<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Tantangan Perbankan Syariah Ada di Image, Maksudnya?</title><description>Pada tahun 2019, kondisi ketahanan perbankan syariah semakin solid.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/09/320/2274938/tantangan-perbankan-syariah-ada-di-image-maksudnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/09/320/2274938/tantangan-perbankan-syariah-ada-di-image-maksudnya"/><item><title>   Tantangan Perbankan Syariah Ada di Image, Maksudnya?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/09/320/2274938/tantangan-perbankan-syariah-ada-di-image-maksudnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/09/320/2274938/tantangan-perbankan-syariah-ada-di-image-maksudnya</guid><pubDate>Rabu 09 September 2020 14:57 WIB</pubDate><dc:creator>Kunthi Fahmar Shandy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/09/320/2274938/tantangan-perbankan-syariah-ada-di-image-maksudnya-uUnKx8ZBkm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perbankan Syariah (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/09/320/2274938/tantangan-perbankan-syariah-ada-di-image-maksudnya-uUnKx8ZBkm.jpg</image><title>Perbankan Syariah (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Perbankan syariah Indonesia yang terdiri atas Bank Umum Syariah (BUS) Unit Usaha Syariah (UUS) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) terus menunjukkan pertumbuhan positif. Pada tahun 2019, kondisi ketahanan perbankan syariah semakin solid.

&quot;Hal ini tercermin dari meningkatnya rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) Bank Umum Syariah (BUS) sebesar 20 bps yoy menjadi 20.59%,&quot; ungkap Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso di Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Sementara itu, fungsi intermediasi perbankan syariah berjalan dengan baik. Pembiayaan yang disalurkan (PYD) dan dana pihak ketiga (DPK) masing-masing mengalami pertumbuhan sebesar 10.89% (yoy) dan 11.94% (yoy) sehingga pertumbuhan aset perbankan syariah selama periode tersebut sebesar 9.93% (yoy).

Total aset, PYD, dan DPK perbankan syariah masing-masing mencapai Rp538,32 triliun, Rp365,13 trilun, dan Rp425,29 triliun pada akhir tahun 2019. Likuiditas perbankan syariah juga memadai, yang ditunjukkan oleh rasio Financing to Deposit Ratio (FDR) yang terjaga pada kisaran 80-90%. Rata rata harian rasio AL/NCD selalu berada di atas threshold 50% yaitu sebesar 116.64%.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/04/03/56631/287824_medium.jpg&quot; alt=&quot;OJK Bersama Asuransi Astra Resmikan Bank Wakaf Mikro Ketiga di Jambi &quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Adapun rata-rata harian rasio AL/DPK juga berada di atas threshold 10%, yaitu sebesar 22.33% Risiko kredit perbankan syariah menunjukkan kenaikan NPF gross sehesar 26 bps (yoy) menjadi sebesar 3.11%.

Dalam rangka perluasan portofolio dana dan pembiayaan perbankan syariah, sambung dia, perbankan syariah ditantang untuk lebih mendiversifikasi produknya. Bank Syariah diharapkan mampu membangun image di mata konsumen dengan keunikan yang dimilikinya sehingga dapat meningkatkan loyalitas konsumen.

&quot;Hal tersebut sejalan dengan arah kebijakan pada Roadmap Perbankan Syariah Indonesia 2015-2019,&quot; ungkapnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Perbankan syariah Indonesia yang terdiri atas Bank Umum Syariah (BUS) Unit Usaha Syariah (UUS) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) terus menunjukkan pertumbuhan positif. Pada tahun 2019, kondisi ketahanan perbankan syariah semakin solid.

&quot;Hal ini tercermin dari meningkatnya rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) Bank Umum Syariah (BUS) sebesar 20 bps yoy menjadi 20.59%,&quot; ungkap Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso di Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Sementara itu, fungsi intermediasi perbankan syariah berjalan dengan baik. Pembiayaan yang disalurkan (PYD) dan dana pihak ketiga (DPK) masing-masing mengalami pertumbuhan sebesar 10.89% (yoy) dan 11.94% (yoy) sehingga pertumbuhan aset perbankan syariah selama periode tersebut sebesar 9.93% (yoy).

Total aset, PYD, dan DPK perbankan syariah masing-masing mencapai Rp538,32 triliun, Rp365,13 trilun, dan Rp425,29 triliun pada akhir tahun 2019. Likuiditas perbankan syariah juga memadai, yang ditunjukkan oleh rasio Financing to Deposit Ratio (FDR) yang terjaga pada kisaran 80-90%. Rata rata harian rasio AL/NCD selalu berada di atas threshold 50% yaitu sebesar 116.64%.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/04/03/56631/287824_medium.jpg&quot; alt=&quot;OJK Bersama Asuransi Astra Resmikan Bank Wakaf Mikro Ketiga di Jambi &quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Adapun rata-rata harian rasio AL/DPK juga berada di atas threshold 10%, yaitu sebesar 22.33% Risiko kredit perbankan syariah menunjukkan kenaikan NPF gross sehesar 26 bps (yoy) menjadi sebesar 3.11%.

Dalam rangka perluasan portofolio dana dan pembiayaan perbankan syariah, sambung dia, perbankan syariah ditantang untuk lebih mendiversifikasi produknya. Bank Syariah diharapkan mampu membangun image di mata konsumen dengan keunikan yang dimilikinya sehingga dapat meningkatkan loyalitas konsumen.

&quot;Hal tersebut sejalan dengan arah kebijakan pada Roadmap Perbankan Syariah Indonesia 2015-2019,&quot; ungkapnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
