<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hati-Hati, Pembobolan Data Perbankan Bisa Hanya Lewat SMS</title><description>Kasus pembobolan digital perbankan semakin banyak terjadi. Dalam teknologi ada dua komponen yang menjadi hal utama.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/11/320/2276248/hati-hati-pembobolan-data-perbankan-bisa-hanya-lewat-sms</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/11/320/2276248/hati-hati-pembobolan-data-perbankan-bisa-hanya-lewat-sms"/><item><title>Hati-Hati, Pembobolan Data Perbankan Bisa Hanya Lewat SMS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/11/320/2276248/hati-hati-pembobolan-data-perbankan-bisa-hanya-lewat-sms</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/11/320/2276248/hati-hati-pembobolan-data-perbankan-bisa-hanya-lewat-sms</guid><pubDate>Jum'at 11 September 2020 15:49 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/11/320/2276248/hati-hati-pembobolan-data-perbankan-bisa-hanya-lewat-sms-P2YHEvPz4u.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Smartphone (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/11/320/2276248/hati-hati-pembobolan-data-perbankan-bisa-hanya-lewat-sms-P2YHEvPz4u.jpg</image><title>Smartphone (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kasus pembobolan digital perbankan semakin banyak terjadi. Dalam teknologi ada dua komponen yang menjadi hal utama, yakni elemen teknis dan elemen manusia sebagai pengguna.
Head Strategy Transformation &amp;amp; Digital Office Maybank Indonesia Michel Hamilton mengatakan saat ini beragam cara pelaku hacker bisa mendapatkan identitas hanya dengan menggunakan alat komunikasi seperti smartphone. Menariknya, modusnya ini bisa lewat pesan elektronik yang dikirimkan atau menelpon pengguna nasabah digital perbankan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: OJK: Waspada Modus Social Engineering, Bisa Curi Data Pribadimu!
&quot;Cyber meningkat mengatasnamakan offical Bank malware, bisa hanya lewat panggilan telepon dan bisa lewat SMS agar bisa mendapatkan data nasabah agar bisa masuk ke aplikasi digital perbankan,&quot; ujar Michel dalam webinar, Jumat (11/9/2020).
Kata dia, para pembobol ini juga bisa menghacker sim card untuk mendapatkan data nasabah. Untuk itu, pengguna harus semakin berhati-hati dalam menjaga data agar tidak bisa dibobol.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Data SLIK Dijual untuk Bobol Rekening Nasabah, Begini Kata OJK
&quot;Ada lagi caranya yang mana sekarang  banyak sekali nomer nasabah untuk mentake over sim card ini, ini  yang harus kita waspadai kita tidak bisa meningkatkan kemudahan masyarakat tapi kita harus menekankan prinsip kehati-hatian dan informasi digital nasabah,&quot; jelasnya.
Dia pun menambahkan saat ini sebanyak 63% masyarakat Indonesia banyak menggunakan digital perbankan melalui alat smarthone. Hal ini membuat pengguna merasa mudah dalam menggunakan transkasi pembayaran digital.
&quot;Pengguna smartphone ini 63%  ke internet dan perkembangan digital  memberikan solusi yang cepat dan mengenai kebutuhan masyarakat,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kasus pembobolan digital perbankan semakin banyak terjadi. Dalam teknologi ada dua komponen yang menjadi hal utama, yakni elemen teknis dan elemen manusia sebagai pengguna.
Head Strategy Transformation &amp;amp; Digital Office Maybank Indonesia Michel Hamilton mengatakan saat ini beragam cara pelaku hacker bisa mendapatkan identitas hanya dengan menggunakan alat komunikasi seperti smartphone. Menariknya, modusnya ini bisa lewat pesan elektronik yang dikirimkan atau menelpon pengguna nasabah digital perbankan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: OJK: Waspada Modus Social Engineering, Bisa Curi Data Pribadimu!
&quot;Cyber meningkat mengatasnamakan offical Bank malware, bisa hanya lewat panggilan telepon dan bisa lewat SMS agar bisa mendapatkan data nasabah agar bisa masuk ke aplikasi digital perbankan,&quot; ujar Michel dalam webinar, Jumat (11/9/2020).
Kata dia, para pembobol ini juga bisa menghacker sim card untuk mendapatkan data nasabah. Untuk itu, pengguna harus semakin berhati-hati dalam menjaga data agar tidak bisa dibobol.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Data SLIK Dijual untuk Bobol Rekening Nasabah, Begini Kata OJK
&quot;Ada lagi caranya yang mana sekarang  banyak sekali nomer nasabah untuk mentake over sim card ini, ini  yang harus kita waspadai kita tidak bisa meningkatkan kemudahan masyarakat tapi kita harus menekankan prinsip kehati-hatian dan informasi digital nasabah,&quot; jelasnya.
Dia pun menambahkan saat ini sebanyak 63% masyarakat Indonesia banyak menggunakan digital perbankan melalui alat smarthone. Hal ini membuat pengguna merasa mudah dalam menggunakan transkasi pembayaran digital.
&quot;Pengguna smartphone ini 63%  ke internet dan perkembangan digital  memberikan solusi yang cepat dan mengenai kebutuhan masyarakat,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
