<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tangani Covid-19, Duit Negara Masih Banyak?</title><description>Pemerintah memiliki anggaran yang cukup untuk menangani permasalahan kesehatan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/10/320/2275664/tangani-covid-19-duit-negara-masih-banyak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/10/320/2275664/tangani-covid-19-duit-negara-masih-banyak"/><item><title>Tangani Covid-19, Duit Negara Masih Banyak?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/10/320/2275664/tangani-covid-19-duit-negara-masih-banyak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/10/320/2275664/tangani-covid-19-duit-negara-masih-banyak</guid><pubDate>Kamis 10 September 2020 16:15 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/10/320/2275664/tangani-covid-19-duit-negara-masih-banyak-m11grbV4Be.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/10/320/2275664/tangani-covid-19-duit-negara-masih-banyak-m11grbV4Be.jpg</image><title>Rupiah (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah memiliki anggaran yang cukup untuk menangani permasalahan kesehatan. Pernyataan itu sekaligus merespon kebijakan Anies Baswedan yang menarik rem darurat dengan menerapkan kembali PSBB setelah jumlah orang positif Covid-19 di Jakarta meningkat tajam.

Ketua Penangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto pun memastikan bahwa kapasitas kesehatan yang dimiliki pemerintah tidak terbatas, dan tersedia untuk masyarakat.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Covid-19 Belum Usai, Ekonomi Diprediksi Baru Pulih 2022
&quot;Pemerintah menegaskan tidak ada kapasitas kesehatan yang terbatas, pemerintah punya dana yang cukup. Pemerintah akan menambah kapasitas bed, pemerintah akan meyakinkan semua daerah termasuk DKI Jakarta,&quot; ujar Airlangga dalam konferensi pers, di BNPB, Kamis (10/9/2020).

Karena itu, Airlangga menyebut, ekonomi juga harus menjadi pertimbangan bila PSBB diberlakukan. Dengan kata lain, ekonomi dan kesehatan di masa pandemi Covid-19 ini harus berjalan saling beriringan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kemenhub Panggil Pengusaha Transportasi Bahas Putusan Anies 
&quot;Dalam penanganan pandemi Covid-19, kesehatan dan ekonomi kita bergerak dalam satu bahasa dan tindakan yang sama dan rapat koordinasi adalah untuk menyeimbangkan hal-hal terkait masukkan dan concern yang ada,&quot; kata dia.

Dia pun mengatakan, bawah wisma atlet yang selama ini digunakan untuk menangani pasien positif Covid-19 masih memiliki ketersediaan ruang yang cukup. Bahkan empat yaitu tower 5, 6, 7 dan 8 di wisma atlet akan diintensifikasi untuk merawat pasien isolasi mandiri dan pasien dari luar negeri.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ekonomi RI Bisa Minus di Atas 3%
Bahkan, bila diperlukan hotel dengan predikat bintang dua dan tiga akan disulap sebagai ruang perawatan pasien Covid-19 jika kapasitas di rumah sakit tidak mencukupi.

&quot;Pemerintah pusat memberikan perhatian serius terkait perkembangan situasi dan selalu meningkatkan rumah sakit dan fasilitas kesehatan. Kami akan terus menambah fasilitas di hotel termasuk memanfaatkan hotel bintang dua dan tiga,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah memiliki anggaran yang cukup untuk menangani permasalahan kesehatan. Pernyataan itu sekaligus merespon kebijakan Anies Baswedan yang menarik rem darurat dengan menerapkan kembali PSBB setelah jumlah orang positif Covid-19 di Jakarta meningkat tajam.

Ketua Penangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto pun memastikan bahwa kapasitas kesehatan yang dimiliki pemerintah tidak terbatas, dan tersedia untuk masyarakat.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Covid-19 Belum Usai, Ekonomi Diprediksi Baru Pulih 2022
&quot;Pemerintah menegaskan tidak ada kapasitas kesehatan yang terbatas, pemerintah punya dana yang cukup. Pemerintah akan menambah kapasitas bed, pemerintah akan meyakinkan semua daerah termasuk DKI Jakarta,&quot; ujar Airlangga dalam konferensi pers, di BNPB, Kamis (10/9/2020).

Karena itu, Airlangga menyebut, ekonomi juga harus menjadi pertimbangan bila PSBB diberlakukan. Dengan kata lain, ekonomi dan kesehatan di masa pandemi Covid-19 ini harus berjalan saling beriringan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kemenhub Panggil Pengusaha Transportasi Bahas Putusan Anies 
&quot;Dalam penanganan pandemi Covid-19, kesehatan dan ekonomi kita bergerak dalam satu bahasa dan tindakan yang sama dan rapat koordinasi adalah untuk menyeimbangkan hal-hal terkait masukkan dan concern yang ada,&quot; kata dia.

Dia pun mengatakan, bawah wisma atlet yang selama ini digunakan untuk menangani pasien positif Covid-19 masih memiliki ketersediaan ruang yang cukup. Bahkan empat yaitu tower 5, 6, 7 dan 8 di wisma atlet akan diintensifikasi untuk merawat pasien isolasi mandiri dan pasien dari luar negeri.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ekonomi RI Bisa Minus di Atas 3%
Bahkan, bila diperlukan hotel dengan predikat bintang dua dan tiga akan disulap sebagai ruang perawatan pasien Covid-19 jika kapasitas di rumah sakit tidak mencukupi.

&quot;Pemerintah pusat memberikan perhatian serius terkait perkembangan situasi dan selalu meningkatkan rumah sakit dan fasilitas kesehatan. Kami akan terus menambah fasilitas di hotel termasuk memanfaatkan hotel bintang dua dan tiga,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
