<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Pemicu Harga Properti Naik Turun</title><description>Seperti harga emas, nilai jual properti juga mengalami fluktuasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/14/470/2277239/4-pemicu-harga-properti-naik-turun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/14/470/2277239/4-pemicu-harga-properti-naik-turun"/><item><title>4 Pemicu Harga Properti Naik Turun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/14/470/2277239/4-pemicu-harga-properti-naik-turun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/14/470/2277239/4-pemicu-harga-properti-naik-turun</guid><pubDate>Senin 14 September 2020 09:02 WIB</pubDate><dc:creator>Natasha Oktalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/14/470/2277239/4-pemicu-harga-properti-naik-turun-89GG90phbc.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/14/470/2277239/4-pemicu-harga-properti-naik-turun-89GG90phbc.jpeg</image><title>Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Seperti harga emas, nilai jual properti juga mengalami fluktuasi. Adapun kondisi fluktuasi adalah naik turunnya nilai dari properti.
Dalam sejumlah penelitian di banyak negara pada dasarnya investasi properti pun mengalami fluktuasi yang sama. Hal tersebut bisa disebabkan oleh faktor ekonomi makro bahkan adanya tingkat suku bunga.
Baca juga: BI Prediksi Harga Properti Kuartal III Bakal Anjlok Jadi 1,19%
Seperti yang dijelaskan dalam buku Profit Berlipat dengan Investasi Tanah dan Rumah karya Budi Santoso, Jakarta, Senin (14/9/2020). Berikut beberapa faktor yang menyebabkan fluktuasi pada nilai properti.
1. Ekonomi makro
Pertumbuhan ekonomi secara nasional tercermin pada kegiatan berbagai sektor industri, khususnya konstruksi. Hal ini ditandai dengan adanya banyak penanaman modal, tenaga kerja yang terserap dan aktivitas pendukung lainnya.
Baca juga: Fakta Penjualan Properti di Bawah Rp1,5 Miliar Laris hingga Subsidi KPR
2. Tingkat suku bunga
Tingkat suku bunga perbankan tinggi dapat menyebabkan turunnya minat investasi properti. Orang akan lebih memilih untuk menabung atau depositokan uangnya di bank karena lebih menguntungkan dan aman.
Namun, apabila suku bunga turun atau rendah. Maka berinvestasi pada properti akan lebih menjanjikan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjIzOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;3. Lokasi
Hal yang dominan dalam investasi properti adalah faktor lokasi.  Lokasi yang startegis dengan aksesibilitas dan sarana mencukupi akan  meningkatkan harga tanah dan bangunan.
Faktor lokasi ini apabila diikuti oleh permintaan yang besar  sementara pasokan terbatas dapat membuat nilai properti menjadi sangat  mahal.
4. Perencanaan kota
Yang dimaksud adalah mengenai prospek dan ketentuan yang ditetapkan  oleh pemerintah. Jika pemerintah merencanakan suatu wilayah tertentu,  misal untuk kawasan niaga dan komersial tentunya jelas akan membuat  nilai properti bergerak naik seiring dengan perkembangan wilayah.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Seperti harga emas, nilai jual properti juga mengalami fluktuasi. Adapun kondisi fluktuasi adalah naik turunnya nilai dari properti.
Dalam sejumlah penelitian di banyak negara pada dasarnya investasi properti pun mengalami fluktuasi yang sama. Hal tersebut bisa disebabkan oleh faktor ekonomi makro bahkan adanya tingkat suku bunga.
Baca juga: BI Prediksi Harga Properti Kuartal III Bakal Anjlok Jadi 1,19%
Seperti yang dijelaskan dalam buku Profit Berlipat dengan Investasi Tanah dan Rumah karya Budi Santoso, Jakarta, Senin (14/9/2020). Berikut beberapa faktor yang menyebabkan fluktuasi pada nilai properti.
1. Ekonomi makro
Pertumbuhan ekonomi secara nasional tercermin pada kegiatan berbagai sektor industri, khususnya konstruksi. Hal ini ditandai dengan adanya banyak penanaman modal, tenaga kerja yang terserap dan aktivitas pendukung lainnya.
Baca juga: Fakta Penjualan Properti di Bawah Rp1,5 Miliar Laris hingga Subsidi KPR
2. Tingkat suku bunga
Tingkat suku bunga perbankan tinggi dapat menyebabkan turunnya minat investasi properti. Orang akan lebih memilih untuk menabung atau depositokan uangnya di bank karena lebih menguntungkan dan aman.
Namun, apabila suku bunga turun atau rendah. Maka berinvestasi pada properti akan lebih menjanjikan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjIzOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;3. Lokasi
Hal yang dominan dalam investasi properti adalah faktor lokasi.  Lokasi yang startegis dengan aksesibilitas dan sarana mencukupi akan  meningkatkan harga tanah dan bangunan.
Faktor lokasi ini apabila diikuti oleh permintaan yang besar  sementara pasokan terbatas dapat membuat nilai properti menjadi sangat  mahal.
4. Perencanaan kota
Yang dimaksud adalah mengenai prospek dan ketentuan yang ditetapkan  oleh pemerintah. Jika pemerintah merencanakan suatu wilayah tertentu,  misal untuk kawasan niaga dan komersial tentunya jelas akan membuat  nilai properti bergerak naik seiring dengan perkembangan wilayah.</content:encoded></item></channel></rss>
