<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada Kebijakan WFH, Produktivitas Anak Buah Sri Mulyani Meningkat?</title><description>Pandemi virus corona membuat sejumlah perkantoran dan instansi pemerintah menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (WFH).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/12/320/2276667/ada-kebijakan-wfh-produktivitas-anak-buah-sri-mulyani-meningkat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/12/320/2276667/ada-kebijakan-wfh-produktivitas-anak-buah-sri-mulyani-meningkat"/><item><title>Ada Kebijakan WFH, Produktivitas Anak Buah Sri Mulyani Meningkat?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/12/320/2276667/ada-kebijakan-wfh-produktivitas-anak-buah-sri-mulyani-meningkat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/12/320/2276667/ada-kebijakan-wfh-produktivitas-anak-buah-sri-mulyani-meningkat</guid><pubDate>Sabtu 12 September 2020 13:05 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/12/320/2276667/ada-kebijakan-wfh-produktivitas-anak-buah-sri-mulyani-meningkat-GDmKpnou9X.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kemenkeu (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/12/320/2276667/ada-kebijakan-wfh-produktivitas-anak-buah-sri-mulyani-meningkat-GDmKpnou9X.jpg</image><title>Kemenkeu (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pandemi virus corona membuat sejumlah perkantoran dan instansi pemerintah menerapkan kebijakan bekerja dari rumah alias Work From Home (WFH). Kebijakan WFH ini merupakan salah satu langkah untuk menghindari atau memutus penyebaran virus corona di Indonesia.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (Dirjen PPR) Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan, baik WFh atau Work From Office (WFO) memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun secara keseluruhan, kebijakan WFH justru sama sekali tidak berpengaruh pada penurunan produktivitas.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Wamenkeu Sebut Covid-19 Jadi Pembelajaran Hemat Anggaran
Bagi dirinya, sejak WFH produktivitas justru meningkat. Salah satu buktinya adalah dari jumlah rapat yang diikutinya yang cukup banyak dan bisa tercover semuanya.

&quot;Kuncinya adalah bagaimana bisa produktif dengan segala keterbatasan tadi. WFH memanfaatkan teknologi jadi kunci,&quot; ujarnya dalam sebuah diskusi virtual, Sabtu (12/9/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Anggaran Subsidi Pulsa Rp7,2 Triliun, Ini Kuota Internet yang Didapat Mahasiswa
Menurut Luky, dengan menggunakan teknologi bahkan dirinya bisa mengikuti rapat di dua tempat sekaligus. Misalnya, satu rapat menggunakan gadget dan yang lainnya menggunakan laptop.

&quot;Biasanya rapat banyak disaat bersamaan dua-tiga undangan. Kalau dengan kondisi seperti ini bisa double date. Bisa dengan laptop dan ipad,&quot; kata Luky.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Maaf Bu Ani, Anggaran Kemenkeu Rp43 Triliun Harus Lewati Proses Ini
Selain itu, dengan kebijakan WFH ini juga bisa membuat dirinya lebih disiplin. Bahkan selama WFH, rapat yang dihadirinya cenderung tidak pernah ngaret.Wajar saja, jika dihadri secara offline, dirinya membutuhkan waktu  untuk menuju tempat rapat. Sedangkan jika menggunakan online, dirinya  bisa langsung terhubung sesuai dengan yang sudah dijadwalkan.

Rapat virtual tepat waktu. Kalaupun ada molor dikit enggak lama.   Dengan keterbatasan tadi justru lebih produktif. Jangan melihat pandemi  ini sebagai hambatan tapi tantangan untuk menjadi lebih produktif,&quot; kata  Luky.

Namun lanjut Luky, bekerja dari rumah juga memiliki tantangan yang  berat. Salah satunya adalah godaan dari makanan yang selalu memanggil  saat sedang bekerja.

&quot;Dua-duanya ada positif negatifnya. Di rumah lebih disiplin waktu  rapat kita. Lebih tepat waktu. Saya juga bisa atur waktu. Negatifnya  magnetnya ada di kulkas kita. Itu yang berat itu,&quot; ucap Luky sambil  tertawa.</description><content:encoded>JAKARTA - Pandemi virus corona membuat sejumlah perkantoran dan instansi pemerintah menerapkan kebijakan bekerja dari rumah alias Work From Home (WFH). Kebijakan WFH ini merupakan salah satu langkah untuk menghindari atau memutus penyebaran virus corona di Indonesia.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (Dirjen PPR) Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan, baik WFh atau Work From Office (WFO) memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun secara keseluruhan, kebijakan WFH justru sama sekali tidak berpengaruh pada penurunan produktivitas.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Wamenkeu Sebut Covid-19 Jadi Pembelajaran Hemat Anggaran
Bagi dirinya, sejak WFH produktivitas justru meningkat. Salah satu buktinya adalah dari jumlah rapat yang diikutinya yang cukup banyak dan bisa tercover semuanya.

&quot;Kuncinya adalah bagaimana bisa produktif dengan segala keterbatasan tadi. WFH memanfaatkan teknologi jadi kunci,&quot; ujarnya dalam sebuah diskusi virtual, Sabtu (12/9/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Anggaran Subsidi Pulsa Rp7,2 Triliun, Ini Kuota Internet yang Didapat Mahasiswa
Menurut Luky, dengan menggunakan teknologi bahkan dirinya bisa mengikuti rapat di dua tempat sekaligus. Misalnya, satu rapat menggunakan gadget dan yang lainnya menggunakan laptop.

&quot;Biasanya rapat banyak disaat bersamaan dua-tiga undangan. Kalau dengan kondisi seperti ini bisa double date. Bisa dengan laptop dan ipad,&quot; kata Luky.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Maaf Bu Ani, Anggaran Kemenkeu Rp43 Triliun Harus Lewati Proses Ini
Selain itu, dengan kebijakan WFH ini juga bisa membuat dirinya lebih disiplin. Bahkan selama WFH, rapat yang dihadirinya cenderung tidak pernah ngaret.Wajar saja, jika dihadri secara offline, dirinya membutuhkan waktu  untuk menuju tempat rapat. Sedangkan jika menggunakan online, dirinya  bisa langsung terhubung sesuai dengan yang sudah dijadwalkan.

Rapat virtual tepat waktu. Kalaupun ada molor dikit enggak lama.   Dengan keterbatasan tadi justru lebih produktif. Jangan melihat pandemi  ini sebagai hambatan tapi tantangan untuk menjadi lebih produktif,&quot; kata  Luky.

Namun lanjut Luky, bekerja dari rumah juga memiliki tantangan yang  berat. Salah satunya adalah godaan dari makanan yang selalu memanggil  saat sedang bekerja.

&quot;Dua-duanya ada positif negatifnya. Di rumah lebih disiplin waktu  rapat kita. Lebih tepat waktu. Saya juga bisa atur waktu. Negatifnya  magnetnya ada di kulkas kita. Itu yang berat itu,&quot; ucap Luky sambil  tertawa.</content:encoded></item></channel></rss>
