<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Libatkan Anak dalam Mengelola Keuangan, Simak 4 Keuntungannya</title><description>Menanamkan pemahaman pada anak tentang peran dan fungsi uang dalam kehidupan merupakan hal penting.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/06/622/2273368/libatkan-anak-dalam-mengelola-keuangan-simak-4-keuntungannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/06/622/2273368/libatkan-anak-dalam-mengelola-keuangan-simak-4-keuntungannya"/><item><title>Libatkan Anak dalam Mengelola Keuangan, Simak 4 Keuntungannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/06/622/2273368/libatkan-anak-dalam-mengelola-keuangan-simak-4-keuntungannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/06/622/2273368/libatkan-anak-dalam-mengelola-keuangan-simak-4-keuntungannya</guid><pubDate>Minggu 06 September 2020 12:36 WIB</pubDate><dc:creator>Safira Fitri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/06/622/2273368/libatkan-anak-dalam-mengelola-keuangan-simak-4-keuntungannya-7aCuPbarJB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/06/622/2273368/libatkan-anak-dalam-mengelola-keuangan-simak-4-keuntungannya-7aCuPbarJB.jpg</image><title>Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Menanamkan pemahaman pada anak tentang peran dan fungsi uang dalam kehidupan merupakan hal penting. Pasalnya, keluarga merupakan sebuah organisasi kecil, yang memerlukan strategi khusus dalam pengelolaan keuangannya.
Mengapa demikian? Hal tersebut karena setiap tujuan pengeluaran keuangan adalah untuk semua anggota keluarga, tidak hanya orang tua, melainkan anak juga.
Baca Juga: Naik 1%, Penyaluran Kredit Juli 2020 Capai Rp5.536,4 Triliun
Melansir dari buku Cerdas Kelola Keuangan Keluarga oleh Winny Lukman, Hera Budiman, Finika Naturina Novianti, dkk, Jakarta, Minggu (6/9/2020), ide melibatkan anak dalam keuangan memang masih sangat abstrak bagi mereka.
Namun, dengan alasan demikian, penulis mencoba membuatnya konkret dengan cara memberikan peran dan wewenang pada anak-anak dalam pengelolaan keuangan sesuai dengan usianya.
Peran yang diberikan yakni deputi keuangan keluarga, di mana wewenang anak adalah mengelola sejumlah uang secara berkala. Sejumlah uang ini kemudian diberi nama uang saku.
Baca Juga: Anggaran Belanja Rp307 Triliun Jadi Angin Segar UMKM
Berikut adalah manfaat yang didapatkan setelah melibatkan anak-anak dalam pengelolaan keuangan:
Pertama, dapat mengontrol dan merencanakan pengeluaran (jajan) minggu anak-anak sehingga terkendali dan nominalnya pun dapat diatur. Dengan demikian, pos pengeluaran dapat terbaca dan diatur setiap bulannya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjIzOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kedua, terhindar dari kesulitan mencari alasan jika anak-anak meminta jajan di minimarket sepulang sekolah.
&quot;Dulu, tidak mudah memberi pemahaman pada anak-anak untuk tidak jajan  jika memang tidak perlu. Setelah pengelolaan uang saku berjalan, sering  kali anak-anaklah yang menolak setiap saya ajak ke minimarket&quot; ujar  penulis.
Ketiga, kerap mendapat jalan untuk memberikan edukasi soft skills  berkenaan dengan disiplin, tanggung jawab, rasa percaya diri,  keteraturan, dan sebagainya pada anak-anak.
Keempat, melihat anak-anak memiliki kebanggaan dan rasa percaya diri  yang tinggi ketika dapat mengatur keuangan mereka sendiri. Hal tersebut  adalah output dari edukasi yang diberikan.</description><content:encoded>JAKARTA - Menanamkan pemahaman pada anak tentang peran dan fungsi uang dalam kehidupan merupakan hal penting. Pasalnya, keluarga merupakan sebuah organisasi kecil, yang memerlukan strategi khusus dalam pengelolaan keuangannya.
Mengapa demikian? Hal tersebut karena setiap tujuan pengeluaran keuangan adalah untuk semua anggota keluarga, tidak hanya orang tua, melainkan anak juga.
Baca Juga: Naik 1%, Penyaluran Kredit Juli 2020 Capai Rp5.536,4 Triliun
Melansir dari buku Cerdas Kelola Keuangan Keluarga oleh Winny Lukman, Hera Budiman, Finika Naturina Novianti, dkk, Jakarta, Minggu (6/9/2020), ide melibatkan anak dalam keuangan memang masih sangat abstrak bagi mereka.
Namun, dengan alasan demikian, penulis mencoba membuatnya konkret dengan cara memberikan peran dan wewenang pada anak-anak dalam pengelolaan keuangan sesuai dengan usianya.
Peran yang diberikan yakni deputi keuangan keluarga, di mana wewenang anak adalah mengelola sejumlah uang secara berkala. Sejumlah uang ini kemudian diberi nama uang saku.
Baca Juga: Anggaran Belanja Rp307 Triliun Jadi Angin Segar UMKM
Berikut adalah manfaat yang didapatkan setelah melibatkan anak-anak dalam pengelolaan keuangan:
Pertama, dapat mengontrol dan merencanakan pengeluaran (jajan) minggu anak-anak sehingga terkendali dan nominalnya pun dapat diatur. Dengan demikian, pos pengeluaran dapat terbaca dan diatur setiap bulannya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjIzOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kedua, terhindar dari kesulitan mencari alasan jika anak-anak meminta jajan di minimarket sepulang sekolah.
&quot;Dulu, tidak mudah memberi pemahaman pada anak-anak untuk tidak jajan  jika memang tidak perlu. Setelah pengelolaan uang saku berjalan, sering  kali anak-anaklah yang menolak setiap saya ajak ke minimarket&quot; ujar  penulis.
Ketiga, kerap mendapat jalan untuk memberikan edukasi soft skills  berkenaan dengan disiplin, tanggung jawab, rasa percaya diri,  keteraturan, dan sebagainya pada anak-anak.
Keempat, melihat anak-anak memiliki kebanggaan dan rasa percaya diri  yang tinggi ketika dapat mengatur keuangan mereka sendiri. Hal tersebut  adalah output dari edukasi yang diberikan.</content:encoded></item></channel></rss>
