<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Premium dan Pertalite Bakal Dihapus, Ini Untungnya bagi Masyarakat</title><description>PT Pertamina (Persero) berencana menghapus penggunaan BBM dengan oktan (RON) rendah di bawah 91 yang tidak ramah lingkungan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/01/320/2271035/premium-dan-pertalite-bakal-dihapus-ini-untungnya-bagi-masyarakat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/01/320/2271035/premium-dan-pertalite-bakal-dihapus-ini-untungnya-bagi-masyarakat"/><item><title>Premium dan Pertalite Bakal Dihapus, Ini Untungnya bagi Masyarakat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/01/320/2271035/premium-dan-pertalite-bakal-dihapus-ini-untungnya-bagi-masyarakat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/01/320/2271035/premium-dan-pertalite-bakal-dihapus-ini-untungnya-bagi-masyarakat</guid><pubDate>Selasa 01 September 2020 18:28 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/01/320/2271035/premium-dan-pertalite-bakal-dihapus-ini-untungnya-bagi-masyarakat-HvADqHCbV2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Premium (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/01/320/2271035/premium-dan-pertalite-bakal-dihapus-ini-untungnya-bagi-masyarakat-HvADqHCbV2.jpg</image><title>Premium (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) berencana menghapus penggunaan BBM dengan oktan (RON) rendah di bawah 91 yang tidak ramah lingkungan. Diketahui, kini ada dua jenis BBM yang oktannya rendah, yaitu Pertalite dan Premium.
Menanggapi hal itu, Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan menilai rencana peninjauan kembali itu merupakan keputusan yang tepat. Pasalnya, berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Nomor 20 Tahun 2017 yang mensyaratkan penggunaan BBM harus di atas RON 91.
Baca Juga:&amp;nbsp;Premium dan Pertalite Dihapus, Ini Kata Bos Pertamina
&quot;Terkait dengan rencana penghapusan BBM Premium dan Pertalite pada dasarnya saya setuju dengan hal tersebut,&quot; kata Mamit saat dihubungi Okezone, Selasa (1/9/2020).
Selain itu, saat ini masyarakat sudah teredukasi minimal untuk menggunakan BBM yang ramah lingkungan karena mereka sudah paham bahwa penggunaaan BBM dengan RON tinggi banyak keuntungannya. Misalnya, performa dari mesin kendaraannya meningkat karena pembakaran yang lebih sempurna.
&quot;Dengan demikian, kendaraan bisa menjadi lebih irit dengan jarak tempuh lebih panjang sehingga biaya mereka juga bisa lebih hemat. Selain itu,mesin jadi lebih awet dan terawat di mana cost maintenance mesin menjadi lebih murah,&quot; ujarnya.
Baca Juga: Pertamina: Selama Masih Ditugaskan, Premium Tetap Ada
Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati memaparkan, Pertamina tengah meninjau kembali penggunaan BBM dengan oktan (RON) rendah di bawah 91 yang tidak ramah lingkungan.
&quot;Artinya, ada dua produk yang kemudian tidak boleh dikelola dan dijual di pasar yaitu premium dan pertalite. Namun demikian, kita akan melakukan pengkajian karena premium dan pertalite konsumennya paling besar,&quot; kata Nicke.
Menurut Nicke, masih ada tujuh negara di dunia yang masih menggunakan BBM premium termasuk Indonesia. Ketujuh negara tersebut adalah Kolombia, Mesir, Mongolia, Ukraina, Uzbekistan, Indonesia, dan Bangladesh.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) berencana menghapus penggunaan BBM dengan oktan (RON) rendah di bawah 91 yang tidak ramah lingkungan. Diketahui, kini ada dua jenis BBM yang oktannya rendah, yaitu Pertalite dan Premium.
Menanggapi hal itu, Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan menilai rencana peninjauan kembali itu merupakan keputusan yang tepat. Pasalnya, berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Nomor 20 Tahun 2017 yang mensyaratkan penggunaan BBM harus di atas RON 91.
Baca Juga:&amp;nbsp;Premium dan Pertalite Dihapus, Ini Kata Bos Pertamina
&quot;Terkait dengan rencana penghapusan BBM Premium dan Pertalite pada dasarnya saya setuju dengan hal tersebut,&quot; kata Mamit saat dihubungi Okezone, Selasa (1/9/2020).
Selain itu, saat ini masyarakat sudah teredukasi minimal untuk menggunakan BBM yang ramah lingkungan karena mereka sudah paham bahwa penggunaaan BBM dengan RON tinggi banyak keuntungannya. Misalnya, performa dari mesin kendaraannya meningkat karena pembakaran yang lebih sempurna.
&quot;Dengan demikian, kendaraan bisa menjadi lebih irit dengan jarak tempuh lebih panjang sehingga biaya mereka juga bisa lebih hemat. Selain itu,mesin jadi lebih awet dan terawat di mana cost maintenance mesin menjadi lebih murah,&quot; ujarnya.
Baca Juga: Pertamina: Selama Masih Ditugaskan, Premium Tetap Ada
Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati memaparkan, Pertamina tengah meninjau kembali penggunaan BBM dengan oktan (RON) rendah di bawah 91 yang tidak ramah lingkungan.
&quot;Artinya, ada dua produk yang kemudian tidak boleh dikelola dan dijual di pasar yaitu premium dan pertalite. Namun demikian, kita akan melakukan pengkajian karena premium dan pertalite konsumennya paling besar,&quot; kata Nicke.
Menurut Nicke, masih ada tujuh negara di dunia yang masih menggunakan BBM premium termasuk Indonesia. Ketujuh negara tersebut adalah Kolombia, Mesir, Mongolia, Ukraina, Uzbekistan, Indonesia, dan Bangladesh.</content:encoded></item></channel></rss>
