<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Ekspor Indonesia Anjlok 8,3% Jadi USD13 Miliar pada Agustus 2020</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia pada Agustus 2020 mencapai USD13,07 miliar</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/15/320/2277917/ekspor-indonesia-anjlok-8-3-jadi-usd13-miliar-pada-agustus-2020</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/15/320/2277917/ekspor-indonesia-anjlok-8-3-jadi-usd13-miliar-pada-agustus-2020"/><item><title>   Ekspor Indonesia Anjlok 8,3% Jadi USD13 Miliar pada Agustus 2020</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/15/320/2277917/ekspor-indonesia-anjlok-8-3-jadi-usd13-miliar-pada-agustus-2020</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/15/320/2277917/ekspor-indonesia-anjlok-8-3-jadi-usd13-miliar-pada-agustus-2020</guid><pubDate>Selasa 15 September 2020 11:28 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/15/320/2277917/ekspor-indonesia-anjlok-8-3-jadi-usd13-miliar-pada-agustus-2020-5zOG1FFXA3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekspor Indonesia Anjlok (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/15/320/2277917/ekspor-indonesia-anjlok-8-3-jadi-usd13-miliar-pada-agustus-2020-5zOG1FFXA3.jpg</image><title>Ekspor Indonesia Anjlok (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia pada Agustus 2020 mencapai USD13,07 miliar yang mengalami penurunan 4,62% dibandingkan Juli 2020 tercatat sebesar USD13,70 miliar. Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/YoY) turun 8,36%.


Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, penurunan ekspor Indonesia ini mengalami penurunan dikarenakan kedua komoditas yakni migas dan non migas yang mengalami penurunan dibandingkan bulan Juli. Adapun sektor migas mengalami penurunan 9,94%. Lalu sektor non migas mengalami penurunan 4,35%

&quot; Turunnya migas hanya mencapai USD0,61 miliar sedangkan non migas hanya USD12,46 miliar,&quot; ujar Suhariyanto dalam video virtual, Selasa (15/9/2020).
Baca Juga: Pulihkan Ekonomi, Mendag Fokus Ekspor Makanan hingga Hasil Pertanian
Menurut dia, kinerja ekspor migas terus terkan. Hal ini dikarenakan beberapa bahan logam dan minyak nabati mengalami penurunan. &quot;Produk logam mulia, minyak nabati, bahan bakar mineral serta alas kaki dan baja itu mengalami kenaikan yang mana merah alami pertumbuhan negatif,&quot; jelasnya.

Sementara itu posisi ekspor kumulatif Januari hingga Agustus mencapai USD103,16 miliar yang mana mengalami penurunan 6,51% dibandingkan tahun lalu di periode yang sama mencapai USD110,35 miliar

&quot;Permintaan yang melemah dan aktivitas ekonomi belum berjalan normal jadinya penurunan ekspor,&quot; katanya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia pada Agustus 2020 mencapai USD13,07 miliar yang mengalami penurunan 4,62% dibandingkan Juli 2020 tercatat sebesar USD13,70 miliar. Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/YoY) turun 8,36%.


Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, penurunan ekspor Indonesia ini mengalami penurunan dikarenakan kedua komoditas yakni migas dan non migas yang mengalami penurunan dibandingkan bulan Juli. Adapun sektor migas mengalami penurunan 9,94%. Lalu sektor non migas mengalami penurunan 4,35%

&quot; Turunnya migas hanya mencapai USD0,61 miliar sedangkan non migas hanya USD12,46 miliar,&quot; ujar Suhariyanto dalam video virtual, Selasa (15/9/2020).
Baca Juga: Pulihkan Ekonomi, Mendag Fokus Ekspor Makanan hingga Hasil Pertanian
Menurut dia, kinerja ekspor migas terus terkan. Hal ini dikarenakan beberapa bahan logam dan minyak nabati mengalami penurunan. &quot;Produk logam mulia, minyak nabati, bahan bakar mineral serta alas kaki dan baja itu mengalami kenaikan yang mana merah alami pertumbuhan negatif,&quot; jelasnya.

Sementara itu posisi ekspor kumulatif Januari hingga Agustus mencapai USD103,16 miliar yang mana mengalami penurunan 6,51% dibandingkan tahun lalu di periode yang sama mencapai USD110,35 miliar

&quot;Permintaan yang melemah dan aktivitas ekonomi belum berjalan normal jadinya penurunan ekspor,&quot; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
