<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Luhut Awasi Kapal Asing Masuk ke Labuan Bajo</title><description>Pemerintah akan menertibkan kapal wisata asing yang beroperasi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/11/320/2276404/menko-luhut-awasi-kapal-asing-masuk-ke-labuan-bajo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/11/320/2276404/menko-luhut-awasi-kapal-asing-masuk-ke-labuan-bajo"/><item><title>Menko Luhut Awasi Kapal Asing Masuk ke Labuan Bajo</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/11/320/2276404/menko-luhut-awasi-kapal-asing-masuk-ke-labuan-bajo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/11/320/2276404/menko-luhut-awasi-kapal-asing-masuk-ke-labuan-bajo</guid><pubDate>Jum'at 11 September 2020 19:05 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/11/320/2276404/menko-luhut-awasi-kapal-asing-masuk-ke-labuan-bajo-IZ2Iq2OqGg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Marves Luhut Binsar Pandajitan di Labuan Bajo (Foto: Kemenko Marves)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/11/320/2276404/menko-luhut-awasi-kapal-asing-masuk-ke-labuan-bajo-IZ2Iq2OqGg.jpg</image><title>Menko Marves Luhut Binsar Pandajitan di Labuan Bajo (Foto: Kemenko Marves)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah akan menertibkan kapal wisata asing yang beroperasi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Khususnya kawasan wisata Labuan Bajo.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut B. Pandjaitan, mengatakan, jumlahnya ada 500 kapal. Sekarang harus diawasi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Edhy Prabowo Pamer Tangkap 71 Kapal Maling Ikan, Terbanyak Asing
&quot;Jangan sampai dia (kapal) tinggal di situ tapi tidak membayar dan mengikuti aturan pemerintah daerah. Sekarang kami merencanakan untuk membeli speed boat yang dibuat di dalam negeri, di Banyuwangi, yang mampu mengawasi dan mengejar kapal-kapal tanpa bendera itu. Jadi semua harus ada pengawasan, kalo nggak kita akan repot&quot; ujar Menko Luhut saat berkunjung ke Kawasan Puncak Waringin di Labuan Bajo dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/9/2020).

Data Pemkab Manggarai Barat mencatat sekira 4.000 kapal wisata yang beroperasi di kawasan Labuan Bajo, baru hampir 500 kapal yang sudah terdaftar dan resmi untuk melakukan aktivitas wisata.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Berantas Pencuri Ikan, Edhy Prabowo Bekali PNS KKP dengan 200 Senjata Pindad
Menko Luhut mengatakan pemasukan dari kapal-kapal tersebut bisa menjadi potensi pendapatan daerah. &quot;Kan tidak fair jika kamu mendapat keuntungan dari Labuan Bajo tetapi tidak membayar kewajiban pajak,&quot; jelasnya.

Pada kunjungan ini Menko Luhut didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau beberapa proyek pembangunan infrastruktur penunjang Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Cerita Menteri KKP Tangkap 2 Kapal Asing Pencuri Ikan, Kejar-kejaran 3 Jam
Menko Luhut mengunjungi pembangunan penataan Goa Batu Cermin. Proyek penataan yang menelan biaya APBN sebesar lebih dari Rp27 miliar ini meliputi pembangunan sejumlah fasilitas seperti amphitheater dan rumah budaya untuk kegiatan seni dan budaya lokal yang diharapkan bisa mendatangkan pemasukan devisa, membuka lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal.Selanjutnya Menko Luhut meninjau pembangunan kawasan pariwisata  Puncak Waringin dan viewing deck nya, yang diproyeksikan menjadi sentra  souvenir dan pusat kegiatan perbelanjaan produk-produk tradisional di  Labuan Bajo yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat lokal. Kedua  objek wisata ini ditargetkan dapat selesai akhir tahun 2020. Kepada  wartawan, Menko Luhut mengingatkan pemerintah setempat untuk tidak abai  merawat infrastruktur tersebut.

