<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dolar Balik Menguat Didukung Meningkatnya Aktivitas Industri di AS</title><description>Data ekonomi yang diterbitkan pada Selasa menunjukkan peningkatan aktivitas manufaktur AS</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/03/320/2271824/dolar-balik-menguat-didukung-meningkatnya-aktivitas-industri-di-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/03/320/2271824/dolar-balik-menguat-didukung-meningkatnya-aktivitas-industri-di-as"/><item><title>Dolar Balik Menguat Didukung Meningkatnya Aktivitas Industri di AS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/03/320/2271824/dolar-balik-menguat-didukung-meningkatnya-aktivitas-industri-di-as</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/03/320/2271824/dolar-balik-menguat-didukung-meningkatnya-aktivitas-industri-di-as</guid><pubDate>Kamis 03 September 2020 08:03 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/03/320/2271824/dolar-balik-menguat-didukung-meningkatnya-aktivitas-industri-di-as-Z24JLR9eTv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dolar AS Menguat Terhadap Mata Uang Lainnya. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/03/320/2271824/dolar-balik-menguat-didukung-meningkatnya-aktivitas-industri-di-as-Z24JLR9eTv.jpg</image><title>Dolar AS Menguat Terhadap Mata Uang Lainnya. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Kurs dolar Amerika Serikat (AS) balik menguat pada perdagangan Rabu waktu setempat. Dolar naik dari posisi terendah usai aktivitas manufaktur di AS menunjukkan penguatan. Sementara itu, euro turu dari level tertinggi sejak 2018 karena aksi ambil untung.
Institute for Supply Management mencatat data ekonomi yang diterbitkan pada Selasa menunjukkan peningkatan aktivitas manufaktur AS. Hal tersebut terlihat dari lonjakan pesanan baru selama Agustus 2020.
Baca Juga:&amp;nbsp;Indeks Dolar AS Menurun, Poundsterling Naik ke Level Tertinggi
Data AS mengikuti indikator manufaktur China dan Eropa yang sama optimisnya. Peningkatan permintaan produksi ini telah berkontribusi pada kenaikan greenback.
Indeks dolar naik tipis 0,5% pada 92,80, setelah mencapai level terendah sejak April 2018 di 91,737. Demikian  dila dilansir dari CNBC, Kamis (3/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Kebijakan The Fed Dorong Dolar AS ke Level Terendah
Meski demikian, greenback telah turun sekitar 1% sejak pekan lalu  setelah Federal Reserve mengumumkan akan lebih fokus pada inflasi rata-rata dan lapangan kerja yang lebih tinggi.
Dengan perubahan kebijakan Fed yang memiliki kelonggaran untuk mempertahankan suku bunga AS lebih rendah lebih lama, hal itu telah mendorong para pedagang untuk menjual mata uang.Sementara itu, euro yang sebenarnya diuntungkan dari aksi jual dolar awal telah naik ke USD1,2014 pada perdagangan Selasa. Tapi euro kemudian membalikkan keuntungan karena aksi jual dengan turun USD1,19085.
Terhadap yen Jepang, dolar AS sedikit berubah pada 106,07 yen. Pasar telah memperhitungkan risiko di mana Partai Diplomatik Liberal Jepang secara resmi memutuskan untuk mengadakan pemilihan 14 September.
Di sisi lain, data terpisah dari Biro Statistik Australia menunjukkan penurunan ekonomi Australia terburuk dalam produk domestik kuartalan karena virus corona mendorong negara itu ke dalam resesi. Menyusul pengumuman data, dolar Australia turun 0,5% menjadi USD0,7348. (fbn)</description><content:encoded>JAKARTA - Kurs dolar Amerika Serikat (AS) balik menguat pada perdagangan Rabu waktu setempat. Dolar naik dari posisi terendah usai aktivitas manufaktur di AS menunjukkan penguatan. Sementara itu, euro turu dari level tertinggi sejak 2018 karena aksi ambil untung.
Institute for Supply Management mencatat data ekonomi yang diterbitkan pada Selasa menunjukkan peningkatan aktivitas manufaktur AS. Hal tersebut terlihat dari lonjakan pesanan baru selama Agustus 2020.
Baca Juga:&amp;nbsp;Indeks Dolar AS Menurun, Poundsterling Naik ke Level Tertinggi
Data AS mengikuti indikator manufaktur China dan Eropa yang sama optimisnya. Peningkatan permintaan produksi ini telah berkontribusi pada kenaikan greenback.
Indeks dolar naik tipis 0,5% pada 92,80, setelah mencapai level terendah sejak April 2018 di 91,737. Demikian  dila dilansir dari CNBC, Kamis (3/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Kebijakan The Fed Dorong Dolar AS ke Level Terendah
Meski demikian, greenback telah turun sekitar 1% sejak pekan lalu  setelah Federal Reserve mengumumkan akan lebih fokus pada inflasi rata-rata dan lapangan kerja yang lebih tinggi.
Dengan perubahan kebijakan Fed yang memiliki kelonggaran untuk mempertahankan suku bunga AS lebih rendah lebih lama, hal itu telah mendorong para pedagang untuk menjual mata uang.Sementara itu, euro yang sebenarnya diuntungkan dari aksi jual dolar awal telah naik ke USD1,2014 pada perdagangan Selasa. Tapi euro kemudian membalikkan keuntungan karena aksi jual dengan turun USD1,19085.
Terhadap yen Jepang, dolar AS sedikit berubah pada 106,07 yen. Pasar telah memperhitungkan risiko di mana Partai Diplomatik Liberal Jepang secara resmi memutuskan untuk mengadakan pemilihan 14 September.
Di sisi lain, data terpisah dari Biro Statistik Australia menunjukkan penurunan ekonomi Australia terburuk dalam produk domestik kuartalan karena virus corona mendorong negara itu ke dalam resesi. Menyusul pengumuman data, dolar Australia turun 0,5% menjadi USD0,7348. (fbn)</content:encoded></item></channel></rss>
