<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>      BPS: Impor Indonesia USD10,7 Miliar, Turun 24,1%</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Impor Indonesia pada Agustus 2020 mencapai USD10,74 miliar</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/15/320/2277937/bps-impor-indonesia-usd10-7-miliar-turun-24-1</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/15/320/2277937/bps-impor-indonesia-usd10-7-miliar-turun-24-1"/><item><title>      BPS: Impor Indonesia USD10,7 Miliar, Turun 24,1%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/15/320/2277937/bps-impor-indonesia-usd10-7-miliar-turun-24-1</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/15/320/2277937/bps-impor-indonesia-usd10-7-miliar-turun-24-1</guid><pubDate>Selasa 15 September 2020 12:00 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/15/320/2277937/bps-impor-indonesia-usd10-7-miliar-turun-24-1-EinYi4qDKl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Impor Indonesia Turun (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/15/320/2277937/bps-impor-indonesia-usd10-7-miliar-turun-24-1-EinYi4qDKl.jpg</image><title>Impor Indonesia Turun (Foto: Okezone)</title></images><description>
&amp;nbsp;JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Impor Indonesia pada Agustus 2020 mencapai USD10,74 miliar mengalami kenaikan 2,65% dibandingkan Juli 2020 tercatat sebesar USD10,46 miliar. Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/YoY) turun 24,19%.


Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, penurunan impor Indonesia ini mengalami kenaikan dikarenakan kedua komoditas yakni migas dan non migas yang mengalami peningkatan dibandingkan bulan Juli. Adapun sektor migas mengalami kenaikan 0,88%. Lalu sektor non migas mengalami kenaikan 3,01%.

&quot;Impor ini terjadi baik migas dan non migas. Impor migas mencapai USD10,74 miliar sedangkan non migas mencapai USD9,79 miliar,&quot; ujar Suhariyanto dalam preskon virtual, Selasa (15/9/2020).
Baca Juga: Ekspor Indonesia Anjlok 8,3% Jadi USD13 Miliar pada Agustus 2020
Dia mengatakan, pemicu impor pada bulan ini karena ada peningkatan impor sejumlah barang konsumsi dan bahan baku.

&quot;Barang konsumsi MtM-nya naik 7,31%. Barang konsumsi yang naik cukup besar ini di antaranya grapes anggur dari China, impor barang konsumsi milk dari Selandia Baru, raw sugar impor dari India,&quot; imbuhnya.

Sementara itu, secara tahunan seluruh jenis barang berdasarkan penggunaan mengalami kontraksi. Barang konsumsi turun sebesar 12,49% , bahan baku/penolong minus 24,93%, dan barang modal turun 27,55%. &quot;Impor utama kita tetap dari China, Jepang, dan Singapura,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>
&amp;nbsp;JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Impor Indonesia pada Agustus 2020 mencapai USD10,74 miliar mengalami kenaikan 2,65% dibandingkan Juli 2020 tercatat sebesar USD10,46 miliar. Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/YoY) turun 24,19%.


Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, penurunan impor Indonesia ini mengalami kenaikan dikarenakan kedua komoditas yakni migas dan non migas yang mengalami peningkatan dibandingkan bulan Juli. Adapun sektor migas mengalami kenaikan 0,88%. Lalu sektor non migas mengalami kenaikan 3,01%.

&quot;Impor ini terjadi baik migas dan non migas. Impor migas mencapai USD10,74 miliar sedangkan non migas mencapai USD9,79 miliar,&quot; ujar Suhariyanto dalam preskon virtual, Selasa (15/9/2020).
Baca Juga: Ekspor Indonesia Anjlok 8,3% Jadi USD13 Miliar pada Agustus 2020
Dia mengatakan, pemicu impor pada bulan ini karena ada peningkatan impor sejumlah barang konsumsi dan bahan baku.

&quot;Barang konsumsi MtM-nya naik 7,31%. Barang konsumsi yang naik cukup besar ini di antaranya grapes anggur dari China, impor barang konsumsi milk dari Selandia Baru, raw sugar impor dari India,&quot; imbuhnya.

Sementara itu, secara tahunan seluruh jenis barang berdasarkan penggunaan mengalami kontraksi. Barang konsumsi turun sebesar 12,49% , bahan baku/penolong minus 24,93%, dan barang modal turun 27,55%. &quot;Impor utama kita tetap dari China, Jepang, dan Singapura,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
