<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Saatnya Bangun, Jumlah Pengusaha Indonesia Tertinggal Jauh dari Negara Tetangga</title><description>Pengusaha Sandiaga Uno mengatakan, 99% ekonomi Indonesia digerakan oleh para entrepreneurship.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/08/455/2274550/saatnya-bangun-jumlah-pengusaha-indonesia-tertinggal-jauh-dari-negara-tetangga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/08/455/2274550/saatnya-bangun-jumlah-pengusaha-indonesia-tertinggal-jauh-dari-negara-tetangga"/><item><title>Saatnya Bangun, Jumlah Pengusaha Indonesia Tertinggal Jauh dari Negara Tetangga</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/08/455/2274550/saatnya-bangun-jumlah-pengusaha-indonesia-tertinggal-jauh-dari-negara-tetangga</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/08/455/2274550/saatnya-bangun-jumlah-pengusaha-indonesia-tertinggal-jauh-dari-negara-tetangga</guid><pubDate>Selasa 08 September 2020 17:19 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdi Rantung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/08/455/2274550/saatnya-bangun-jumlah-pengusaha-indonesia-tertinggal-jauh-dari-negara-tetangga-5gzOIEKy4b.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Jumlah Pengusaha (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/08/455/2274550/saatnya-bangun-jumlah-pengusaha-indonesia-tertinggal-jauh-dari-negara-tetangga-5gzOIEKy4b.jpeg</image><title>Jumlah Pengusaha (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pengusaha Sandiaga Uno mengatakan, 99% ekonomi Indonesia digerakan oleh para entrepreneurship usaha kecil, mikro dan ultra mikro. Namun sayangnya, kata Sandi, entrepreneurship UKM di Indonesia masih ketinggalan dibandingkan negara Asean lainnya.

&quot;Singapura sudah 7%, Malaysia sudah 6%, Thailand sudah 5%, sedangkan Indonesia masih di bawah 3%,&quot; katanya dalam Webinar bertajuk Wirausaha sebagai Garda terdepan untuk kebangkitan Ekonomi Indonesia, Selasa (8/9/2020)
Baca Juga:&amp;nbsp;Tak Semua UMKM Bisa Masuk Pasar Digital&amp;nbsp;
Dia menjelaskan, rendahnya angka itu tercermin dalam nilai transaksi penjualan online atau e-commerce di Indonesia yang mencapai USD21 miliar, namun masih didominasi oleh transaksi impor.

&quot;Transaksi di e-commerce masih didominasi impor yang berasal dari China. Dengan kondisi ini, maka kita harus bangun dari tidur nyenyak kita &quot; jelasnya.

Untuk mengatasi hal itu, menurut Sandi, generasi emas atau muda perlu dapat sentuhan kewirausahaan. Agar transaksi perdagangan dalam negeri terisi oleh produk dalam negeri.

&quot;Ini merupakan solusi di tengah pandemi, untuk itu kita harus beli dan bangga produk buatan Indonesia. Hal ini juga bisa membuat ekonomi jadi lebih mandiri,&quot; tandasnya
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8wMS80LzEyMjQyNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Pengusaha Sandiaga Uno mengatakan, 99% ekonomi Indonesia digerakan oleh para entrepreneurship usaha kecil, mikro dan ultra mikro. Namun sayangnya, kata Sandi, entrepreneurship UKM di Indonesia masih ketinggalan dibandingkan negara Asean lainnya.

&quot;Singapura sudah 7%, Malaysia sudah 6%, Thailand sudah 5%, sedangkan Indonesia masih di bawah 3%,&quot; katanya dalam Webinar bertajuk Wirausaha sebagai Garda terdepan untuk kebangkitan Ekonomi Indonesia, Selasa (8/9/2020)
Baca Juga:&amp;nbsp;Tak Semua UMKM Bisa Masuk Pasar Digital&amp;nbsp;
Dia menjelaskan, rendahnya angka itu tercermin dalam nilai transaksi penjualan online atau e-commerce di Indonesia yang mencapai USD21 miliar, namun masih didominasi oleh transaksi impor.

&quot;Transaksi di e-commerce masih didominasi impor yang berasal dari China. Dengan kondisi ini, maka kita harus bangun dari tidur nyenyak kita &quot; jelasnya.

Untuk mengatasi hal itu, menurut Sandi, generasi emas atau muda perlu dapat sentuhan kewirausahaan. Agar transaksi perdagangan dalam negeri terisi oleh produk dalam negeri.

&quot;Ini merupakan solusi di tengah pandemi, untuk itu kita harus beli dan bangga produk buatan Indonesia. Hal ini juga bisa membuat ekonomi jadi lebih mandiri,&quot; tandasnya
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8wMS80LzEyMjQyNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
