<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Efek WFH, Sektor Telekomunikasi Jadi Pendorong Ekonomi saat Covid-19</title><description>Pandemi virus corona membuat perekonomian Indonesia berada di ambang resesi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/12/320/2276663/efek-wfh-sektor-telekomunikasi-jadi-pendorong-ekonomi-saat-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/12/320/2276663/efek-wfh-sektor-telekomunikasi-jadi-pendorong-ekonomi-saat-covid-19"/><item><title>Efek WFH, Sektor Telekomunikasi Jadi Pendorong Ekonomi saat Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/12/320/2276663/efek-wfh-sektor-telekomunikasi-jadi-pendorong-ekonomi-saat-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/12/320/2276663/efek-wfh-sektor-telekomunikasi-jadi-pendorong-ekonomi-saat-covid-19</guid><pubDate>Sabtu 12 September 2020 12:36 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/12/320/2276663/efek-wfh-sektor-telekomunikasi-jadi-pendorong-ekonomi-saat-covid-19-YYJWRhl6Gr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi Digital (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/12/320/2276663/efek-wfh-sektor-telekomunikasi-jadi-pendorong-ekonomi-saat-covid-19-YYJWRhl6Gr.jpg</image><title>Ekonomi Digital (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pandemi virus corona membuat perekonomian Indonesia berada di ambang resesi. Sebab, hampir semua sektor penunjang perekonomian di dalam negeri terganggu kinerjanya.

Namun ternyata, ada salah satu sektor pendorong perekonomian yang justru terus mengalami pertumbuhan. Adalah sektor teknologi informasi dan komunikasi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menko Airlangga Ungkap Fakta Keterisian RS Covid-19, Masih Aman?
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (Dirjen PPR) Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan, kebijakan Work From Home (WFH) membuat konsumsi internet juga meningkat. Oleh karena itu, sektor pertumbuhan ekonomi yang satu ini masih sangat tinggi dibandingkan yang lainnya.

Hanya saja dirinya tidak merinci berapa persen pertumbuhan sektor teknologi informasi dan komunikasi ini selama pandemi berlangsung. Termasuk juga seberapa besar kontribusi dari teknologi informasi pada perekonomian Indonesia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tenang, Ada Dana Cadangan Pemulihan Ekonomi Rp15,8 Triliun di 2021
&quot;Sektor pertumbuhan ekonomi yang masih tinggi itu sektor teknologi informasi dan komunikasi,&quot; ujarnya dalam sebuah diskusi virtual, Sabtu (12/9/2020).Menurut Luki, tantangan pemerintah dalam  mengelola keuangan saat  pandemi ini memang lebih tinggi. Karena pendapatan negara berkurang  karena perpajakan juga menurun drastis.

&quot;Dalam kondisi seperti ini biaya pajak menurun, pembiayaan tadi jauh berlipat,&quot; ucapnya.

Sementara itu, pemerintah harus tetap menjaga agar dunia usaha dan  masyarakat tetap produktif. Oleh karena itu, pemerintah pun  menggelontorkan banyak sekali insentif untuk mendorong perekonomian.

&quot;Kita berikan bansos kepada masyarakat yang terdampak. Kita juga  berusaha memberikan bantuan support kepada dunia usaha itu membutuhkan  upaya dan biaya,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pandemi virus corona membuat perekonomian Indonesia berada di ambang resesi. Sebab, hampir semua sektor penunjang perekonomian di dalam negeri terganggu kinerjanya.

Namun ternyata, ada salah satu sektor pendorong perekonomian yang justru terus mengalami pertumbuhan. Adalah sektor teknologi informasi dan komunikasi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menko Airlangga Ungkap Fakta Keterisian RS Covid-19, Masih Aman?
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (Dirjen PPR) Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan, kebijakan Work From Home (WFH) membuat konsumsi internet juga meningkat. Oleh karena itu, sektor pertumbuhan ekonomi yang satu ini masih sangat tinggi dibandingkan yang lainnya.

Hanya saja dirinya tidak merinci berapa persen pertumbuhan sektor teknologi informasi dan komunikasi ini selama pandemi berlangsung. Termasuk juga seberapa besar kontribusi dari teknologi informasi pada perekonomian Indonesia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tenang, Ada Dana Cadangan Pemulihan Ekonomi Rp15,8 Triliun di 2021
&quot;Sektor pertumbuhan ekonomi yang masih tinggi itu sektor teknologi informasi dan komunikasi,&quot; ujarnya dalam sebuah diskusi virtual, Sabtu (12/9/2020).Menurut Luki, tantangan pemerintah dalam  mengelola keuangan saat  pandemi ini memang lebih tinggi. Karena pendapatan negara berkurang  karena perpajakan juga menurun drastis.

&quot;Dalam kondisi seperti ini biaya pajak menurun, pembiayaan tadi jauh berlipat,&quot; ucapnya.

Sementara itu, pemerintah harus tetap menjaga agar dunia usaha dan  masyarakat tetap produktif. Oleh karena itu, pemerintah pun  menggelontorkan banyak sekali insentif untuk mendorong perekonomian.

&quot;Kita berikan bansos kepada masyarakat yang terdampak. Kita juga  berusaha memberikan bantuan support kepada dunia usaha itu membutuhkan  upaya dan biaya,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
