<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir Pastikan Vaksin Covid-19 Halal dan Terdaftar di BPOM</title><description>Erick memastikan vaksin yang nantinya diproduksi tersertifikasi halal.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/15/320/2277987/erick-thohir-pastikan-vaksin-covid-19-halal-dan-terdaftar-di-bpom</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/15/320/2277987/erick-thohir-pastikan-vaksin-covid-19-halal-dan-terdaftar-di-bpom"/><item><title>Erick Thohir Pastikan Vaksin Covid-19 Halal dan Terdaftar di BPOM</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/15/320/2277987/erick-thohir-pastikan-vaksin-covid-19-halal-dan-terdaftar-di-bpom</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/15/320/2277987/erick-thohir-pastikan-vaksin-covid-19-halal-dan-terdaftar-di-bpom</guid><pubDate>Selasa 15 September 2020 12:50 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/15/320/2277987/erick-thohir-pastikan-vaksin-covid-19-halal-dan-terdaftar-di-bpom-1LPj88VunZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/15/320/2277987/erick-thohir-pastikan-vaksin-covid-19-halal-dan-terdaftar-di-bpom-1LPj88VunZ.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) Erick Thohir menyebut pihaknya terus menggalakkan vaksin Covid-19. Bahkan, Erick memastikan vaksin yang nantinya diproduksi tersertifikasi halal.

Erick mengatakan, pihaknya telah mengirim Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ke Uni Emirat Arab (UAE) untuk memastikan kehalalan vaksin tersebut. Hal ini dilakukan setelah Indonesia melakukan kerjasama dengan perusahaan farmasi asal UAE, G42.

Setelahnya, BPOM juga akan dikirim ke Cina bersama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk tujuan yang sama pada bulan Oktober 2020 mendatang.

&quot;Kita juga pastikan vaksin ini halal dan sesuai standar kita. Oleh karena itu, kita kirim BPOM ke UAE dan Insya Allah ke China, Oktober ini bersama MUI,&quot; ujar Erick, Jakarta, Selasa (15/9/2020).
Baca Juga: Orang Terkaya Tolak PSBB Jakarta, Ekonom: Pandangan yang Salah
Majeles Ulama Indonesia (MUI), kata Erick juga hadir pada saat uji klinis ke-3 terhadap vaksin asal Sinovac yang dilakukan di Bandung beberapa waktu lalu. Dengan demikian, kehalalan vaksin ini dapat terjamin.

&quot;Oleh karena itu, kemarin saya datang kepada Pak Wakil Presiden (KH Ma'aruf Amin), bahwa proses ini kita dukung dan kita jaga kehalalan vaksin,&quot; kata dia.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8xMC8xLzEyMjYxNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebelumnya, Erick memberi laporan kepada Wakil Presiden Ma'ruf Amin  terkait proses vaksin Covid-19 halal. Dalam laporan itu, Erick  mengatakan vaksin Covid-19 halal akan menjadi prioritas pemerintah.

&quot;Saya melaporkan kepada Bapak Wakil Presiden tentang proses vaksin  halal yang harus menjadi prioritas untuk kita dan sekaligus melaporkan  progres perkembangan vaksin,&quot; ujarnya.

Dalam laporannya tersebut, Erick juga mencatat Indonesia akan  mendapat 30 juta dosis vaksin Covid-19 pada akhir 2020 dan 300 juta  dosis untuk 2021.

Menurutnya, vaksin tersebut merupakan hasil kerja sama beberapa BUMN  farmasi dengan lembaga dan instansi farmasi mancanegara seperti PT Bio  Farma (Persero) dengan Sinovac Biotech yang berasal dari China.
Sinovac sendiri sudah berkomitmen menyediakan 20 juta dosis vaksin   pada akhir tahun ini apabila proses uji klinis tahap 3 berjalan lancar.   Sedangkan untuk tahun depan, akan diproduksi hingga 250 juta dosis  untuk  Indonesia.

Selain itu, Erick juga melaporkan bahwa PT Kimia Farma juga telah   menggandeng perusahaan asal UEA, Grup 42 (G42) dan akan memperoleh 10   juta dosis vaksin pada akhir 2020, kemudian ditambah lagi sebanyak 50   juta dosis yang akan diterima Indonesia pada akhir kuartal I-2021.

