<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kesalahan Pengelolaan Keuangan Pengantin Baru</title><description>Beberapa kasus yang terjadi pada pasangan baru menikah adalah kekeliruan mengelola keuangan rumah tangga.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/10/622/2275567/kesalahan-pengelolaan-keuangan-pengantin-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/10/622/2275567/kesalahan-pengelolaan-keuangan-pengantin-baru"/><item><title>Kesalahan Pengelolaan Keuangan Pengantin Baru</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/10/622/2275567/kesalahan-pengelolaan-keuangan-pengantin-baru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/10/622/2275567/kesalahan-pengelolaan-keuangan-pengantin-baru</guid><pubDate>Kamis 10 September 2020 13:56 WIB</pubDate><dc:creator>Safira Fitri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/10/622/2275567/kesalahan-pengelolaan-keuangan-pengantin-baru-XzIxArlnXR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengantin (Foto: Ilustrasi Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/10/622/2275567/kesalahan-pengelolaan-keuangan-pengantin-baru-XzIxArlnXR.jpg</image><title>Pengantin (Foto: Ilustrasi Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Beberapa kasus yang terjadi pada pasangan baru menikah adalah kekeliruan mengelola keuangan rumah tangga. Tak jarang hal ini akan menimbulkan keurangnya harmonis keluarga, perasaan tertekan atau pun terjebak dalam kondisi financially shocked.
Banyak pengantin baru yang berpikir bahwa dengan menikah maka pasangan mereka akan menangani semua masalah keuangan. Namun kenyataannya, mereka tidak membuat rencana pengelolaan keuangannya dengan baik.
Tidak dipungkiri bahwa sebagai pasangan suami istri baru, pasti memimpikan kehidupan berkeluarga yang indah, rukun, dan romantis. Adapun pemikiran singkat bahwa suami cukup dengan mencari penghasilan dan istri cukup mengatur pemakaian sehari-hari.
Baca juga: 7 Cara Memoles Rumah Mungil agar Tampak Luas
Melansir dari buku Cerdas dan Bijak Mengatur Keuangan Rumah Tangga: Panduan Bagi Ibu Rumah oleh Wahyuni Indriyani, Jakarta, Kamis (10/9/2020), hal tersebut tidaklah cukup. Oleh karena itu, berikut ini adalah sejumlah kekeliruan yang perlu dihindari dalam memulai rumah tangga baru.&amp;nbsp;
Pertama, para pasangan suami istri yang baru berkeluarga di antaranya karena tidak mengetahui sejarah keuangan pasangannya, tidak mengetahui bagaimana keadaan keuangan satu sama lain yang dialami sebelum berkeluarga.
Baca juga: Pencahayaan di Ruang Kerja Bikin Karyawan Makin Produktif, Ini 5 Cara Mengaturnya
Kedua, tidak memahami budaya atau kebiasaan pasangan akan uang. Misalnya, pasangan berasal dari keluarga yang kaya, atau berasal dari keluarga yang suka berhemat. Tentunya saat berkeluarga, dia akan membawa kebiasaan penggunaan uang dari keluarganya ke dalam kehidupan rumah tangga.&amp;nbsp;
Ketiga, saling menyimpan rahasia keuangan. Setiap pasangan berhak memiliki rahasia dalam hubungannya, tapi sebaiknya tidak dalam urusan keuangan. Semakin banyak yang ditutupi dari pasangan mengenai kondisi keuangan, hal tersebut hanys akan membuat rumah tangga seperti menunggu bom waktu.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjIzNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Keempat, menghindari pembicaraan tentang keuangan. Entah enggan  karena malu atau risih, banyak pasangan baru yang menghindari  pembicaraan keuangan. Padahal ini merupakan hal yang penting, dan  pasangan bisa bersepakat dalam memprioritaskan apa yang paling penting.
Kelima, menyerahkan urusan keuangan sepenuhnya kepada satu orang saja  (tipe mama bos atau papa bos). Meskipun di sini terlihat ada saling  percaya, namun hal ini bisa berisiko di masa depan.
