<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lagi Pandemi Tapi Ingin Tetap Cuan, Coba Investasi di Sini</title><description>Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberlakukan kebijakan rem darurat (emergency brake) dengan menerapkan kembali PSBB.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/12/622/2276680/lagi-pandemi-tapi-ingin-tetap-cuan-coba-investasi-di-sini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/12/622/2276680/lagi-pandemi-tapi-ingin-tetap-cuan-coba-investasi-di-sini"/><item><title>Lagi Pandemi Tapi Ingin Tetap Cuan, Coba Investasi di Sini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/12/622/2276680/lagi-pandemi-tapi-ingin-tetap-cuan-coba-investasi-di-sini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/12/622/2276680/lagi-pandemi-tapi-ingin-tetap-cuan-coba-investasi-di-sini</guid><pubDate>Sabtu 12 September 2020 18:12 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/12/622/2276680/lagi-pandemi-tapi-ingin-tetap-cuan-coba-investasi-di-sini-SyngMQytMM.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">saham (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/12/622/2276680/lagi-pandemi-tapi-ingin-tetap-cuan-coba-investasi-di-sini-SyngMQytMM.jpeg</image><title>saham (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberlakukan kebijakan rem darurat (emergency brake) dengan menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Rencananya, PSBB total ini akan diberlakukan mulai senin 14 September mendatang.

Meskipun begitu, masyarakat pun diminta tidak perlu khawatir. Karena, masih ada peluang bagi masyarakat untuk menginvestasikan uangnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: BLT Rp600.000 Cair saat PSBB, Jangan Lupa Stok Makanan
Direktur Jenderal Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (Dirjen PPR) Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan, salah satu instrumen investasi yang bisa dipilih di tengah pandemi adalah Surat Berharga Negara (SBN). Atau jika ingin yang berbasis syariah, bisa juga berinvestasi di sukuk atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Menurut Luky, alasan SBN atau SBSN jadi pilihan tepat adalah karena prosesnya yang mudah. Sebab, untuk membeli SBN atau SBSN sudah bisa menggunakan online dan tersedia di berbagai paltform digital favorit milenial.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Resesi di Depan Mata, Segini Dana Darurat yang Harus Dipersiapkan
&amp;ldquo;Mudah karena berbasis platform online. Saat masa penawaran, memneli SBN pemerintah bisa online, tinggal daftar, registrasi, bayar lewat e-banking, sangat mudah,&amp;rdquo; ujar lnga dalam sebuah diskusi virtual, Sabtu (12/9/2020).

Menurut Luky, saat ini pemerintah sedang menyiapkan obligasi yang sedang dalam penawaran yakni sukuk ritel dengan seri SR013. Rencananya, masa penawaran akan berakhir pada 23 September pukul 10.00 WIB mendatang.Menurut Lucky, hal tersebjt harus bisa dimanfaatkan dengan baik oleh  masyarakat untuk berinvestasi di tengah pandemi. Apalagi, inbal gasil  yang ditawarkan juga cukup tinggi yakni 6,05%.

Pembelian SR013 bisa dimulai dari Rp 1 juta hingga maksimal Rp 3  miliar. SR013 juga bisa diperjualbelikan antar investor domestik.  Tenornya sepanjang 3 tahun atau jatuh tempo pada 10 September 2023.

Saat ini, pemerintah menetapkan tiga midis baru, yakni PT Lunaria  Annua Teknologi (Koinworks), PT Bank Mega Tbk, dan PT Bank BNI Syariah.   Dengan demikian, pemerintah saat ini telah bekerjasama dengan 31 midis  yang akan membantu dan melayani pemesanan pembelian sukuk ritel secara  langsung maupun melalui sistem elektronik atau layanan online.

&amp;ldquo;Dengan membeli SE013 investor bukan hanya berinvestasi, tapi sambil  ikut membangun negeri. Karena uangnya untuk membiayai APBN, kita sedang  fokus kesehatan untuk menangani COVID-19 dan ikut menjaga negeri ini,&amp;rdquo;  jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberlakukan kebijakan rem darurat (emergency brake) dengan menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Rencananya, PSBB total ini akan diberlakukan mulai senin 14 September mendatang.

Meskipun begitu, masyarakat pun diminta tidak perlu khawatir. Karena, masih ada peluang bagi masyarakat untuk menginvestasikan uangnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: BLT Rp600.000 Cair saat PSBB, Jangan Lupa Stok Makanan
Direktur Jenderal Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (Dirjen PPR) Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan, salah satu instrumen investasi yang bisa dipilih di tengah pandemi adalah Surat Berharga Negara (SBN). Atau jika ingin yang berbasis syariah, bisa juga berinvestasi di sukuk atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Menurut Luky, alasan SBN atau SBSN jadi pilihan tepat adalah karena prosesnya yang mudah. Sebab, untuk membeli SBN atau SBSN sudah bisa menggunakan online dan tersedia di berbagai paltform digital favorit milenial.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Resesi di Depan Mata, Segini Dana Darurat yang Harus Dipersiapkan
&amp;ldquo;Mudah karena berbasis platform online. Saat masa penawaran, memneli SBN pemerintah bisa online, tinggal daftar, registrasi, bayar lewat e-banking, sangat mudah,&amp;rdquo; ujar lnga dalam sebuah diskusi virtual, Sabtu (12/9/2020).

Menurut Luky, saat ini pemerintah sedang menyiapkan obligasi yang sedang dalam penawaran yakni sukuk ritel dengan seri SR013. Rencananya, masa penawaran akan berakhir pada 23 September pukul 10.00 WIB mendatang.Menurut Lucky, hal tersebjt harus bisa dimanfaatkan dengan baik oleh  masyarakat untuk berinvestasi di tengah pandemi. Apalagi, inbal gasil  yang ditawarkan juga cukup tinggi yakni 6,05%.

Pembelian SR013 bisa dimulai dari Rp 1 juta hingga maksimal Rp 3  miliar. SR013 juga bisa diperjualbelikan antar investor domestik.  Tenornya sepanjang 3 tahun atau jatuh tempo pada 10 September 2023.

Saat ini, pemerintah menetapkan tiga midis baru, yakni PT Lunaria  Annua Teknologi (Koinworks), PT Bank Mega Tbk, dan PT Bank BNI Syariah.   Dengan demikian, pemerintah saat ini telah bekerjasama dengan 31 midis  yang akan membantu dan melayani pemesanan pembelian sukuk ritel secara  langsung maupun melalui sistem elektronik atau layanan online.

&amp;ldquo;Dengan membeli SE013 investor bukan hanya berinvestasi, tapi sambil  ikut membangun negeri. Karena uangnya untuk membiayai APBN, kita sedang  fokus kesehatan untuk menangani COVID-19 dan ikut menjaga negeri ini,&amp;rdquo;  jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
