<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pandemi Covid-19 Selesai Kredit Macet Berkurang      </title><description>Semakin cepat pandemi diselesaikan semakin cepat kredit bermasalah berkurang</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/03/320/2272113/pandemi-covid-19-selesai-kredit-macet-berkurang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/03/320/2272113/pandemi-covid-19-selesai-kredit-macet-berkurang"/><item><title>Pandemi Covid-19 Selesai Kredit Macet Berkurang      </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/03/320/2272113/pandemi-covid-19-selesai-kredit-macet-berkurang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/03/320/2272113/pandemi-covid-19-selesai-kredit-macet-berkurang</guid><pubDate>Kamis 03 September 2020 15:45 WIB</pubDate><dc:creator>Kunthi Fahmar Shandy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/03/320/2272113/pandemi-covid-19-selesai-kredit-macet-berkurang-WYEcUvm1dc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Semakin Cepat Covid Diatasi, Rasio Kredit Macet Pasti Berkurang. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/03/320/2272113/pandemi-covid-19-selesai-kredit-macet-berkurang-WYEcUvm1dc.jpg</image><title>Semakin Cepat Covid Diatasi, Rasio Kredit Macet Pasti Berkurang. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah diminta cepat untuk meyelesaikan penanganan pandemi Covid-19. Semakin cepat pandemi diselesaikan semakin cepat kredit bermasalah atau Non performing loan (NPL) berkurang.
Adapun per Juni 2020, rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) berada di angka 3,11% (bruto) dan 1,16% (neto).
&quot;Saat ini sektor perbankan dan sektor keuangan yang akan dijadikan kawah candradimuka akan diperah habis habisan. Dan itu sebetulnya tidak akan semakin buruk kalau Covid-nya diselesaikan dengan cepat. Makin cepat Covid diselesaikan maka kredit macet makin berkurang,&quot; ujar Ekonom Senior Indef Faisal Basri saat webinar di Jakarta, Kamis (3/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Beda dengan Bank BUMN, Pertumbuhan Kredit BPD Moncer
Selain itu, sektor lainnya juga akan semakin buruk kalau pemerintah lamban dalam menghadapi Covid-19. Intinya semakin cepat Covid diselesaikan maka semakin cepat juga dana masyarakat yang ada di perbankan untuk dibelanjakan.
Mengapa Dana Pihak Ketiga (DPK) tetap tumbuh tinggi sampai 8%? Karena masyarakat menghadapi ketidakpastian Covid kapan akan selesai.
&quot;Makanya masyarakat menabung lebih banyak untuk berjaga jaga. Ini juga yang membuat kenapa pasar saham tidak anjlok,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Realisasi Rendah, Subsidi Bunga KUR Diperpanjang hingga Akhir Tahun
Jadi masyarakat dan dunia usaha menunda investasi sehingga perbankan juga tidak mau mencairkan dananya untuk pinjaman baru.  &quot;Kecuali kalau ada kredit program yang diberikan pemerintah,&quot; cetusnya.
Oleh karena, lanjut Faisal, untuk menjaga sektor keuangan dan sektor riil kuncinya adalah menjinakan covid 19 bukan dengan jurus mabok.
&quot;Dengan begitu penerimaan negara akan pulih baru setelah itu benahi total perpajakan agar tax ratio naik,&quot; ungkap dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah diminta cepat untuk meyelesaikan penanganan pandemi Covid-19. Semakin cepat pandemi diselesaikan semakin cepat kredit bermasalah atau Non performing loan (NPL) berkurang.
Adapun per Juni 2020, rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) berada di angka 3,11% (bruto) dan 1,16% (neto).
&quot;Saat ini sektor perbankan dan sektor keuangan yang akan dijadikan kawah candradimuka akan diperah habis habisan. Dan itu sebetulnya tidak akan semakin buruk kalau Covid-nya diselesaikan dengan cepat. Makin cepat Covid diselesaikan maka kredit macet makin berkurang,&quot; ujar Ekonom Senior Indef Faisal Basri saat webinar di Jakarta, Kamis (3/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Beda dengan Bank BUMN, Pertumbuhan Kredit BPD Moncer
Selain itu, sektor lainnya juga akan semakin buruk kalau pemerintah lamban dalam menghadapi Covid-19. Intinya semakin cepat Covid diselesaikan maka semakin cepat juga dana masyarakat yang ada di perbankan untuk dibelanjakan.
Mengapa Dana Pihak Ketiga (DPK) tetap tumbuh tinggi sampai 8%? Karena masyarakat menghadapi ketidakpastian Covid kapan akan selesai.
&quot;Makanya masyarakat menabung lebih banyak untuk berjaga jaga. Ini juga yang membuat kenapa pasar saham tidak anjlok,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Realisasi Rendah, Subsidi Bunga KUR Diperpanjang hingga Akhir Tahun
Jadi masyarakat dan dunia usaha menunda investasi sehingga perbankan juga tidak mau mencairkan dananya untuk pinjaman baru.  &quot;Kecuali kalau ada kredit program yang diberikan pemerintah,&quot; cetusnya.
Oleh karena, lanjut Faisal, untuk menjaga sektor keuangan dan sektor riil kuncinya adalah menjinakan covid 19 bukan dengan jurus mabok.
&quot;Dengan begitu penerimaan negara akan pulih baru setelah itu benahi total perpajakan agar tax ratio naik,&quot; ungkap dia.</content:encoded></item></channel></rss>
