<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>      Tingkat Hunian Kamar Mulai Naik tapi Hotel Berbintang Masih Sepi</title><description>BPS mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Juli 2020 mencapai rata-rata 28,07%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/01/470/2270800/tingkat-hunian-kamar-mulai-naik-tapi-hotel-berbintang-masih-sepi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/01/470/2270800/tingkat-hunian-kamar-mulai-naik-tapi-hotel-berbintang-masih-sepi"/><item><title>      Tingkat Hunian Kamar Mulai Naik tapi Hotel Berbintang Masih Sepi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/01/470/2270800/tingkat-hunian-kamar-mulai-naik-tapi-hotel-berbintang-masih-sepi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/01/470/2270800/tingkat-hunian-kamar-mulai-naik-tapi-hotel-berbintang-masih-sepi</guid><pubDate>Selasa 01 September 2020 13:45 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/01/470/2270800/tingkat-hunian-kamar-mulai-naik-tapi-hotel-berbintang-masih-sepi-0ANO7qaTdW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hotel (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/01/470/2270800/tingkat-hunian-kamar-mulai-naik-tapi-hotel-berbintang-masih-sepi-0ANO7qaTdW.jpg</image><title>Hotel (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Juli 2020 mencapai rata-rata 28,07% atau turun 28,66 poin dibandingkan dengan TPK Juli 2019 yang tercatat sebesar 56,73%

Sementara itu, jika dibanding TPK Juni 2020, TPK hotel klasifikasi bintang pada Juli 2020 mengalami kenaikan sebesar 8,37 poin.

Kepala BPS Suhariyanto merinci rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Juli 2020 tercatat sebesar 1,66 hari, terjadi penurunan sebesar 0,14 poin jika dibandingkan keadaan Juli 2019.

&quot;Jumlah wisman ini kalau kita bandingkan dengan posisi tahun lalu masih mengalami kontraksi yang dalam sekali yaitu 89,2%, kata Suhariyanto dalam video virtual, Selasa (1/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Turis Asing ke RI Masih Sepi, BPS Beberkan Alasannya&amp;nbsp;
Dia melanjutkan, industri pariwisata akan butuh waktu yang agak lama untuk recovery kembali kepada posisi normal. &quot;Pariwisata pulihnya akan lama karena saat ini msasih dalam covid-19,&quot; jelasnya.

Sebagai informasi, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia Juli 2020 mengalami penurunan sebesar 89,12% dibanding jumlah kunjungan pada Juli 2019. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Juni 2020, jumlah kunjungan wisman pada Juli 2020 mengalami kenaikan sebesar 0,95 %.

Secara kumulatif (Januari-Juli 2020), jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 3,25 juta kunjungan atau turun 64,64% dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2019 yang berjumlah 9,18 juta kunjungan.


</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Juli 2020 mencapai rata-rata 28,07% atau turun 28,66 poin dibandingkan dengan TPK Juli 2019 yang tercatat sebesar 56,73%

Sementara itu, jika dibanding TPK Juni 2020, TPK hotel klasifikasi bintang pada Juli 2020 mengalami kenaikan sebesar 8,37 poin.

Kepala BPS Suhariyanto merinci rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Juli 2020 tercatat sebesar 1,66 hari, terjadi penurunan sebesar 0,14 poin jika dibandingkan keadaan Juli 2019.

&quot;Jumlah wisman ini kalau kita bandingkan dengan posisi tahun lalu masih mengalami kontraksi yang dalam sekali yaitu 89,2%, kata Suhariyanto dalam video virtual, Selasa (1/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Turis Asing ke RI Masih Sepi, BPS Beberkan Alasannya&amp;nbsp;
Dia melanjutkan, industri pariwisata akan butuh waktu yang agak lama untuk recovery kembali kepada posisi normal. &quot;Pariwisata pulihnya akan lama karena saat ini msasih dalam covid-19,&quot; jelasnya.

Sebagai informasi, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia Juli 2020 mengalami penurunan sebesar 89,12% dibanding jumlah kunjungan pada Juli 2019. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Juni 2020, jumlah kunjungan wisman pada Juli 2020 mengalami kenaikan sebesar 0,95 %.

Secara kumulatif (Januari-Juli 2020), jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 3,25 juta kunjungan atau turun 64,64% dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2019 yang berjumlah 9,18 juta kunjungan.


</content:encoded></item></channel></rss>
