<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Mahalnya Harga Masker dan Hand Sanitizer Paling Banyak Diadukan Warga +62</title><description>YLKI banyak menerima berbagai macam pengaduan konsumen di saat pandemi virus corona atau Covid-19</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/03/320/2272066/mahalnya-harga-masker-dan-hand-sanitizer-paling-banyak-diadukan-warga-62</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/03/320/2272066/mahalnya-harga-masker-dan-hand-sanitizer-paling-banyak-diadukan-warga-62"/><item><title>   Mahalnya Harga Masker dan Hand Sanitizer Paling Banyak Diadukan Warga +62</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/03/320/2272066/mahalnya-harga-masker-dan-hand-sanitizer-paling-banyak-diadukan-warga-62</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/03/320/2272066/mahalnya-harga-masker-dan-hand-sanitizer-paling-banyak-diadukan-warga-62</guid><pubDate>Kamis 03 September 2020 14:54 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdi Rantung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/03/320/2272066/mahalnya-harga-masker-dan-hand-sanitizer-paling-banyak-diadukan-warga-62-AdhfA1tC44.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Masker (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/03/320/2272066/mahalnya-harga-masker-dan-hand-sanitizer-paling-banyak-diadukan-warga-62-AdhfA1tC44.jpg</image><title>Masker (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) banyak menerima berbagai macam pengaduan konsumen di saat pandemi virus corona atau Covid-19. Salah satu pengaduan yang banyak masuk terkait harga masker dan hand sanitizer sebesar 33% dari total pengaduan.

&quot;Aduan masker dan hand sanitizer ini terkait harga yang mahal dan kelangkaan barang. Saat itu kami menduga ada oknum yang mencoba menimbun barang-barang tersebut,&quot; kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi dalam diskusi webinar, Kamis (3/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Tips Aman Belanja Online agar Tak Tertipu&amp;nbsp;
Selain itu, lanjut Tulus, pihaknya juga banyak mendapatkan banyak pengaduan oleh konsumeni di Indonesia alias warga +62 di sektor transportasi sebesar 25%. Pengaduan ini terkait refund dengan tiket.

&quot;Banyak masyarakat yang mengeluhkan karena refund tiket tidak digantikan dengan uang, tapi berupa voucher. Kebanyakan aduan ini terkait maskapai penerbangan&quot; jelasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;4 Perusahaan Pemborong Vaksin Covid-19, dari Astra hingga Sinarmas&amp;nbsp;
Kemudian, belanja online. YLKI mencatat jumlah pengaduan mencapai 16,67% dengan dominasi kasus penipuan atau harga tinggi.

&quot;Tren atas belanja online membawa potensi atas tindakan penipuan dan penjualan barang-barang tertentu dengan harga tinggi. Khususnya alat kesehatan,&quot; terangnya

Selanjutnya, relaksasi jasa keuangan. YLKI mencatat persentase pengaduan mencapai 11,11% dan supermarket mencapai 5,50% terkait lonjakan dan kelangkaan sejumlah barang.

</description><content:encoded>JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) banyak menerima berbagai macam pengaduan konsumen di saat pandemi virus corona atau Covid-19. Salah satu pengaduan yang banyak masuk terkait harga masker dan hand sanitizer sebesar 33% dari total pengaduan.

&quot;Aduan masker dan hand sanitizer ini terkait harga yang mahal dan kelangkaan barang. Saat itu kami menduga ada oknum yang mencoba menimbun barang-barang tersebut,&quot; kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi dalam diskusi webinar, Kamis (3/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Tips Aman Belanja Online agar Tak Tertipu&amp;nbsp;
Selain itu, lanjut Tulus, pihaknya juga banyak mendapatkan banyak pengaduan oleh konsumeni di Indonesia alias warga +62 di sektor transportasi sebesar 25%. Pengaduan ini terkait refund dengan tiket.

&quot;Banyak masyarakat yang mengeluhkan karena refund tiket tidak digantikan dengan uang, tapi berupa voucher. Kebanyakan aduan ini terkait maskapai penerbangan&quot; jelasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;4 Perusahaan Pemborong Vaksin Covid-19, dari Astra hingga Sinarmas&amp;nbsp;
Kemudian, belanja online. YLKI mencatat jumlah pengaduan mencapai 16,67% dengan dominasi kasus penipuan atau harga tinggi.

&quot;Tren atas belanja online membawa potensi atas tindakan penipuan dan penjualan barang-barang tertentu dengan harga tinggi. Khususnya alat kesehatan,&quot; terangnya

Selanjutnya, relaksasi jasa keuangan. YLKI mencatat persentase pengaduan mencapai 11,11% dan supermarket mencapai 5,50% terkait lonjakan dan kelangkaan sejumlah barang.

</content:encoded></item></channel></rss>
