<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cadangan Devisa Naik Jadi USD137 Miliar di Akhir Agustus</title><description>Bank Indonesia (BI) mencatat posisi  cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2020 sebesar USD137,0 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/07/320/2273671/cadangan-devisa-naik-jadi-usd137-miliar-di-akhir-agustus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/07/320/2273671/cadangan-devisa-naik-jadi-usd137-miliar-di-akhir-agustus"/><item><title>Cadangan Devisa Naik Jadi USD137 Miliar di Akhir Agustus</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/07/320/2273671/cadangan-devisa-naik-jadi-usd137-miliar-di-akhir-agustus</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/07/320/2273671/cadangan-devisa-naik-jadi-usd137-miliar-di-akhir-agustus</guid><pubDate>Senin 07 September 2020 11:29 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/07/320/2273671/cadangan-devisa-naik-jadi-usd137-miliar-di-akhir-agustus-VgKQPm1gut.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/07/320/2273671/cadangan-devisa-naik-jadi-usd137-miliar-di-akhir-agustus-VgKQPm1gut.jpg</image><title>Rupiah (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi  cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2020 sebesar USD137,0 miliar. Besaran tersebut meningkat dibandingkan dengan posisi akhir Juli 2020 sebesar USD135,1 miliar

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjarnako mengatakan merinci posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 9,4 bulan impor atau 9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Cadangan Devisa Naik USD3,4 Miliar di Akhir Juli
&quot;Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,&quot; ujar Onny di Jakarta, Senin (7/9/2020).

Kata dia, peningakatan  cadangan devisa pada Agustus 2020 antara lain dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, serta penerimaan pajak dan devisa migas.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Melantai di Bursa Saham dengan e-IPO, Berikut Penjelasan BEI
&quot;Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga, seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam mendorong pemulihan ekonomi,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi  cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2020 sebesar USD137,0 miliar. Besaran tersebut meningkat dibandingkan dengan posisi akhir Juli 2020 sebesar USD135,1 miliar

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjarnako mengatakan merinci posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 9,4 bulan impor atau 9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Cadangan Devisa Naik USD3,4 Miliar di Akhir Juli
&quot;Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,&quot; ujar Onny di Jakarta, Senin (7/9/2020).

Kata dia, peningakatan  cadangan devisa pada Agustus 2020 antara lain dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, serta penerimaan pajak dan devisa migas.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Melantai di Bursa Saham dengan e-IPO, Berikut Penjelasan BEI
&quot;Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga, seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam mendorong pemulihan ekonomi,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