&quot;Kalau sudah dibangun begini, jangan lupa dirawat. Karena dengan  begitu orang akan berinvestasi. Sekarang banyak yang akan masuk. Tata  Kota Anda semakin baik, kabel listrik, telepon, semua di bawah. Ini akan  buat kota jadi lebih bagus. Pelabuhan (peti kemas) kan akan  dipindahkan, jadi pelabuhan bersih. Lalu lagi dibuat jalan, trotoar.  Dulu masalah di sini kan air, tapi tadi Pak Basuki mengatakan ada sumber  air yang akan disalurkan menggunakan pipa. Saya juga kaget melihat  (perkembangan) ini. Itu komitmen Presiden. Ini kan spot wisata,  destinasi wisata prioritas,&quot; katanya.

Ketika ditanya tentang menurunnya jumlah wisatawan asing di masa  pandemi ini, Menko Luhut mengatakan fokus pemerintah sekarang pada  wisatawan dalam negeri.

&quot;Nggak masalah, wisatawan domestik kita kan banyak. Turis  internasional saya rasa baru akan pulih 2021 akhir. Kan kita banyak  sekarang turis. Haji belum boleh, umroh belum boleh, ke luar negeri  belum boleh, kecuali pekerjaan dinas ya. Berobat belum boleh, sekarang  kita bikin rumah sakit internasional. Itu menghemat mungkin beberapa  miliar dollar. Uangnya berputar dalam negeri. Kita nggak tahu bahwa kita  sakti loh. Market kita itu besar, ada 73 juta, kelas menengah 55 juta.  Orang kadang-kadang anggap Indonesia itu Jawa atau Bali saja, padahal  tidak seperti itu,&quot; jawabnya.

Menko Luhut mengatakan ia baru mendapat kabar bahwa dari G42,  Indonesia akan dapat 10 juta tahun vaksin tahun ini. Vaksin tersebut  akan diprioritaskan bagi para tenaga kesehatan, pejabat-pejabat yang  beinteaksi langsung dengan masyarakat. Kemudian akan mendapat 23 juta  lagi, yang diperuntukkan bagi masyarakat luas.

&quot;Saya kira pertengahan tahun depan sudah hampir 150 juta yang divaksin, kalau semua berjalan sesuai rencana,&amp;rdquo; katanya.

G42 adalah perusahaan teknologi kesehatan Uni Emirat Arab (UEA) yang  berbasis artificial intelligence. Perusahaan ini aktif terlibat dalam  penelitian, pengembangan dan distribusi aplikasi pengujian dan perawatan  Covid-19.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah akan menertibkan kapal wisata asing yang beroperasi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Khususnya kawasan wisata Labuan Bajo.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut B. Pandjaitan, mengatakan, jumlahnya ada 500 kapal. Sekarang harus diawasi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Edhy Prabowo Pamer Tangkap 71 Kapal Maling Ikan, Terbanyak Asing
&quot;Jangan sampai dia (kapal) tinggal di situ tapi tidak membayar dan mengikuti aturan pemerintah daerah. Sekarang kami merencanakan untuk membeli speed boat yang dibuat di dalam negeri, di Banyuwangi, yang mampu mengawasi dan mengejar kapal-kapal tanpa bendera itu. Jadi semua harus ada pengawasan, kalo nggak kita akan repot&quot; ujar Menko Luhut saat berkunjung ke Kawasan Puncak Waringin di Labuan Bajo dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/9/2020).

Data Pemkab Manggarai Barat mencatat sekira 4.000 kapal wisata yang beroperasi di kawasan Labuan Bajo, baru hampir 500 kapal yang sudah terdaftar dan resmi untuk melakukan aktivitas wisata.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Berantas Pencuri Ikan, Edhy Prabowo Bekali PNS KKP dengan 200 Senjata Pindad
Menko Luhut mengatakan pemasukan dari kapal-kapal tersebut bisa menjadi potensi pendapatan daerah. &quot;Kan tidak fair jika kamu mendapat keuntungan dari Labuan Bajo tetapi tidak membayar kewajiban pajak,&quot; jelasnya.

