<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Agustus Deflasi, BPS Sebut Perawatan Pribadi Malah Inflasi dengan Andil Tertinggi</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks harga konsumen selama  Agustus mengalami deflasi sebesar 0,05% dibandingkan bulan sebelumnya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/01/320/2270728/agustus-deflasi-bps-sebut-perawatan-pribadi-malah-inflasi-dengan-andil-tertinggi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/01/320/2270728/agustus-deflasi-bps-sebut-perawatan-pribadi-malah-inflasi-dengan-andil-tertinggi"/><item><title>Agustus Deflasi, BPS Sebut Perawatan Pribadi Malah Inflasi dengan Andil Tertinggi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/01/320/2270728/agustus-deflasi-bps-sebut-perawatan-pribadi-malah-inflasi-dengan-andil-tertinggi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/01/320/2270728/agustus-deflasi-bps-sebut-perawatan-pribadi-malah-inflasi-dengan-andil-tertinggi</guid><pubDate>Selasa 01 September 2020 12:13 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/01/320/2270728/agustus-deflasi-bps-sebut-perawatan-pribadi-malah-inflasi-dengan-andil-tertinggi-gdNilXZr6E.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BPS Suhariyanto (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/01/320/2270728/agustus-deflasi-bps-sebut-perawatan-pribadi-malah-inflasi-dengan-andil-tertinggi-gdNilXZr6E.jpg</image><title>Kepala BPS Suhariyanto (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks harga konsumen selama Agustus mengalami deflasi sebesar 0,05% dibandingkan bulan sebelumnya (month of month/mtm). Secara keseluruhan, inflasi inti pada bulan lalu 0,29% (mtm) dan 2,03% (yoy).

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi tertinggi yakni 2,02% dan andilnya terhadap inflasi 0,13%. Adapun kenaikan tertinggi disumbang oleh harga emas yang melambung tinggi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Transfer BLT Rp1,2 Juta ke Rekening Bank Swasta Butuh Waktu 5 Hari
Serta, minyak goreng dan rokok kretek filter menyumbang inflasi yang mencapai 0,01% . &quot;Kenaikan harga emas perhiasan yang memberikan andil inflasi 0,12%. Kenaikan harga emas perhiasan ini terjadi di 90 kota indeks harga konsumen,&quot; kata Suhariyanto dalam preskon virtual, Selasa (1/9/2020).

Sambung dia, komoditas yang mendorong terjadinya deflasi yakni daging ayam ras yang andilnya 0,09%, bawang merah andilnya 0,07%, tomat andilnya 0,02%, telur ayam ras dan buah-buahan seperti jeruk dan pisang, masing-masing 0,01%.
 
Baca juga: Belanja Kebutuhan di Tengah Ancaman Resesi dengan BLT Rp1,2 Juta
&quot;Pengeluaran transportasi mengalami deflasi 0,14% dan andilnya terhadap deflasi 0,02%,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks harga konsumen selama Agustus mengalami deflasi sebesar 0,05% dibandingkan bulan sebelumnya (month of month/mtm). Secara keseluruhan, inflasi inti pada bulan lalu 0,29% (mtm) dan 2,03% (yoy).

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi tertinggi yakni 2,02% dan andilnya terhadap inflasi 0,13%. Adapun kenaikan tertinggi disumbang oleh harga emas yang melambung tinggi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Transfer BLT Rp1,2 Juta ke Rekening Bank Swasta Butuh Waktu 5 Hari
Serta, minyak goreng dan rokok kretek filter menyumbang inflasi yang mencapai 0,01% . &quot;Kenaikan harga emas perhiasan yang memberikan andil inflasi 0,12%. Kenaikan harga emas perhiasan ini terjadi di 90 kota indeks harga konsumen,&quot; kata Suhariyanto dalam preskon virtual, Selasa (1/9/2020).

Sambung dia, komoditas yang mendorong terjadinya deflasi yakni daging ayam ras yang andilnya 0,09%, bawang merah andilnya 0,07%, tomat andilnya 0,02%, telur ayam ras dan buah-buahan seperti jeruk dan pisang, masing-masing 0,01%.
 
Baca juga: Belanja Kebutuhan di Tengah Ancaman Resesi dengan BLT Rp1,2 Juta
&quot;Pengeluaran transportasi mengalami deflasi 0,14% dan andilnya terhadap deflasi 0,02%,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
