<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Covid-19 Belum Usai, Ekonomi Diprediksi Baru Pulih 2022</title><description>Andry Satrio Nugroho mengatakan bahwa pemulihan ekonomi Indonesia akan baru terjadi di tahun 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/10/320/2275651/covid-19-belum-usai-ekonomi-diprediksi-baru-pulih-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/10/320/2275651/covid-19-belum-usai-ekonomi-diprediksi-baru-pulih-2022"/><item><title>Covid-19 Belum Usai, Ekonomi Diprediksi Baru Pulih 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/10/320/2275651/covid-19-belum-usai-ekonomi-diprediksi-baru-pulih-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/10/320/2275651/covid-19-belum-usai-ekonomi-diprediksi-baru-pulih-2022</guid><pubDate>Kamis 10 September 2020 15:59 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdi Rantung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/10/320/2275651/covid-19-belum-usai-ekonomi-diprediksi-baru-pulih-2022-9TWLLZI7Qv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/10/320/2275651/covid-19-belum-usai-ekonomi-diprediksi-baru-pulih-2022-9TWLLZI7Qv.jpg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho mengatakan bahwa pemulihan ekonomi Indonesia akan baru terjadi di tahun 2022. Sebab, diperkirakan vaksin virus covid-19 akan baru selesai pada 2021.
&quot;Paling cepat itu vaksin ada di pertengah 2021, dan produksi dan penyaluranya di akhir tahun 2021,&quot; ujarnya dalam diskusi &quot;Belanja Prioritas di tahun Pemulihan&quot; secara virtual, Kamis (10/9/2020)
Baca Juga:&amp;nbsp;Kasus Covid-19 Melonjak, Menko Airlangga Soroti Ganjil Genap di Jakarta
Menurutnya, bahwa kondisi kegiatan ekonomi Indonesia di 2021 tidak akan berbeda dengan saat ini. Penerapan protokol kesehatan akan masih berlangsung hingga akhir 2021.&amp;nbsp;
&quot;Sampai saat ini saja kasus covid-19 belum sampai pada puncaknya. sementara negara lain sudah khawatir akan gelombang ke II. Nah kita saja gelombang I belum usai-usai,&quot; jelasnya.
Baca Juga: Ekonomi RI Bisa Minus di Atas 3%
Dia menilai, meningkatnya kasus covid-19 per harinya merupakan konsekuensi karena dilonggarkannya PSBB. Seharusnya, pemerintah lebih mengutamakan faktor kesehatan dulu baru ekonomi.
&quot;Jika berjalan berdampingan antara ekonomi dan covid-19 maka kasus nya akan semakin tinggi. Untuk itu faktor yang diutamakan itu harusnya kesehatan,&quot; tandasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8wMS80LzEyMjQxOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho mengatakan bahwa pemulihan ekonomi Indonesia akan baru terjadi di tahun 2022. Sebab, diperkirakan vaksin virus covid-19 akan baru selesai pada 2021.
&quot;Paling cepat itu vaksin ada di pertengah 2021, dan produksi dan penyaluranya di akhir tahun 2021,&quot; ujarnya dalam diskusi &quot;Belanja Prioritas di tahun Pemulihan&quot; secara virtual, Kamis (10/9/2020)
Baca Juga:&amp;nbsp;Kasus Covid-19 Melonjak, Menko Airlangga Soroti Ganjil Genap di Jakarta
Menurutnya, bahwa kondisi kegiatan ekonomi Indonesia di 2021 tidak akan berbeda dengan saat ini. Penerapan protokol kesehatan akan masih berlangsung hingga akhir 2021.&amp;nbsp;
&quot;Sampai saat ini saja kasus covid-19 belum sampai pada puncaknya. sementara negara lain sudah khawatir akan gelombang ke II. Nah kita saja gelombang I belum usai-usai,&quot; jelasnya.
Baca Juga: Ekonomi RI Bisa Minus di Atas 3%
Dia menilai, meningkatnya kasus covid-19 per harinya merupakan konsekuensi karena dilonggarkannya PSBB. Seharusnya, pemerintah lebih mengutamakan faktor kesehatan dulu baru ekonomi.
&quot;Jika berjalan berdampingan antara ekonomi dan covid-19 maka kasus nya akan semakin tinggi. Untuk itu faktor yang diutamakan itu harusnya kesehatan,&quot; tandasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8wMS80LzEyMjQxOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
