<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hati-Hati, Tren Deflasi Masih Terus Berlanjut</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks harga Konsumen (IHK) Agustus deflasi 0,05%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/01/320/2270937/hati-hati-tren-deflasi-masih-terus-berlanjut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/01/320/2270937/hati-hati-tren-deflasi-masih-terus-berlanjut"/><item><title>Hati-Hati, Tren Deflasi Masih Terus Berlanjut</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/01/320/2270937/hati-hati-tren-deflasi-masih-terus-berlanjut</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/01/320/2270937/hati-hati-tren-deflasi-masih-terus-berlanjut</guid><pubDate>Selasa 01 September 2020 16:20 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/01/320/2270937/hati-hati-tren-deflasi-masih-terus-berlanjut-XwtGzIjLze.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah Rp75.000 (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/01/320/2270937/hati-hati-tren-deflasi-masih-terus-berlanjut-XwtGzIjLze.jpg</image><title>Rupiah Rp75.000 (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks harga Konsumen (IHK) Agustus deflasi 0,05%. Pasalnya, tren deflasi akan terus berlanjut ke depannya.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede memprediksi deflasi akan terus berlanjut hingga tahun 2020. Hal ini seiring dengan konsumsi daya beli yang masih turun.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Daya Beli Melemah, Agustus Diprediksi Terjadi Deflasi 0,01%&amp;nbsp;
&quot;Secara keseluruhan, dengan tekanan inflasi yang rendah teersebut mengindikasikan tingkat konsumsi masyarat cenderung masih dalam tren menurun dari awal tahun hingga pertengahanan kuartal III tahun 2020 ini,&quot; kata Josua saat dihubungi, Jakarta, Selasa (1/9/2020).

Namun demikian dengan peningkatan penyerapan belanja pemerintah termasuk anggaran PEN serta pemberian stimulus lanjutan untuk mengungkit daya beli masyarakat pada kuartal III tahun ini.
&amp;nbsp;Baca juga: BPS Catat Agustus Alami Deflasi 0,05%
&quot;Pemerintah sudah meluncurkan beberapa stimulus lanjutan pada akhir bulan Agustus seperti pemberian gaji ke 13 bagi ASN, penyaluran subsidi gaji bagi pekerja dengan gaji &amp;lt;Rp5juta serta pemberian banpres produktif bagi pelaku usaha mikro dan kecil,&quot; katanya.

Kata dia, IHK mengalami deflasi sebesar 0,05%, setelah pada bulan Juli tercatat deflasi sebesar 0,01%. Sementara itu, secara tahunan, inflasi mengalami perlambatan menjadi sebesar 1,32% yoy, lebih rendah dibanding inflasi periode sebelumnya sebesar 1,54% yoy.

Adapun, Deflasi pada bulan Agustus disebabkan oleh kelompok harga barang bergejolak yang mengalami deflasi sebesar 1,44% mom, dan berkontribus pada deflasi sebesar 0,24%.

&quot;Secara sepesifik deflasi didorong oleh 3 komoditas, yaitu daging ayam ras (0,09%), bawang merah (0,07%), dan tomat(0,02%). Dari sisi bawang merah, musim panen disertai dengan permintaan yang belum meningkat drastis mendorong adanya oversupply pada komoditas ini, sehingga harganya cenderung mengalami penurunan,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks harga Konsumen (IHK) Agustus deflasi 0,05%. Pasalnya, tren deflasi akan terus berlanjut ke depannya.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede memprediksi deflasi akan terus berlanjut hingga tahun 2020. Hal ini seiring dengan konsumsi daya beli yang masih turun.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Daya Beli Melemah, Agustus Diprediksi Terjadi Deflasi 0,01%&amp;nbsp;
&quot;Secara keseluruhan, dengan tekanan inflasi yang rendah teersebut mengindikasikan tingkat konsumsi masyarat cenderung masih dalam tren menurun dari awal tahun hingga pertengahanan kuartal III tahun 2020 ini,&quot; kata Josua saat dihubungi, Jakarta, Selasa (1/9/2020).

Namun demikian dengan peningkatan penyerapan belanja pemerintah termasuk anggaran PEN serta pemberian stimulus lanjutan untuk mengungkit daya beli masyarakat pada kuartal III tahun ini.
&amp;nbsp;Baca juga: BPS Catat Agustus Alami Deflasi 0,05%
&quot;Pemerintah sudah meluncurkan beberapa stimulus lanjutan pada akhir bulan Agustus seperti pemberian gaji ke 13 bagi ASN, penyaluran subsidi gaji bagi pekerja dengan gaji &amp;lt;Rp5juta serta pemberian banpres produktif bagi pelaku usaha mikro dan kecil,&quot; katanya.

Kata dia, IHK mengalami deflasi sebesar 0,05%, setelah pada bulan Juli tercatat deflasi sebesar 0,01%. Sementara itu, secara tahunan, inflasi mengalami perlambatan menjadi sebesar 1,32% yoy, lebih rendah dibanding inflasi periode sebelumnya sebesar 1,54% yoy.

Adapun, Deflasi pada bulan Agustus disebabkan oleh kelompok harga barang bergejolak yang mengalami deflasi sebesar 1,44% mom, dan berkontribus pada deflasi sebesar 0,24%.

&quot;Secara sepesifik deflasi didorong oleh 3 komoditas, yaitu daging ayam ras (0,09%), bawang merah (0,07%), dan tomat(0,02%). Dari sisi bawang merah, musim panen disertai dengan permintaan yang belum meningkat drastis mendorong adanya oversupply pada komoditas ini, sehingga harganya cenderung mengalami penurunan,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
