<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG Diprediksi Melemah di Tengah Meningkatnya Kasus Covid-19</title><description>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak melemah pada perdagangan awal pekan ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/07/278/2273606/ihsg-diprediksi-melemah-di-tengah-meningkatnya-kasus-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/07/278/2273606/ihsg-diprediksi-melemah-di-tengah-meningkatnya-kasus-covid-19"/><item><title>IHSG Diprediksi Melemah di Tengah Meningkatnya Kasus Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/07/278/2273606/ihsg-diprediksi-melemah-di-tengah-meningkatnya-kasus-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/07/278/2273606/ihsg-diprediksi-melemah-di-tengah-meningkatnya-kasus-covid-19</guid><pubDate>Senin 07 September 2020 07:29 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/07/278/2273606/ihsg-diprediksi-melemah-di-tengah-meningkatnya-kasus-covid-19-saYlPIdCQy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saham (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/07/278/2273606/ihsg-diprediksi-melemah-di-tengah-meningkatnya-kasus-covid-19-saYlPIdCQy.jpg</image><title>Saham (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak melemah pada perdagangan awal pekan ini. IHSG bergerak di kisaran 5.192 - 5.277.
Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan, IHSG akan dipengaruhi akan kejatuhan DJIA di hari Jumat minggu lalu. Selain itu melemahnya harga beberapa komoditas seperti, minyak mentah turun 4,5%, batu bara turun 1,47% dan CPO turun 1,97% akan mempengaruhi IHSG.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Begini Analisis Pasar Saham Indonesia Seminggu ke Depan
&quot;Tetapi ada hal yang menarik untuk dicermati yakni EID0 justru menguat sebesar 0,36% serta beberapa komoditas mengalami rebound seperti, nikel naik 1,64%, Timah naik 0,22% dan Gold  naik 0,16% sehingga membawa harapan IHSG berpeluang rebound dalam perdagangan Senin ini,&quot;ujarnya dalam riset, Jakarta, Senin (7/9/2020).
Namun, lanjutnya, peluang tersebut di tengah pencapaian jumlah tertinggi kembali korban yang terjangkit dan tewas akibat Covid-19. Di mana dihari selama 3 hari terakhir ada penambahan sekitar 9.841 orang atau naik 5,34%yang terjangkit Covid-19.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Resesi Tak Mengancam Emiten Perbankan, Kok Bisa?
&quot;sehingga sejauh ini jumlah korban tewas sudah mencapai 8.025 orang, menuju 10.000 orang tewas dalam waktu dekat ini,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak melemah pada perdagangan awal pekan ini. IHSG bergerak di kisaran 5.192 - 5.277.
Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan, IHSG akan dipengaruhi akan kejatuhan DJIA di hari Jumat minggu lalu. Selain itu melemahnya harga beberapa komoditas seperti, minyak mentah turun 4,5%, batu bara turun 1,47% dan CPO turun 1,97% akan mempengaruhi IHSG.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Begini Analisis Pasar Saham Indonesia Seminggu ke Depan
&quot;Tetapi ada hal yang menarik untuk dicermati yakni EID0 justru menguat sebesar 0,36% serta beberapa komoditas mengalami rebound seperti, nikel naik 1,64%, Timah naik 0,22% dan Gold  naik 0,16% sehingga membawa harapan IHSG berpeluang rebound dalam perdagangan Senin ini,&quot;ujarnya dalam riset, Jakarta, Senin (7/9/2020).
Namun, lanjutnya, peluang tersebut di tengah pencapaian jumlah tertinggi kembali korban yang terjangkit dan tewas akibat Covid-19. Di mana dihari selama 3 hari terakhir ada penambahan sekitar 9.841 orang atau naik 5,34%yang terjangkit Covid-19.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Resesi Tak Mengancam Emiten Perbankan, Kok Bisa?
&quot;sehingga sejauh ini jumlah korban tewas sudah mencapai 8.025 orang, menuju 10.000 orang tewas dalam waktu dekat ini,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
