<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bukan Hanya Manusia, Uang Juga Dikarantina 14 Hari dan Disemprot Disinfektan</title><description>Seiring perkembangan pandemi Covid-19, tren masyarakat dalam transaksi pun berubah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/03/320/2271899/bukan-hanya-manusia-uang-juga-dikarantina-14-hari-dan-disemprot-disinfektan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/03/320/2271899/bukan-hanya-manusia-uang-juga-dikarantina-14-hari-dan-disemprot-disinfektan"/><item><title>Bukan Hanya Manusia, Uang Juga Dikarantina 14 Hari dan Disemprot Disinfektan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/03/320/2271899/bukan-hanya-manusia-uang-juga-dikarantina-14-hari-dan-disemprot-disinfektan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/03/320/2271899/bukan-hanya-manusia-uang-juga-dikarantina-14-hari-dan-disemprot-disinfektan</guid><pubDate>Kamis 03 September 2020 11:08 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/03/320/2271899/bukan-hanya-manusia-uang-juga-dikarantina-14-hari-dan-disemprot-disinfektan-geILUFB8tm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/03/320/2271899/bukan-hanya-manusia-uang-juga-dikarantina-14-hari-dan-disemprot-disinfektan-geILUFB8tm.jpg</image><title>Rupiah (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Seiring perkembangan pandemi Covid-19, tren masyarakat dalam transaksi pun berubah. Kini, dengan maraknya e-commerce, transaksi nontunai semakin meningkat.

Bahkan, Asisten Gubernur Bank Indonesia (BI) sekaligus Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta mengatakan bahwa angka transaksi menggunakan e-wallet atau uang elektronik bahkan lebih tinggi dari transfer bank.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Penukaran Uang Khusus Rp75.000 Laris Manis, Pasokannya Bagaimana?
&quot;Kami paham kenapa transaksi tunai menurun, tapi perlu diingat bahwa penggunaan uang tunai tidak tabu, it's okay,&quot; ujar Filianingsih dalam Webinar, Jakarta, Kamis (3/9/2020).

Dia menegaskan bahwa BI memberlakukan protokol Covid-19 yang ketat. Bukan hanya ke manusia, tapi juga ke uang tunai yang masuk ke BI.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Belum Kebagian Uang Pecahan Rp75.000? Tenang, Kuota Penukaran Ditambah Hari Ini
&quot;Untuk setiap uang tunai yang masuk ke BI, kami berlakukan protokol, jadi kami semprot disinfektan dan karantina selama 14 hari, seperti manusia juga,&quot; tambah Filianingsih.

Meski demikian, untuk saat ini, BI cenderung lebih memilih transaksi non tunai. Hal ini dikarenakan adanya Covid-19.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Fenomena Koin Seharga Ratusan Juta, dari Kerokan hingga UPK Kemerdekaan
&quot;Untuk digital banking, baik mobile banking dan e-banking, angka penggunaannya juga meningkat. Dulu yang memakai biasanya korporasi, tapi sekarang lebih cenderung ke individu,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Seiring perkembangan pandemi Covid-19, tren masyarakat dalam transaksi pun berubah. Kini, dengan maraknya e-commerce, transaksi nontunai semakin meningkat.

Bahkan, Asisten Gubernur Bank Indonesia (BI) sekaligus Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta mengatakan bahwa angka transaksi menggunakan e-wallet atau uang elektronik bahkan lebih tinggi dari transfer bank.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Penukaran Uang Khusus Rp75.000 Laris Manis, Pasokannya Bagaimana?
&quot;Kami paham kenapa transaksi tunai menurun, tapi perlu diingat bahwa penggunaan uang tunai tidak tabu, it's okay,&quot; ujar Filianingsih dalam Webinar, Jakarta, Kamis (3/9/2020).

Dia menegaskan bahwa BI memberlakukan protokol Covid-19 yang ketat. Bukan hanya ke manusia, tapi juga ke uang tunai yang masuk ke BI.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Belum Kebagian Uang Pecahan Rp75.000? Tenang, Kuota Penukaran Ditambah Hari Ini
&quot;Untuk setiap uang tunai yang masuk ke BI, kami berlakukan protokol, jadi kami semprot disinfektan dan karantina selama 14 hari, seperti manusia juga,&quot; tambah Filianingsih.

Meski demikian, untuk saat ini, BI cenderung lebih memilih transaksi non tunai. Hal ini dikarenakan adanya Covid-19.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Fenomena Koin Seharga Ratusan Juta, dari Kerokan hingga UPK Kemerdekaan
&quot;Untuk digital banking, baik mobile banking dan e-banking, angka penggunaannya juga meningkat. Dulu yang memakai biasanya korporasi, tapi sekarang lebih cenderung ke individu,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
