<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pandemi Bikin Saham Telekomunikasi Moncer, Eits Perhatikan Dulu Sebelum Investasi</title><description>Pandemi virus corona seharusnya menjadi keuntungan bagi perusahaan telekomunikasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/16/278/2278809/pandemi-bikin-saham-telekomunikasi-moncer-eits-perhatikan-dulu-sebelum-investasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/16/278/2278809/pandemi-bikin-saham-telekomunikasi-moncer-eits-perhatikan-dulu-sebelum-investasi"/><item><title>Pandemi Bikin Saham Telekomunikasi Moncer, Eits Perhatikan Dulu Sebelum Investasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/16/278/2278809/pandemi-bikin-saham-telekomunikasi-moncer-eits-perhatikan-dulu-sebelum-investasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/16/278/2278809/pandemi-bikin-saham-telekomunikasi-moncer-eits-perhatikan-dulu-sebelum-investasi</guid><pubDate>Rabu 16 September 2020 16:53 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/16/278/2278809/pandemi-bikin-saham-telekomunikasi-moncer-eits-perhatikan-dulu-sebelum-investasi-MkBgpvv7fF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">WFH (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/16/278/2278809/pandemi-bikin-saham-telekomunikasi-moncer-eits-perhatikan-dulu-sebelum-investasi-MkBgpvv7fF.jpg</image><title>WFH (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pandemi virus corona seharusnya menjadi keuntungan bagi perusahaan telekomunikasi. Pasalnya, kegiatan seperti Work from Home (WFH) dan School from Home (SFH) meningkatkan penggunaan data internet.

Kendati demikian, ada banyak faktor yang perlu diketahui sebelum calon investor memutuskan berinvestasi pada saham emiten telekomunikasi ini.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Daftar 10 Saham yang Lesu saat Jakarta PSBB Total
Dalam Lifepal, Rabu (16/9/2020), ada beberapa emiten dengan kapitalisasi besar yang kinerjanya mengalahkan IHSG dan indeks infrastruktur. Salah satunya PT Smartfren Telecom Tbk (FREN).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8wOC80LzEyMjU2OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Saham FREN alami kenaikan penjualan, tapi tetap tersandera kerugian. Berdasarkan laporan keuangan FREN, tercatat adanya kenaikan penjualan yang signifikan dari triwulan II-2015 sampai triwulan II-2020.
Baca juga: Sempat Trading Halt, IHSG Anjlok 5,01% Setop di 4.891
Pada saat PSBB diberlakukan sampai triwulan II-2020 ini, FREN mampu mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 41,97% atau sebesar Rp4,30 triliun atau lebih tinggi dibanding pada triwulan II-2019 yang hanya sebesar Rp3,03 triliun.

Kendati demikian, dari segi laba komprehensif, sejak triwulan II-2015 sampai triwulan II-2020, FREN masih tersandera kerugian. Pada triwulan II-2020, FREN masih mencatat kerugian sebesar Rp1,2 triliun. Hal ini dikarenakan adanya kenaikan signifikan pada beban-beban emiten, seperti beban bunga dan beban keuangan lainnya.Sementara itu, untuk kinerja emiten raksasa telekomunikasi lainnya  yaitu PT Excel Axiata Tbk. (EXCL) dan PT Indosat Tbk. (ISAT), kinerja  sahamnnya masih di bawah  IHSG dan Indeks Infrastruktur.

Laporan keuangan EXCL triwulan II-2020 mencatat adanya kenaikan dari  segi penjualan. Pada saat PSBB diberlakukan sampai triwulan II 2020 ini,  EXCL mampu mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 6,7% atau sebesar  Rp13,08 triliun dibanding pada triwulan yang sama di tahun sebelumnya,  yakni sebesar Rp12,26 triliun.

Dari segi laba komprehensif, pada triwulan II 2020, emiten ini  mengalami pertumbuhan sebesar 524,5% atau sebesar Rp1,76 triliun Rupiah  dibanding pada triwulan II-2019 yang hanya sebesar Rp281,56 miliar. Hal  ini dikarenakan ada kenaikan signifikan pada bagian keuntungan dari  penjualan dan sewa balik menara.</description><content:encoded>JAKARTA - Pandemi virus corona seharusnya menjadi keuntungan bagi perusahaan telekomunikasi. Pasalnya, kegiatan seperti Work from Home (WFH) dan School from Home (SFH) meningkatkan penggunaan data internet.

Kendati demikian, ada banyak faktor yang perlu diketahui sebelum calon investor memutuskan berinvestasi pada saham emiten telekomunikasi ini.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Daftar 10 Saham yang Lesu saat Jakarta PSBB Total
Dalam Lifepal, Rabu (16/9/2020), ada beberapa emiten dengan kapitalisasi besar yang kinerjanya mengalahkan IHSG dan indeks infrastruktur. Salah satunya PT Smartfren Telecom Tbk (FREN).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8wOC80LzEyMjU2OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Saham FREN alami kenaikan penjualan, tapi tetap tersandera kerugian. Berdasarkan laporan keuangan FREN, tercatat adanya kenaikan penjualan yang signifikan dari triwulan II-2015 sampai triwulan II-2020.
Baca juga: Sempat Trading Halt, IHSG Anjlok 5,01% Setop di 4.891
Pada saat PSBB diberlakukan sampai triwulan II-2020 ini, FREN mampu mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 41,97% atau sebesar Rp4,30 triliun atau lebih tinggi dibanding pada triwulan II-2019 yang hanya sebesar Rp3,03 triliun.

Kendati demikian, dari segi laba komprehensif, sejak triwulan II-2015 sampai triwulan II-2020, FREN masih tersandera kerugian. Pada triwulan II-2020, FREN masih mencatat kerugian sebesar Rp1,2 triliun. Hal ini dikarenakan adanya kenaikan signifikan pada beban-beban emiten, seperti beban bunga dan beban keuangan lainnya.Sementara itu, untuk kinerja emiten raksasa telekomunikasi lainnya  yaitu PT Excel Axiata Tbk. (EXCL) dan PT Indosat Tbk. (ISAT), kinerja  sahamnnya masih di bawah  IHSG dan Indeks Infrastruktur.

Laporan keuangan EXCL triwulan II-2020 mencatat adanya kenaikan dari  segi penjualan. Pada saat PSBB diberlakukan sampai triwulan II 2020 ini,  EXCL mampu mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 6,7% atau sebesar  Rp13,08 triliun dibanding pada triwulan yang sama di tahun sebelumnya,  yakni sebesar Rp12,26 triliun.

Dari segi laba komprehensif, pada triwulan II 2020, emiten ini  mengalami pertumbuhan sebesar 524,5% atau sebesar Rp1,76 triliun Rupiah  dibanding pada triwulan II-2019 yang hanya sebesar Rp281,56 miliar. Hal  ini dikarenakan ada kenaikan signifikan pada bagian keuntungan dari  penjualan dan sewa balik menara.</content:encoded></item></channel></rss>
