<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lawan Produk Impor, Kemenperin Labeli SNI Sepeda Lokal</title><description>Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberi pelayanan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk industri sepeda.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/09/320/2274844/lawan-produk-impor-kemenperin-labeli-sni-sepeda-lokal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/09/320/2274844/lawan-produk-impor-kemenperin-labeli-sni-sepeda-lokal"/><item><title>Lawan Produk Impor, Kemenperin Labeli SNI Sepeda Lokal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/09/320/2274844/lawan-produk-impor-kemenperin-labeli-sni-sepeda-lokal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/09/320/2274844/lawan-produk-impor-kemenperin-labeli-sni-sepeda-lokal</guid><pubDate>Rabu 09 September 2020 11:38 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdi Rantung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/09/320/2274844/lawan-produk-impor-kemenperin-labeli-sni-sepeda-lokal-h7mHWh6gAk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tren Sepeda (Foto: Ilustrasi Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/09/320/2274844/lawan-produk-impor-kemenperin-labeli-sni-sepeda-lokal-h7mHWh6gAk.jpg</image><title>Tren Sepeda (Foto: Ilustrasi Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberi pelayanan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk industri sepeda. Langkah ini sebagai upaya meningkatkan daya saing industri sepeda di dalam negeri.
Salah satu langkah strategis yang sedang didorong adalah penerapan sistem manajemen mutu dan Sertifikasi Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional Indonesia (SPPT SNI).
&amp;ldquo;Upaya tersebut tertuang di dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 30 Tahun 2018 tentang Pemberlakuan SNI Sepeda Roda Dua Secara Wajib,&amp;rdquo; kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Doddy Rahadi lewat keterangan resminya di Jakarta, Selasa (8/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp; Sudah 3,7 Juta Pekerja yang Rekeningnya Ditransfer BLT Subsidi Gaji
 
Menurut Doddy, aturan itu bertujuan untuk mengantisipasi serbuan impor sepeda dan memberikan perlindungan terhadap industri nasional melalui penciptaan persaingan usaha yang sehat. &amp;ldquo;Dalam implementasinya, penerapan sistem manajemen mutu adalah syarat untuk memperoleh SPPT SNI,&amp;rdquo; jelasnya.&amp;nbsp;
Doddy mengemukakan dua unit litbang di bawah binaannya yang berlokasi di Bandung, yakni Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) serta Balai Besar Logam dan Mesin (BBLM) telah memfasilitasi PT Kreuz Indonesia terkait bimbingan teknik penerapan sistem manajemen mutu dan pelayanan SPPT SNI.
PT Kreuz Indonesia merupakan salah satu produsen sepeda nasional yang mulai berkembang seiring terjadinya peningkatan order dari pasar domestik.
Baca Juga: Pencuri Motor Beralih Incar Sepeda Mewah di Tengah Pandemi
 
&amp;ldquo;Pada awalnya, CV Kreuz membuat rangka sepeda lipat dengan kapasitas mencapai 10-15 unit per bulan. Seiring waktu, terutama dampak pandemi yang membuat masyarakat lebih giat berolahraga dengan bersepeda, pesanan rangka sepeda lipat Kreuz pun semakin meningkat tajam sebanyak 100 unit per bulan, dan berubah dari CV menjadi PT,&amp;rdquo; paparnya.&amp;nbsp;
Doddy menyampaikan supervisi penerapan sistem manajemen mutu diberikan oleh B4T, sedangkan layanan sertifikasi SNI dan pengujian diberikan oleh BBLM.
&amp;ldquo;Bimbingan teknik yang diberikan oleh B4T meliputi pelatihan pengenalan, pemahaman dan dokumentasi sistem manajemen mutu atau Quality Management System (QMS) SNI ISO 9001:2015 kepada PT. Kreuz Indonesia,&amp;rdquo; terangnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8wMS8xLzEyMjQzMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Tidak terbatas hanya pelatihan saja, B4T juga memberikan pendampingan  dalam penerapan sistem manajemen mutu dan persiapan informasi  terdokumentasi dalam rangka pemenuhan persyaratan SNI ISO 9001:2015  tersebut.
Sementara itu, BBLM memberikan layanan pengujian dan SPPT SNI  1049:2008 agar industri sepeda nasional dapat memenuhi kualitas yang  telah diatur dalam aturan SNI.
&amp;ldquo;BBLM juga telah melakukan kunjungan industri, sosialisasi prosedur  permohonan SPPT SNI, titik kritis (critical point) pengendalian mutu dan  proses produksi sesuai skema sertifikasi dalam Permenperin 30/2018,&amp;rdquo;  imbuhnya.
Doddy menegaskan bentuk dukungan BPPI kepada PT Kreuz Indonesia dalam  rangka pengembangan industri sepeda nasional agar bisa kompetitif  sehingga menurunkan angka impor dan mengoptimalkan tingkat komponen  dalam negeri (TKDN) pada industri sepeda di tanah air.
Pernyataan senada juga diungkapkan Menteri Perindustrian Agus  Gumiwang Kartasasmita bahwa Kemenperin bertekad untuk semakin  memperdalam struktur manufaktur pada industri sepeda di dalam negeri.  Hal ini guna mendorong tumbuhnya produsen komponen sehingga dapat lebih  mengoptimalkan penggunaan produk lokal dalam mata rantai produksi  sepeda.
&amp;ldquo;Kami akan koordinasikan dengan berbagai pihak, terutama sektor  industrinya itu sendiri untuk bisa mengembangkan sepeda dengan  komponen-komponen yang diproduksi di dalam negeri,&amp;rdquo; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberi pelayanan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk industri sepeda. Langkah ini sebagai upaya meningkatkan daya saing industri sepeda di dalam negeri.
Salah satu langkah strategis yang sedang didorong adalah penerapan sistem manajemen mutu dan Sertifikasi Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional Indonesia (SPPT SNI).
&amp;ldquo;Upaya tersebut tertuang di dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 30 Tahun 2018 tentang Pemberlakuan SNI Sepeda Roda Dua Secara Wajib,&amp;rdquo; kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Doddy Rahadi lewat keterangan resminya di Jakarta, Selasa (8/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp; Sudah 3,7 Juta Pekerja yang Rekeningnya Ditransfer BLT Subsidi Gaji
 