&quot;Insya Allah, akhir tahun ini ada 30 juta (vaksin) dan tahun depan   ada 300 juta. Tetapi sebagai catatan, dari total kita dapatkan 330 juta   mungkin 340 juta,&quot; kata Erick.

Namun jumlah tersebut, belum mencukupi kebutuhan untuk melakukan   vaksinasi massal masyarakat Indonesia. Dia menjelaskan, proses vaksinasi   diperlukan dua kali suntikan untuk setiap individu sehingga dari  jumlah  tersebut, baru hanya memenuhi kebutuhan vaksinasi terhadap 170  juta  orang saja.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) Erick Thohir menyebut pihaknya terus menggalakkan vaksin Covid-19. Bahkan, Erick memastikan vaksin yang nantinya diproduksi tersertifikasi halal.

Erick mengatakan, pihaknya telah mengirim Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ke Uni Emirat Arab (UAE) untuk memastikan kehalalan vaksin tersebut. Hal ini dilakukan setelah Indonesia melakukan kerjasama dengan perusahaan farmasi asal UAE, G42.

Setelahnya, BPOM juga akan dikirim ke Cina bersama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk tujuan yang sama pada bulan Oktober 2020 mendatang.

&quot;Kita juga pastikan vaksin ini halal dan sesuai standar kita. Oleh karena itu, kita kirim BPOM ke UAE dan Insya Allah ke China, Oktober ini bersama MUI,&quot; ujar Erick, Jakarta, Selasa (15/9/2020).
Baca Juga: Orang Terkaya Tolak PSBB Jakarta, Ekonom: Pandangan yang Salah
Majeles Ulama Indonesia (MUI), kata Erick juga hadir pada saat uji klinis ke-3 terhadap vaksin asal Sinovac yang dilakukan di Bandung beberapa waktu lalu. Dengan demikian, kehalalan vaksin ini dapat terjamin.

&quot;Oleh karena itu, kemarin saya datang kepada Pak Wakil Presiden (KH Ma'aruf Amin), bahwa proses ini kita dukung dan kita jaga kehalalan vaksin,&quot; kata dia.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8xMC8xLzEyMjYxNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebelumnya, Erick memberi laporan kepada Wakil Presiden Ma'ruf Amin  terkait proses vaksin Covid-19 halal. Dalam laporan itu, Erick  mengatakan vaksin Covid-19 halal akan menjadi prioritas pemerintah.

&quot;Saya melaporkan kepada Bapak Wakil Presiden tentang proses vaksin  halal yang harus menjadi prioritas untuk kita dan sekaligus melaporkan  progres perkembangan vaksin,&quot; ujarnya.

Dalam laporannya tersebut, Erick juga mencatat Indonesia akan  mendapat 30 juta dosis vaksin Covid-19 pada akhir 2020 dan 300 juta  dosis untuk 2021.

Menurutnya, vaksin tersebut merupakan hasil kerja sama beberapa BUMN  farmasi dengan lembaga dan instansi farmasi mancanegara seperti PT Bio  Farma (Persero) dengan Sinovac Biotech yang berasal dari China.
Sinovac sendiri sudah berkomitmen menyediakan 20 juta dosis vaksin   pada akhir tahun ini apabila proses uji klinis tahap 3 berjalan lancar.   Sedangkan untuk tahun depan, akan diproduksi hingga 250 juta dosis  untuk  Indonesia.

Selain itu, Erick juga melaporkan bahwa PT Kimia Farma juga telah   menggandeng perusahaan asal UEA, Grup 42 (G42) dan akan memperoleh 10   juta dosis vaksin pada akhir 2020, kemudian ditambah lagi sebanyak 50   juta dosis yang akan diterima Indonesia pada akhir kuartal I-2021.

&quot;Insya Allah, akhir tahun ini ada 30 juta (vaksin) dan tahun depan   ada 300 juta. Tetapi sebagai catatan, dari total kita dapatkan 330 juta   mungkin 340 juta,&quot; kata Erick.

Namun jumlah tersebut, belum mencukupi kebutuhan untuk melakukan   vaksinasi massal masyarakat Indonesia. Dia menjelaskan, proses vaksinasi   diperlukan dua kali suntikan untuk setiap individu sehingga dari  jumlah  tersebut, baru hanya memenuhi kebutuhan vaksinasi terhadap 170  juta  orang saja.</content:encoded></item></channel></rss>
