<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lagi, Anggota DPR Cecar Menteri ESDM soal Subsidi Gas Elpiji 3 Kg</title><description>Komisi VII Dewan Perwakilan (DPR) mempertanyakan keputusan pemerintah mengurangi kuota gas elpiji subsidi</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/02/320/2271449/lagi-anggota-dpr-cecar-menteri-esdm-soal-subsidi-gas-elpiji-3-kg</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/02/320/2271449/lagi-anggota-dpr-cecar-menteri-esdm-soal-subsidi-gas-elpiji-3-kg"/><item><title>Lagi, Anggota DPR Cecar Menteri ESDM soal Subsidi Gas Elpiji 3 Kg</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/02/320/2271449/lagi-anggota-dpr-cecar-menteri-esdm-soal-subsidi-gas-elpiji-3-kg</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/02/320/2271449/lagi-anggota-dpr-cecar-menteri-esdm-soal-subsidi-gas-elpiji-3-kg</guid><pubDate>Rabu 02 September 2020 14:34 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/02/320/2271449/lagi-anggota-dpr-cecar-menteri-esdm-soal-subsidi-gas-elpiji-3-kg-niad2DdMEY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemerintah Kurangi Kuota Gas Elpiji Subsidi. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/02/320/2271449/lagi-anggota-dpr-cecar-menteri-esdm-soal-subsidi-gas-elpiji-3-kg-niad2DdMEY.jpg</image><title>Pemerintah Kurangi Kuota Gas Elpiji Subsidi. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Komisi VII Dewan Perwakilan (DPR) mempertanyakan keputusan pemerintah mengurangi kuota gas elpiji subsidi atau elpiji 3 kilogram (Kg) pada tahun depan.
Dalam Nota Keuangan 2021, pemerintah menyampaikan bahwa menurunkan kuota elpiji 3 kg menjadi 7 juta metrik ton. Hal tersebut berkurang dari kesepakatan kerja antara Komisi VII DPR dan Kementerian ESDM sebanyak 7,5 juta - 7,8 juta metrik ton.
Anggota Komisi VII DPR Dony Maryadi menilai, seharusnya kuota elpiji tabung melon inni meningkat setiap tahunnya. Apalagi di tengah pandemi Covid-19, sudah seharusnya pemerintah mendukung keberlangsunan masyarakat terdampak.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pertamina Prediksi Konsumsi Gas Elpiji Naik 5% saat Lebaran
&quot;Seyogyanya kalau melihat yang ada di tahun ini kurang lebih sekitar 7,2 juta-7,5 juta metrik ton kita naik dengan situasi normal. Saat ini berbeda, situasi enggak normal kondisi masyarakat betul-betul membutuhkan gas 3 kg tadi,&quot; katanya dalam gelaran Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR RI, Rabu (2/9/2020).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/08/06/66555/335305_medium.jpg&quot; alt=&quot;Konsumsi Normal Tabung Gas Elpiji 3 Kg&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Senada dengan Doni, Anggota Komisi VII DPR Subarna mengatakan, pandemi Covid-19 mengakibatkan bertambahnya jumlah masyarakat miskin di Indonesia. Oleh karenanya, elpiji 3 kg seharusnya mengalami peningkatan pada tahun depan.
&quot;Hasil dampak Covid adalah kemiskinan, yang diperlukan elpiji 3 kg sudah jelas karena banyak yang miskin,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Penggunaan LPG Non-PSO Naik Selama Work from Home
Senada dengannya, Anggota DPR RI Maman Abdurahman menambahkan, tidak setuju jika penyaluran subsidi gas 3 kg yang tidak tepat sasaran malah menjadi pengurangan kuota. Seharusnya, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan DPR yang menjadikan pengawasan penyaluran LPG 3 kg ini agar tetap sasaran.
&quot;Saya bilang, selama pemerintah di daerah belum serius pengawasan, konsekuensi logisnya pasti akan naik terus. Kalau mau di angka 7 juta ton, harus serius pengawasannya. Kalau enggak siap, ya harus siap dengan aspirasi ini (naik jadi 7,5 juta MT),&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi VII Dewan Perwakilan (DPR) mempertanyakan keputusan pemerintah mengurangi kuota gas elpiji subsidi atau elpiji 3 kilogram (Kg) pada tahun depan.
Dalam Nota Keuangan 2021, pemerintah menyampaikan bahwa menurunkan kuota elpiji 3 kg menjadi 7 juta metrik ton. Hal tersebut berkurang dari kesepakatan kerja antara Komisi VII DPR dan Kementerian ESDM sebanyak 7,5 juta - 7,8 juta metrik ton.
Anggota Komisi VII DPR Dony Maryadi menilai, seharusnya kuota elpiji tabung melon inni meningkat setiap tahunnya. Apalagi di tengah pandemi Covid-19, sudah seharusnya pemerintah mendukung keberlangsunan masyarakat terdampak.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pertamina Prediksi Konsumsi Gas Elpiji Naik 5% saat Lebaran
&quot;Seyogyanya kalau melihat yang ada di tahun ini kurang lebih sekitar 7,2 juta-7,5 juta metrik ton kita naik dengan situasi normal. Saat ini berbeda, situasi enggak normal kondisi masyarakat betul-betul membutuhkan gas 3 kg tadi,&quot; katanya dalam gelaran Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR RI, Rabu (2/9/2020).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/08/06/66555/335305_medium.jpg&quot; alt=&quot;Konsumsi Normal Tabung Gas Elpiji 3 Kg&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Senada dengan Doni, Anggota Komisi VII DPR Subarna mengatakan, pandemi Covid-19 mengakibatkan bertambahnya jumlah masyarakat miskin di Indonesia. Oleh karenanya, elpiji 3 kg seharusnya mengalami peningkatan pada tahun depan.
&quot;Hasil dampak Covid adalah kemiskinan, yang diperlukan elpiji 3 kg sudah jelas karena banyak yang miskin,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Penggunaan LPG Non-PSO Naik Selama Work from Home
Senada dengannya, Anggota DPR RI Maman Abdurahman menambahkan, tidak setuju jika penyaluran subsidi gas 3 kg yang tidak tepat sasaran malah menjadi pengurangan kuota. Seharusnya, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan DPR yang menjadikan pengawasan penyaluran LPG 3 kg ini agar tetap sasaran.
&quot;Saya bilang, selama pemerintah di daerah belum serius pengawasan, konsekuensi logisnya pasti akan naik terus. Kalau mau di angka 7 juta ton, harus serius pengawasannya. Kalau enggak siap, ya harus siap dengan aspirasi ini (naik jadi 7,5 juta MT),&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
