD mengenai Indonesia yang hampir dipastikan masuk resesi bulan depan, Senin (31/8/2020).
Ganjar menjelaskan, di Jawa Tengah sendiri sudah dilakukan pemetaan terkait sektor-sektor yang perlu mendapat dorongan dan pertolongan. Dalam hal Ganjar juga melibatkan para ahli dan pemangku kepentingan untuk menghitung bersama sektor tersebut. Berdasarkan urutan, sektor tertinggi adalah pariwisata, transportasi, dan perhotelan. Sektor tersebut kemudian berkembang sampai bisnis-bisnis terkait.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yOC80LzEyMjM1NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Ini urutannya, nanti sampai kepada bisnis terkait memang perlu mendapatkan rescue. Mudah-mudahan nanti kita bisa melalui kesulitan ekonomi ini dengan baik. APBD dan APBN yang kita miliki dikerahkan untuk mendorong ke sana. Sekarang kita harus lebih hati-hati, lebih strategis lagi untuk memilih sektor yang kita bantu,&quot; jelasnya.
Di tengah kondisi seperti ini, lanjut Ganjar, memetakan kebutuhan dalam negeri menjadi sangat penting sehingga mendorong produksi dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan sendiri.Selain itu bantuan sosial juga banyak dibutuhkan dalam menghadapi  situasi seperti ini. Maka Ganjar tak henti-hentinya mengajak masyarakat  untuk membeli produk kawan sendiri dan produk dalam negeri.
&quot;Kita dorong ke sana. Kalau sudah tahu kebutuhan dalam negeri bapa  saja, yuk kita buat, kota produksi sendiri, kemudian kita jual dan kita  penuhi kebutuhan dalam negeri sendiri,&quot; katanya.
Langkah lain yang disiapkan adalah dorongan untuk menciptakan dan  menumbuhkan entreprenuer baru. Langkah ini sekaligus untuk  mengantisipasi kebutuhan pekerjaan dengan menciptakan pekerjaan.
Sekadar diketahui, Menkopolhukam Mahfud MD beberapa waktu lalu  menyampaikan bahwa Indonesia hampir dipastikan masuk resesi bulan depan.  Resesi tersebut diakibatkan adanya penurunan pertumbuhan ekonomi sampai  minus atau di bawah 1. Dia juga mengimbau agar masyarakat tidak panik  karena resesi bukanlah krisis ekonomi.</description><content:encoded>SEMARANG - Ancaman resesi di tengah masa pandemi Covid-19 terus menghantui perekonomian di Indonesia, tidak terkecuali Jawa Tengah. Stimulus untuk usaha mikro kecil dan menengah serta mendorong masyarakat untuk membeli produk kawan dan dalam negeri, dinilai menjadi jurus yang tepat.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan ekonomi sekarang ini memang sedang guncang dan perlu menyiapkan langkah untuk bisa bertahan. Peran pemangku kepentingan, khususnya usaha kecil mikro, saat ini menjadi penting untuk membangkitkan ekonomi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dampak Mengerikan jika Indonesia Resesi, Siap-Siap Kena PHK!
&quot;Kita siapkan agar bisa bangkit. Maka pemerintah sebagai stimulator dan dinamisator dalam beberapa hal bisa menjadi offtaker karena regulasi memungkinkan,&quot; katanya menanggapi pernyataan Mahfud MD mengenai Indonesia yang hampir dipastikan masuk resesi bulan depan, Senin (31/8/2020).
Ganjar menjelaskan, di Jawa Tengah sendiri sudah dilakukan pemetaan terkait sektor-sektor yang perlu mendapat dorongan dan pertolongan. Dalam hal Ganjar juga melibatkan para ahli dan pemangku kepentingan untuk menghitung bersama sektor tersebut. Berdasarkan urutan, sektor tertinggi adalah pariwisata, transportasi, dan perhotelan. Sektor tersebut kemudian berkembang sampai bisnis-bisnis terkait.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yOC80LzEyMjM1NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Ini urutannya, nanti sampai kepada bisnis terkait memang perlu mendapatkan rescue. Mudah-mudahan nanti kita bisa melalui kesulitan ekonomi ini dengan baik. APBD dan APBN yang kita miliki dikerahkan untuk mendorong ke sana. Sekarang kita harus lebih hati-hati, lebih strategis lagi untuk memilih sektor yang kita bantu,&quot; jelasnya.
Di tengah kondisi seperti ini, lanjut Ganjar, memetakan kebutuhan dalam negeri menjadi sangat penting sehingga mendorong produksi dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan sendiri.Selain itu bantuan sosial juga banyak dibutuhkan dalam menghadapi  situasi seperti ini. Maka Ganjar tak henti-hentinya mengajak masyarakat  untuk membeli produk kawan sendiri dan produk dalam negeri.
&quot;Kita dorong ke sana. Kalau sudah tahu kebutuhan dalam negeri bapa  saja, yuk kita buat, kota produksi sendiri, kemudian kita jual dan kita  penuhi kebutuhan dalam negeri sendiri,&quot; katanya.
Langkah lain yang disiapkan adalah dorongan untuk menciptakan dan  menumbuhkan entreprenuer baru. Langkah ini sekaligus untuk  mengantisipasi kebutuhan pekerjaan dengan menciptakan pekerjaan.
Sekadar diketahui, Menkopolhukam Mahfud MD beberapa waktu lalu  menyampaikan bahwa Indonesia hampir dipastikan masuk resesi bulan depan.  Resesi tersebut diakibatkan adanya penurunan pertumbuhan ekonomi sampai  minus atau di bawah 1. Dia juga mengimbau agar masyarakat tidak panik  karena resesi bukanlah krisis ekonomi.</content:encoded></item></channel></rss>
