<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Agustus Deflasi 0,05%, Orang Tajir Ngerem Belanja</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja mencatat deflasi sebesar 0,05% pada bulan Agustus 2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/01/320/2270797/agustus-deflasi-0-05-orang-tajir-ngerem-belanja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/01/320/2270797/agustus-deflasi-0-05-orang-tajir-ngerem-belanja"/><item><title>Agustus Deflasi 0,05%, Orang Tajir Ngerem Belanja</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/01/320/2270797/agustus-deflasi-0-05-orang-tajir-ngerem-belanja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/01/320/2270797/agustus-deflasi-0-05-orang-tajir-ngerem-belanja</guid><pubDate>Selasa 01 September 2020 13:40 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/01/320/2270797/agustus-deflasi-0-05-orang-tajir-ngerem-belanja-qmUpAVEHQp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/01/320/2270797/agustus-deflasi-0-05-orang-tajir-ngerem-belanja-qmUpAVEHQp.jpg</image><title>Ekonomi (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja mencatat deflasi sebesar 0,05% pada bulan Agustus 2020. Hal ini menandakan Covid-19 terus menekan perekonomian Indonesia.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengatakan, deflasi ini akan menandakan sisi ekonomi Indonesia tertekan. Bahkan akan meningkatkan pemutusan hubungan kerja (PHK) dikarenakan sisi permintaan konsumen yang menurun.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Agustus Deflasi, BPS Sebut Perawatan Pribadi Malah Inflasi dengan Andil Tertinggi
&quot;Ini situasi yang menandakan sisi permintaan alami tekanan sehingga produsen tidak berani naikan harga jual barangnya. Tekanan pendapatan akibat terganggunya aktivitas ekonomi dan PHK massal di berbagai sektor,&quot; ujar Bhima saat dihubungi, Jakarta, Selasa (1/9/2020).

Dia melanjutkan, indikasi pelemahan ekonomi terus berlanjut meskipun ada new normal. Kalau dibiarkan deflasi berlanjut maka ekonomi dipastikan masuk ke dalam resesi yang lebih dalam dibanding kuartal ke II-2020.
 
&amp;nbsp;Baca juga: BPS Catat Agustus Alami Deflasi 0,05%
&quot;Ekonomi Indonesia bakal tertekan lebih dalam hingga 2020,&quot; jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ekonom Core Piter Abdullah menilai deflasi atau inflasi yang rendah sudah diperkirakan sebagai akibat menurunnya permintaan. Serta kelompok menengah atas akan menunda untuk membeli.

&quot;Di tengah pandemi saat ini permintaan turun disebabkan oleh menurunnya daya beli sebagian masyarakat, sementara di sisi lain masyarakat menengah atas menunda konsumsi,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja mencatat deflasi sebesar 0,05% pada bulan Agustus 2020. Hal ini menandakan Covid-19 terus menekan perekonomian Indonesia.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengatakan, deflasi ini akan menandakan sisi ekonomi Indonesia tertekan. Bahkan akan meningkatkan pemutusan hubungan kerja (PHK) dikarenakan sisi permintaan konsumen yang menurun.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Agustus Deflasi, BPS Sebut Perawatan Pribadi Malah Inflasi dengan Andil Tertinggi
&quot;Ini situasi yang menandakan sisi permintaan alami tekanan sehingga produsen tidak berani naikan harga jual barangnya. Tekanan pendapatan akibat terganggunya aktivitas ekonomi dan PHK massal di berbagai sektor,&quot; ujar Bhima saat dihubungi, Jakarta, Selasa (1/9/2020).

Dia melanjutkan, indikasi pelemahan ekonomi terus berlanjut meskipun ada new normal. Kalau dibiarkan deflasi berlanjut maka ekonomi dipastikan masuk ke dalam resesi yang lebih dalam dibanding kuartal ke II-2020.
 
&amp;nbsp;Baca juga: BPS Catat Agustus Alami Deflasi 0,05%
&quot;Ekonomi Indonesia bakal tertekan lebih dalam hingga 2020,&quot; jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ekonom Core Piter Abdullah menilai deflasi atau inflasi yang rendah sudah diperkirakan sebagai akibat menurunnya permintaan. Serta kelompok menengah atas akan menunda untuk membeli.

&quot;Di tengah pandemi saat ini permintaan turun disebabkan oleh menurunnya daya beli sebagian masyarakat, sementara di sisi lain masyarakat menengah atas menunda konsumsi,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
