<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Defisit APBN 2021 Lompat ke 5,5%, Sri Mulyani: Pilihan Objektif</title><description>Sri Mulyani menargetkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 sebesar 5,5%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/01/320/2270913/defisit-apbn-2021-lompat-ke-5-5-sri-mulyani-pilihan-objektif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/01/320/2270913/defisit-apbn-2021-lompat-ke-5-5-sri-mulyani-pilihan-objektif"/><item><title>Defisit APBN 2021 Lompat ke 5,5%, Sri Mulyani: Pilihan Objektif</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/01/320/2270913/defisit-apbn-2021-lompat-ke-5-5-sri-mulyani-pilihan-objektif</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/01/320/2270913/defisit-apbn-2021-lompat-ke-5-5-sri-mulyani-pilihan-objektif</guid><pubDate>Selasa 01 September 2020 15:53 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/01/320/2270913/defisit-apbn-2021-lompat-ke-5-5-sri-mulyani-pilihan-objektif-BHhGpoy4Nh.png" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Okezone.com/Instagram Sri Mulyani)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/01/320/2270913/defisit-apbn-2021-lompat-ke-5-5-sri-mulyani-pilihan-objektif-BHhGpoy4Nh.png</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Okezone.com/Instagram Sri Mulyani)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menargetkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 sebesar 5,5%. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020,
&quot;Angka defisit yang masih relatif tinggi ini merupakan pilihan objektif sebagai upaya melanjutkan penanganan pandemi Covid-19 dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), ketika potensi sisi penerimaan belum sepenuhnya pulih,&quot; ujarnya dalam Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Selasa(1/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Fokus Vaksin Covid-19, Sri Mulyani Kasih Rp169 Triliun ke Menkes Tahun Depan
Dia menyampaikan, besaran defisit juga mempertimbangkan kebijakan fiskal konsolidatif secara bertahap menuju batasan maksimal 3% PDB di 2023.
&quot;Dampak krisis kesehatan kepada perekonomian membuat banyak negara melakukan berbagai langkah kebijakan extraordinary, termasuk Indonesia,&quot; imbuh Ani.
Pada awalnya, defisit APBN 2020 direncanakan sebesar 1,76% dari PDB, terendah dalam lima tahun terakhir.
Baca Juga:&amp;nbsp;Anggaran PEN 2021 Turun Jadi Rp356 Triliun, Ini Perhitungan Sri Mulyani
&quot;Namun demikian, upaya penanganan Covid-19 beserta dampaknya mengharuskan pemerintah mengeluarkan kebijakan pelebaran defisit sampai dengan 6,34% dari PDB di tahun 2020,&quot; ungkapnya.
Ketidakpastian akibat pandemi Covid-19, menurut Ani, sangat mungkin masih berlanjut tahun depan, sehingga penerimaan pajak maupun PNBP masih akan mengalami tekanan.
&quot;Kebutuhan APBN untuk bisa lebih fleksibel merespon kondisi ketidakpastian tersebut masih akan memerlukan ruang fiskal besar dari sumber pembiayaan,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menargetkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 sebesar 5,5%. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020,
&quot;Angka defisit yang masih relatif tinggi ini merupakan pilihan objektif sebagai upaya melanjutkan penanganan pandemi Covid-19 dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), ketika potensi sisi penerimaan belum sepenuhnya pulih,&quot; ujarnya dalam Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Selasa(1/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Fokus Vaksin Covid-19, Sri Mulyani Kasih Rp169 Triliun ke Menkes Tahun Depan
Dia menyampaikan, besaran defisit juga mempertimbangkan kebijakan fiskal konsolidatif secara bertahap menuju batasan maksimal 3% PDB di 2023.
&quot;Dampak krisis kesehatan kepada perekonomian membuat banyak negara melakukan berbagai langkah kebijakan extraordinary, termasuk Indonesia,&quot; imbuh Ani.
Pada awalnya, defisit APBN 2020 direncanakan sebesar 1,76% dari PDB, terendah dalam lima tahun terakhir.
Baca Juga:&amp;nbsp;Anggaran PEN 2021 Turun Jadi Rp356 Triliun, Ini Perhitungan Sri Mulyani
&quot;Namun demikian, upaya penanganan Covid-19 beserta dampaknya mengharuskan pemerintah mengeluarkan kebijakan pelebaran defisit sampai dengan 6,34% dari PDB di tahun 2020,&quot; ungkapnya.
Ketidakpastian akibat pandemi Covid-19, menurut Ani, sangat mungkin masih berlanjut tahun depan, sehingga penerimaan pajak maupun PNBP masih akan mengalami tekanan.
&quot;Kebutuhan APBN untuk bisa lebih fleksibel merespon kondisi ketidakpastian tersebut masih akan memerlukan ruang fiskal besar dari sumber pembiayaan,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