Menurut Doddy, aturan itu bertujuan untuk mengantisipasi serbuan impor sepeda dan memberikan perlindungan terhadap industri nasional melalui penciptaan persaingan usaha yang sehat. &amp;ldquo;Dalam implementasinya, penerapan sistem manajemen mutu adalah syarat untuk memperoleh SPPT SNI,&amp;rdquo; jelasnya.&amp;nbsp;
Doddy mengemukakan dua unit litbang di bawah binaannya yang berlokasi di Bandung, yakni Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) serta Balai Besar Logam dan Mesin (BBLM) telah memfasilitasi PT Kreuz Indonesia terkait bimbingan teknik penerapan sistem manajemen mutu dan pelayanan SPPT SNI.
PT Kreuz Indonesia merupakan salah satu produsen sepeda nasional yang mulai berkembang seiring terjadinya peningkatan order dari pasar domestik.
Baca Juga: Pencuri Motor Beralih Incar Sepeda Mewah di Tengah Pandemi
 
&amp;ldquo;Pada awalnya, CV Kreuz membuat rangka sepeda lipat dengan kapasitas mencapai 10-15 unit per bulan. Seiring waktu, terutama dampak pandemi yang membuat masyarakat lebih giat berolahraga dengan bersepeda, pesanan rangka sepeda lipat Kreuz pun semakin meningkat tajam sebanyak 100 unit per bulan, dan berubah dari CV menjadi PT,&amp;rdquo; paparnya.&amp;nbsp;
Doddy menyampaikan supervisi penerapan sistem manajemen mutu diberikan oleh B4T, sedangkan layanan sertifikasi SNI dan pengujian diberikan oleh BBLM.
&amp;ldquo;Bimbingan teknik yang diberikan oleh B4T meliputi pelatihan pengenalan, pemahaman dan dokumentasi sistem manajemen mutu atau Quality Management System (QMS) SNI ISO 9001:2015 kepada PT. Kreuz Indonesia,&amp;rdquo; terangnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8wMS8xLzEyMjQzMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Tidak terbatas hanya pelatihan saja, B4T juga memberikan pendampingan  dalam penerapan sistem manajemen mutu dan persiapan informasi  terdokumentasi dalam rangka pemenuhan persyaratan SNI ISO 9001:2015  tersebut.
Sementara itu, BBLM memberikan layanan pengujian dan SPPT SNI  1049:2008 agar industri sepeda nasional dapat memenuhi kualitas yang  telah diatur dalam aturan SNI.
&amp;ldquo;BBLM juga telah melakukan kunjungan industri, sosialisasi prosedur  permohonan SPPT SNI, titik kritis (critical point) pengendalian mutu dan  proses produksi sesuai skema sertifikasi dalam Permenperin 30/2018,&amp;rdquo;  imbuhnya.
Doddy menegaskan bentuk dukungan BPPI kepada PT Kreuz Indonesia dalam  rangka pengembangan industri sepeda nasional agar bisa kompetitif  sehingga menurunkan angka impor dan mengoptimalkan tingkat komponen  dalam negeri (TKDN) pada industri sepeda di tanah air.
Pernyataan senada juga diungkapkan Menteri Perindustrian Agus  Gumiwang Kartasasmita bahwa Kemenperin bertekad untuk semakin  memperdalam struktur manufaktur pada industri sepeda di dalam negeri.  Hal ini guna mendorong tumbuhnya produsen komponen sehingga dapat lebih  mengoptimalkan penggunaan produk lokal dalam mata rantai produksi  sepeda.
&amp;ldquo;Kami akan koordinasikan dengan berbagai pihak, terutama sektor  industrinya itu sendiri untuk bisa mengembangkan sepeda dengan  komponen-komponen yang diproduksi di dalam negeri,&amp;rdquo; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
