<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Resesi di Depan Mata, Yuk Evaluasi Pengeluaran</title><description>Pandemi virus corona menganggu keuangan masyarakat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/04/622/2272578/resesi-di-depan-mata-yuk-evaluasi-pengeluaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/04/622/2272578/resesi-di-depan-mata-yuk-evaluasi-pengeluaran"/><item><title>Resesi di Depan Mata, Yuk Evaluasi Pengeluaran</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/04/622/2272578/resesi-di-depan-mata-yuk-evaluasi-pengeluaran</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/04/622/2272578/resesi-di-depan-mata-yuk-evaluasi-pengeluaran</guid><pubDate>Jum'at 04 September 2020 21:20 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/04/622/2272578/resesi-di-depan-mata-yuk-evaluasi-pengeluaran-uQm9Alyd9P.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mengatur Keuangan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/04/622/2272578/resesi-di-depan-mata-yuk-evaluasi-pengeluaran-uQm9Alyd9P.jpg</image><title>Mengatur Keuangan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pandemi virus corona menganggu keuangan masyarakat. Oleh karena itu, selama pandemi virus corona ini masih berlangsung keuangan perlu dilakukan evaluasi.
Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini mengatakan salah satu yang perlu dievaluasi adalah pengeluaran untuk investasi. Karena ketidakpastian masih menyelimuti Indonesia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Covid-19 Buat Masyarakat Indonesia Sadar Investasi Online
Dampaknya juga terasa di pasar saham. Saat pandemi virus corona terjadi di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok sangat dalam dan sempat berada di titik terendahnya yakin di poin 3.900.
&amp;ldquo;Evaluasi investasi. Karena saya lihat secara statistik data  dari Januari itu terjadi penurunan IHSG signifikan,&amp;rdquo; ujarnya saat dihubungi Okezone, Jumat (4/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Bahlil Beberkan 2 Pabrik Besar Korsel Akan Pindah ke Batang
Namun kini, IHSG sudah mulai kembali naik lagi. Meskipun kenaikannya lambat dan masih belum stabil alias masih naik turun.
&amp;ldquo;Sekarang dia sudah naik lagi. Kalau punya investasi misalnya Rp1 juta dari IHSG 6.000 jadi  3.900 hampir 30% dalam waktu berapa bulan dan sekarang dia mulai naik lagi,&amp;rdquo; ucapnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjIzOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Oleh karena itu lanjut Mike, yang perlu dilakukan adalah melakukan  diversifikasi risiko. Maksudnya, jangan seluruh penghasilan di limpahkan  kepada instrumen investasi yang sama.
Karena jika instrumen investasi tersebut anjlok, uang investasi juga  akan hilang. Misalnya ketika investasi Rp100 juta sebelum IHSG anjlok,  ketika turun maka kerugiannya hampir 30%.
&amp;ldquo;Intinya kalau dia punya Rp100 juta dia turunnya hampir 30%-nya,&amp;rdquo; kata Mike.</description><content:encoded>JAKARTA - Pandemi virus corona menganggu keuangan masyarakat. Oleh karena itu, selama pandemi virus corona ini masih berlangsung keuangan perlu dilakukan evaluasi.
Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini mengatakan salah satu yang perlu dievaluasi adalah pengeluaran untuk investasi. Karena ketidakpastian masih menyelimuti Indonesia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Covid-19 Buat Masyarakat Indonesia Sadar Investasi Online
Dampaknya juga terasa di pasar saham. Saat pandemi virus corona terjadi di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok sangat dalam dan sempat berada di titik terendahnya yakin di poin 3.900.
&amp;ldquo;Evaluasi investasi. Karena saya lihat secara statistik data  dari Januari itu terjadi penurunan IHSG signifikan,&amp;rdquo; ujarnya saat dihubungi Okezone, Jumat (4/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Bahlil Beberkan 2 Pabrik Besar Korsel Akan Pindah ke Batang
Namun kini, IHSG sudah mulai kembali naik lagi. Meskipun kenaikannya lambat dan masih belum stabil alias masih naik turun.
&amp;ldquo;Sekarang dia sudah naik lagi. Kalau punya investasi misalnya Rp1 juta dari IHSG 6.000 jadi  3.900 hampir 30% dalam waktu berapa bulan dan sekarang dia mulai naik lagi,&amp;rdquo; ucapnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjIzOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Oleh karena itu lanjut Mike, yang perlu dilakukan adalah melakukan  diversifikasi risiko. Maksudnya, jangan seluruh penghasilan di limpahkan  kepada instrumen investasi yang sama.
Karena jika instrumen investasi tersebut anjlok, uang investasi juga  akan hilang. Misalnya ketika investasi Rp100 juta sebelum IHSG anjlok,  ketika turun maka kerugiannya hampir 30%.
&amp;ldquo;Intinya kalau dia punya Rp100 juta dia turunnya hampir 30%-nya,&amp;rdquo; kata Mike.</content:encoded></item></channel></rss>