Mama bos artinya suami menyerahkan seluruh penghasilannya kepada  istri, selanjutnya istri yang mengelola uang tersebut. Sedangkan, papa  bos artinya suami yang mengatur semua keuangan rumah tangga, jika di  sini tidak ada komunikasi yang baik, akan muncul kesalahpahaman.
Sering kali yang muncul adalah suami mengira istri terlalu boros,  atau istri mengira suami terlalu pelit. Jangan sampai mengalami ini ya.</description><content:encoded>JAKARTA - Beberapa kasus yang terjadi pada pasangan baru menikah adalah kekeliruan mengelola keuangan rumah tangga. Tak jarang hal ini akan menimbulkan keurangnya harmonis keluarga, perasaan tertekan atau pun terjebak dalam kondisi financially shocked.
Banyak pengantin baru yang berpikir bahwa dengan menikah maka pasangan mereka akan menangani semua masalah keuangan. Namun kenyataannya, mereka tidak membuat rencana pengelolaan keuangannya dengan baik.
Tidak dipungkiri bahwa sebagai pasangan suami istri baru, pasti memimpikan kehidupan berkeluarga yang indah, rukun, dan romantis. Adapun pemikiran singkat bahwa suami cukup dengan mencari penghasilan dan istri cukup mengatur pemakaian sehari-hari.
Baca juga: 7 Cara Memoles Rumah Mungil agar Tampak Luas
Melansir dari buku Cerdas dan Bijak Mengatur Keuangan Rumah Tangga: Panduan Bagi Ibu Rumah oleh Wahyuni Indriyani, Jakarta, Kamis (10/9/2020), hal tersebut tidaklah cukup. Oleh karena itu, berikut ini adalah sejumlah kekeliruan yang perlu dihindari dalam memulai rumah tangga baru.&amp;nbsp;
Pertama, para pasangan suami istri yang baru berkeluarga di antaranya karena tidak mengetahui sejarah keuangan pasangannya, tidak mengetahui bagaimana keadaan keuangan satu sama lain yang dialami sebelum berkeluarga.
Baca juga: Pencahayaan di Ruang Kerja Bikin Karyawan Makin Produktif, Ini 5 Cara Mengaturnya
Kedua, tidak memahami budaya atau kebiasaan pasangan akan uang. Misalnya, pasangan berasal dari keluarga yang kaya, atau berasal dari keluarga yang suka berhemat. Tentunya saat berkeluarga, dia akan membawa kebiasaan penggunaan uang dari keluarganya ke dalam kehidupan rumah tangga.&amp;nbsp;
Ketiga, saling menyimpan rahasia keuangan. Setiap pasangan berhak memiliki rahasia dalam hubungannya, tapi sebaiknya tidak dalam urusan keuangan. Semakin banyak yang ditutupi dari pasangan mengenai kondisi keuangan, hal tersebut hanys akan membuat rumah tangga seperti menunggu bom waktu.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjIzNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Keempat, menghindari pembicaraan tentang keuangan. Entah enggan  karena malu atau risih, banyak pasangan baru yang menghindari  pembicaraan keuangan. Padahal ini merupakan hal yang penting, dan  pasangan bisa bersepakat dalam memprioritaskan apa yang paling penting.
Kelima, menyerahkan urusan keuangan sepenuhnya kepada satu orang saja  (tipe mama bos atau papa bos). Meskipun di sini terlihat ada saling  percaya, namun hal ini bisa berisiko di masa depan.
Mama bos artinya suami menyerahkan seluruh penghasilannya kepada  istri, selanjutnya istri yang mengelola uang tersebut. Sedangkan, papa  bos artinya suami yang mengatur semua keuangan rumah tangga, jika di  sini tidak ada komunikasi yang baik, akan muncul kesalahpahaman.
Sering kali yang muncul adalah suami mengira istri terlalu boros,  atau istri mengira suami terlalu pelit. Jangan sampai mengalami ini ya.</content:encoded></item></channel></rss>
