<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wanti-Wanti Pilkada, Erick Thohir: Jangan Sampai Jadi Gelombang Ketiga Covid-19</title><description>Erick Thohir menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan Covid-19 dalam Pilkada 2020</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/11/320/2276387/wanti-wanti-pilkada-erick-thohir-jangan-sampai-jadi-gelombang-ketiga-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/11/320/2276387/wanti-wanti-pilkada-erick-thohir-jangan-sampai-jadi-gelombang-ketiga-covid-19"/><item><title>Wanti-Wanti Pilkada, Erick Thohir: Jangan Sampai Jadi Gelombang Ketiga Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/11/320/2276387/wanti-wanti-pilkada-erick-thohir-jangan-sampai-jadi-gelombang-ketiga-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/11/320/2276387/wanti-wanti-pilkada-erick-thohir-jangan-sampai-jadi-gelombang-ketiga-covid-19</guid><pubDate>Jum'at 11 September 2020 18:40 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/11/320/2276387/wanti-wanti-pilkada-erick-thohir-jangan-sampai-jadi-gelombang-ketiga-covid-19-o366DvUKQh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/11/320/2276387/wanti-wanti-pilkada-erick-thohir-jangan-sampai-jadi-gelombang-ketiga-covid-19-o366DvUKQh.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional sekaligus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan Covid-19 dalam Pilkada 2020.
Pasalnya, jika hal tersebut diabaikan, bukan tak mungkin terjadi gelombang ketiga penyebaran Covid-19 di Indonesia.
&amp;ldquo;Kami sangat keras, jangan kita bicara sukses Pilkada, tapi gagal dalam penanganan Covid. Karena ini bisa menjadi gelombang ketiga yang sangat berbahaya,&amp;rdquo; ujar Erick dalam acara virtual, Jumat (11/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;KPK Usul PPATK Dilibatkan untuk Cegah Politik Uang di Pilkada 2020
Dia meminta, kepada calon kepala daerah yang ikut kontestasi Pilkada tak mengabaikan protokol kesehatan Covid-19. Adapun, para calon kepala daerah tersebut egois saat melakukan kampanye.
&amp;ldquo;Kalau tidak para calon pemimpin kita tidak peduli, jangan hanya mengutamakan terpilihnya saja, tapi mengorbankan fatality,&quot; tuturnya.
Dia menambahkan, upaya pencegahan dan kedisiplinan perlu diperketat lantaran tingkat kematian (fatality rate) Covid-19 di Indonesia masih tinggi yakni 4,08%. Angka tersebut lebih tinggi dibanding rata-rata dunia yang sebesar 3,24%.
Baca Juga:&amp;nbsp;KPU : 60 Calon Kepala Daerah di Pilkada 2020 Positif Covid-19
Dia menambahkan, pemerintah mencanangkan operasi yustisi yang akan dilakukan pekan depan di 83 ribu titik untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat terutama dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19, mulai dari perkotaan hingga tingkat pedesaan.
&quot;Operasi yustisi akan ditingkatkan apalagi menjelang dan saat pelaksanaan Pilkada serentak dengan bantuan TNI, Polri serta Kepala Daerah. Para calon kepala daerah harus turut serta dalam menyukseskan operasi yustisi,&quot; tandasnya.(fbn)</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional sekaligus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan Covid-19 dalam Pilkada 2020.
Pasalnya, jika hal tersebut diabaikan, bukan tak mungkin terjadi gelombang ketiga penyebaran Covid-19 di Indonesia.
&amp;ldquo;Kami sangat keras, jangan kita bicara sukses Pilkada, tapi gagal dalam penanganan Covid. Karena ini bisa menjadi gelombang ketiga yang sangat berbahaya,&amp;rdquo; ujar Erick dalam acara virtual, Jumat (11/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;KPK Usul PPATK Dilibatkan untuk Cegah Politik Uang di Pilkada 2020
Dia meminta, kepada calon kepala daerah yang ikut kontestasi Pilkada tak mengabaikan protokol kesehatan Covid-19. Adapun, para calon kepala daerah tersebut egois saat melakukan kampanye.
&amp;ldquo;Kalau tidak para calon pemimpin kita tidak peduli, jangan hanya mengutamakan terpilihnya saja, tapi mengorbankan fatality,&quot; tuturnya.
Dia menambahkan, upaya pencegahan dan kedisiplinan perlu diperketat lantaran tingkat kematian (fatality rate) Covid-19 di Indonesia masih tinggi yakni 4,08%. Angka tersebut lebih tinggi dibanding rata-rata dunia yang sebesar 3,24%.
Baca Juga:&amp;nbsp;KPU : 60 Calon Kepala Daerah di Pilkada 2020 Positif Covid-19
Dia menambahkan, pemerintah mencanangkan operasi yustisi yang akan dilakukan pekan depan di 83 ribu titik untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat terutama dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19, mulai dari perkotaan hingga tingkat pedesaan.
&quot;Operasi yustisi akan ditingkatkan apalagi menjelang dan saat pelaksanaan Pilkada serentak dengan bantuan TNI, Polri serta Kepala Daerah. Para calon kepala daerah harus turut serta dalam menyukseskan operasi yustisi,&quot; tandasnya.(fbn)</content:encoded></item></channel></rss>