Pada kunjungan ini Menko Luhut didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau beberapa proyek pembangunan infrastruktur penunjang Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Cerita Menteri KKP Tangkap 2 Kapal Asing Pencuri Ikan, Kejar-kejaran 3 Jam
Menko Luhut mengunjungi pembangunan penataan Goa Batu Cermin. Proyek penataan yang menelan biaya APBN sebesar lebih dari Rp27 miliar ini meliputi pembangunan sejumlah fasilitas seperti amphitheater dan rumah budaya untuk kegiatan seni dan budaya lokal yang diharapkan bisa mendatangkan pemasukan devisa, membuka lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal.Selanjutnya Menko Luhut meninjau pembangunan kawasan pariwisata  Puncak Waringin dan viewing deck nya, yang diproyeksikan menjadi sentra  souvenir dan pusat kegiatan perbelanjaan produk-produk tradisional di  Labuan Bajo yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat lokal. Kedua  objek wisata ini ditargetkan dapat selesai akhir tahun 2020. Kepada  wartawan, Menko Luhut mengingatkan pemerintah setempat untuk tidak abai  merawat infrastruktur tersebut.

&quot;Kalau sudah dibangun begini, jangan lupa dirawat. Karena dengan  begitu orang akan berinvestasi. Sekarang banyak yang akan masuk. Tata  Kota Anda semakin baik, kabel listrik, telepon, semua di bawah. Ini akan  buat kota jadi lebih bagus. Pelabuhan (peti kemas) kan akan  dipindahkan, jadi pelabuhan bersih. Lalu lagi dibuat jalan, trotoar.  Dulu masalah di sini kan air, tapi tadi Pak Basuki mengatakan ada sumber  air yang akan disalurkan menggunakan pipa. Saya juga kaget melihat  (perkembangan) ini. Itu komitmen Presiden. Ini kan spot wisata,  destinasi wisata prioritas,&quot; katanya.

Ketika ditanya tentang menurunnya jumlah wisatawan asing di masa  pandemi ini, Menko Luhut mengatakan fokus pemerintah sekarang pada  wisatawan dalam negeri.

&quot;Nggak masalah, wisatawan domestik kita kan banyak. Turis  internasional saya rasa baru akan pulih 2021 akhir. Kan kita banyak  sekarang turis. Haji belum boleh, umroh belum boleh, ke luar negeri  belum boleh, kecuali pekerjaan dinas ya. Berobat belum boleh, sekarang  kita bikin rumah sakit internasional. Itu menghemat mungkin beberapa  miliar dollar. Uangnya berputar dalam negeri. Kita nggak tahu bahwa kita  sakti loh. Market kita itu besar, ada 73 juta, kelas menengah 55 juta.  Orang kadang-kadang anggap Indonesia itu Jawa atau Bali saja, padahal  tidak seperti itu,&quot; jawabnya.

Menko Luhut mengatakan ia baru mendapat kabar bahwa dari G42,  Indonesia akan dapat 10 juta tahun vaksin tahun ini. Vaksin tersebut  akan diprioritaskan bagi para tenaga kesehatan, pejabat-pejabat yang  beinteaksi langsung dengan masyarakat. Kemudian akan mendapat 23 juta  lagi, yang diperuntukkan bagi masyarakat luas.

&quot;Saya kira pertengahan tahun depan sudah hampir 150 juta yang divaksin, kalau semua berjalan sesuai rencana,&amp;rdquo; katanya.

G42 adalah perusahaan teknologi kesehatan Uni Emirat Arab (UEA) yang  berbasis artificial intelligence. Perusahaan ini aktif terlibat dalam  penelitian, pengembangan dan distribusi aplikasi pengujian dan perawatan  Covid-19.</content:encoded></item></channel></rss>
