<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>9 Keuntungan Investasi di Exchange Traded Fund</title><description>Selain menggunakan reksa dana dapat melakukan pembelian exchange traded funds (ETF).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/12/622/2276683/9-keuntungan-investasi-di-exchange-traded-fund</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/12/622/2276683/9-keuntungan-investasi-di-exchange-traded-fund"/><item><title>9 Keuntungan Investasi di Exchange Traded Fund</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/12/622/2276683/9-keuntungan-investasi-di-exchange-traded-fund</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/12/622/2276683/9-keuntungan-investasi-di-exchange-traded-fund</guid><pubDate>Sabtu 12 September 2020 19:05 WIB</pubDate><dc:creator>Safira Fitri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/12/622/2276683/9-keuntungan-investasi-di-exchange-traded-fund-De6979AcFh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">saham (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/12/622/2276683/9-keuntungan-investasi-di-exchange-traded-fund-De6979AcFh.jpg</image><title>saham (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Apabila seseorang ingin membeli sekelompok saham tanpa harus mengeluarkan modal terlalu besar, selain menggunakan reksa dana dapat melakukan pembelian exchange traded funds (ETF).
&amp;nbsp;
Di mana ETF merupakan semacam reksa dana yang isi portofolionya mengacu pada indeks tertentu dan diperjualbelikan di bursa saham seperti layaknya saham biasa. Selain itu, proses berinvestasi melalui ETF juga relatif mudah dan murah.
 
Baca juga: BLT Rp600.000 Cair saat PSBB, Jangan Lupa Stok Makanan
Melansir dari buku Investasi Saham Aman dan Menyenangkan oleh Doni Prabawa, Jakarta, Sabtu (12/9/2020, berikut adalah sejumlah keuntungan yang didapat apabila berinvestasi melalui ETF.

Pertama, pengelolaan pasif, mengacu pada suatu indeks tertentu, atau harga komoditi dan tidak dikelola oleh Fund Manager, sehingga meminimalkan risiko human error.
 
Baca juga: 5 Panduan Menabung Buat Generasi Milenial
Kedua, diversifikasi tanpa perlu modal besar. Hanya dengan satu transaksi setara dengan memiliki puluhan, bahkan ratusan saham secara bersamaan.

Ketiga, mendapatkan passive income berupa dividen seperti layaknya pemegang saham perusahaan.
&amp;nbsp;
Keempat, fee lebih kecil dibandingkan dengan membeli saham atau komoditi secara langsung.Kelima, long term up trend. Perusahaan didirikan agar nilainya  meningkat dan mendapatkan profit, sehingga secara alamiah nilai ETF akan  meningkat mengikuti pergerakan harga saham-saham yang menjadi acuannya.

&amp;nbsp;
Keenam, tidak memerlukan analisis yang terlalu banyak.

Ketujuh,  fleksibilitas dalam pemilihan jenis investasi. Terdapat ratusan ETF  dari berbagai sektor, indeks, maupun area atau negara.

Kedelapan, performance di atas rata-rata reksa dana.
&amp;nbsp;
Kesembilan, bankrupt-proof (theoretically). Selama  perusahaan-perusahaan anggota indeks yang menjadi acuan ETF masih exist,  maka nilai ETF tidak akan menjadi 0. Berita baiknya adalah,  lembaga-lembaga pemeringkat yang menerbitkan indeks selalu mengevaluasi  perusahaan-perusahaan yang menjadi anggotanya.


Bila karena sat hal suatu perusahaan tidak qualified maka akan  digantikan perusahaan lain yang memenuhi kriteria. Hal ini menyebabkan  nilai indeks tidak mungkin menjadi 0, kecuali bila seluruh anggota  indeks tersebut tutup atau bangkrut secara bersamaan. Kemungkinan ini  pun sangat kecil, bukan?</description><content:encoded>JAKARTA - Apabila seseorang ingin membeli sekelompok saham tanpa harus mengeluarkan modal terlalu besar, selain menggunakan reksa dana dapat melakukan pembelian exchange traded funds (ETF).
&amp;nbsp;
Di mana ETF merupakan semacam reksa dana yang isi portofolionya mengacu pada indeks tertentu dan diperjualbelikan di bursa saham seperti layaknya saham biasa. Selain itu, proses berinvestasi melalui ETF juga relatif mudah dan murah.
 
Baca juga: BLT Rp600.000 Cair saat PSBB, Jangan Lupa Stok Makanan
Melansir dari buku Investasi Saham Aman dan Menyenangkan oleh Doni Prabawa, Jakarta, Sabtu (12/9/2020, berikut adalah sejumlah keuntungan yang didapat apabila berinvestasi melalui ETF.

Pertama, pengelolaan pasif, mengacu pada suatu indeks tertentu, atau harga komoditi dan tidak dikelola oleh Fund Manager, sehingga meminimalkan risiko human error.
 
Baca juga: 5 Panduan Menabung Buat Generasi Milenial
Kedua, diversifikasi tanpa perlu modal besar. Hanya dengan satu transaksi setara dengan memiliki puluhan, bahkan ratusan saham secara bersamaan.

Ketiga, mendapatkan passive income berupa dividen seperti layaknya pemegang saham perusahaan.
&amp;nbsp;
Keempat, fee lebih kecil dibandingkan dengan membeli saham atau komoditi secara langsung.Kelima, long term up trend. Perusahaan didirikan agar nilainya  meningkat dan mendapatkan profit, sehingga secara alamiah nilai ETF akan  meningkat mengikuti pergerakan harga saham-saham yang menjadi acuannya.

&amp;nbsp;
Keenam, tidak memerlukan analisis yang terlalu banyak.

Ketujuh,  fleksibilitas dalam pemilihan jenis investasi. Terdapat ratusan ETF  dari berbagai sektor, indeks, maupun area atau negara.

Kedelapan, performance di atas rata-rata reksa dana.
&amp;nbsp;
Kesembilan, bankrupt-proof (theoretically). Selama  perusahaan-perusahaan anggota indeks yang menjadi acuan ETF masih exist,  maka nilai ETF tidak akan menjadi 0. Berita baiknya adalah,  lembaga-lembaga pemeringkat yang menerbitkan indeks selalu mengevaluasi  perusahaan-perusahaan yang menjadi anggotanya.


Bila karena sat hal suatu perusahaan tidak qualified maka akan  digantikan perusahaan lain yang memenuhi kriteria. Hal ini menyebabkan  nilai indeks tidak mungkin menjadi 0, kecuali bila seluruh anggota  indeks tersebut tutup atau bangkrut secara bersamaan. Kemungkinan ini  pun sangat kecil, bukan?</content:encoded></item></channel></rss>
