<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kabar Gembira, PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level Ekspansif</title><description>Sektor industri manufaktur di tanah air menunjukkan geliat yang agresif di tengah tekanan dampak pandemi Covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/01/320/2270965/kabar-gembira-pmi-manufaktur-indonesia-tembus-level-ekspansif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/01/320/2270965/kabar-gembira-pmi-manufaktur-indonesia-tembus-level-ekspansif"/><item><title>Kabar Gembira, PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level Ekspansif</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/01/320/2270965/kabar-gembira-pmi-manufaktur-indonesia-tembus-level-ekspansif</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/01/320/2270965/kabar-gembira-pmi-manufaktur-indonesia-tembus-level-ekspansif</guid><pubDate>Selasa 01 September 2020 16:49 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdi Rantung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/01/320/2270965/kabar-gembira-pmi-manufaktur-indonesia-tembus-level-ekspansif-syzJlXjJQq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Investasi (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/01/320/2270965/kabar-gembira-pmi-manufaktur-indonesia-tembus-level-ekspansif-syzJlXjJQq.jpg</image><title>Investasi (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Sektor industri manufaktur di tanah air menunjukkan geliat yang agresif di tengah tekanan dampak pandemi Covid-19. Hal ini tercermin dari Purchasing Managers&amp;rsquo; Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada bulan Agustus yang berada di level 50,8 atau menandakan sedang ekspansif karena melampaui ambang netral (50,0).

&amp;ldquo;Ini merupakan kabar gembira, karena artinya salah satu indikator perekonomian kita mulai merangkak naik. Capaian ini harus kita jaga dan terus ditingkatkan dengan tetap fokus dan kerja keras dalam upaya pemulihan ekonomi nasional,&amp;rdquo; kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Selasa (1/9/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Catatan Industri Selama Pandemi Covid-19
Berdasarkan laporan yang dirilis oleh IHS Markit, PMI Manufaktur Indonesia pada Agustus tahun ini menunjukkan peningkatan yang solid, baik dalam produksi maupun pesanan baru, sehingga membawa kontribusi positif dalam kondisi bisnis sejak bulan Februari. Ekspansi pada output dan permintaan baru tersebut mengalami kisaran yang tercepat selama enam tahun.

Menurut hasil survei, perusahaan manufaktur di Indonesia pada umumnya menyatakan bahwa output dan pertumbuhan penjualan yang kuat berasal dari pembukaan kembali ekonomi secara bertahap. Ini ditunjukkan oleh peningkatan permintaan klien, terutama didorong oleh pasar domestik.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Indeks Manufaktur Indonesia Merangkak Naik, Bukti Ekonomi Mulai Membaik?
Selanjutnya, indeks manufaktur Indonesia pada bulan kedelapan memperlihatkan juga kepercayaan bisnis yang naik ke level tertinggi sejak bulan Mei 2019. Hal ini karena perusahaan menyesuaikan diri  dengan pelonggaran bertahap pada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terkait penyebaran virus corona.&amp;ldquo;Capaian positif pada PMI ini juga menunjukkan bahwa langkah  pemerintah dalam melakukan mitigasi di sektor industri manufaktur saat  pandemi Covid-19 sudah sesuai,&amp;rdquo; jelas Agus.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Indeks Manufaktur Indonesia Naik ke 39,1, Industri Mulai Pulih dari Corona
Selain itu, lonjakan PMI menjadi pijakan yang baik bagi industri  manufaktur di tanah air untuk kembali pulih. Indeks Manufaktur Indonesia  di bulan Agustus naik 3,9 poin dari indeks pada bulan Juli 2020 yang  berada di level 46,9. Rata-rata PMI Manufaktur kuartal III tahun 2020  sebesar 48,8 juga mengindikasikan kondisi lebih baik ketimbang kuartal  II-2020.

&amp;ldquo;Kementerian Perindustrian tentunya terus mengawal sektor industri  manufaktur nasional agar dapat tumbuh positif dan nantinya dapat  sepenuhnya pulih dari tekanan dampak pandemi Covid-19.  Kebijakan-kebijakan yang sudah Kemenperin keluarkan tentu juga akan  dievaluasi efektivitasnya dan akan kami sesuaikan dengan kondisi di  sektor industri,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Sektor industri manufaktur di tanah air menunjukkan geliat yang agresif di tengah tekanan dampak pandemi Covid-19. Hal ini tercermin dari Purchasing Managers&amp;rsquo; Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada bulan Agustus yang berada di level 50,8 atau menandakan sedang ekspansif karena melampaui ambang netral (50,0).

&amp;ldquo;Ini merupakan kabar gembira, karena artinya salah satu indikator perekonomian kita mulai merangkak naik. Capaian ini harus kita jaga dan terus ditingkatkan dengan tetap fokus dan kerja keras dalam upaya pemulihan ekonomi nasional,&amp;rdquo; kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Selasa (1/9/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Catatan Industri Selama Pandemi Covid-19
Berdasarkan laporan yang dirilis oleh IHS Markit, PMI Manufaktur Indonesia pada Agustus tahun ini menunjukkan peningkatan yang solid, baik dalam produksi maupun pesanan baru, sehingga membawa kontribusi positif dalam kondisi bisnis sejak bulan Februari. Ekspansi pada output dan permintaan baru tersebut mengalami kisaran yang tercepat selama enam tahun.

Menurut hasil survei, perusahaan manufaktur di Indonesia pada umumnya menyatakan bahwa output dan pertumbuhan penjualan yang kuat berasal dari pembukaan kembali ekonomi secara bertahap. Ini ditunjukkan oleh peningkatan permintaan klien, terutama didorong oleh pasar domestik.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Indeks Manufaktur Indonesia Merangkak Naik, Bukti Ekonomi Mulai Membaik?
Selanjutnya, indeks manufaktur Indonesia pada bulan kedelapan memperlihatkan juga kepercayaan bisnis yang naik ke level tertinggi sejak bulan Mei 2019. Hal ini karena perusahaan menyesuaikan diri  dengan pelonggaran bertahap pada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terkait penyebaran virus corona.&amp;ldquo;Capaian positif pada PMI ini juga menunjukkan bahwa langkah  pemerintah dalam melakukan mitigasi di sektor industri manufaktur saat  pandemi Covid-19 sudah sesuai,&amp;rdquo; jelas Agus.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Indeks Manufaktur Indonesia Naik ke 39,1, Industri Mulai Pulih dari Corona
Selain itu, lonjakan PMI menjadi pijakan yang baik bagi industri  manufaktur di tanah air untuk kembali pulih. Indeks Manufaktur Indonesia  di bulan Agustus naik 3,9 poin dari indeks pada bulan Juli 2020 yang  berada di level 46,9. Rata-rata PMI Manufaktur kuartal III tahun 2020  sebesar 48,8 juga mengindikasikan kondisi lebih baik ketimbang kuartal  II-2020.

&amp;ldquo;Kementerian Perindustrian tentunya terus mengawal sektor industri  manufaktur nasional agar dapat tumbuh positif dan nantinya dapat  sepenuhnya pulih dari tekanan dampak pandemi Covid-19.  Kebijakan-kebijakan yang sudah Kemenperin keluarkan tentu juga akan  dievaluasi efektivitasnya dan akan kami sesuaikan dengan kondisi di  sektor industri,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
