<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korban Jiwa Covid-19 Nyaris 1 Juta, Kesehatan Dulu Apa Ekonomi Bu Menkeu?</title><description>Pandemi covid-19 terus masih terjadi di beberapa negara. Adapun saat ini  sudah 29 juta kasus yang terkena virus asal Wuhan, China tersebut.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/16/320/2278725/korban-jiwa-covid-19-nyaris-1-juta-kesehatan-dulu-apa-ekonomi-bu-menkeu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/16/320/2278725/korban-jiwa-covid-19-nyaris-1-juta-kesehatan-dulu-apa-ekonomi-bu-menkeu"/><item><title>Korban Jiwa Covid-19 Nyaris 1 Juta, Kesehatan Dulu Apa Ekonomi Bu Menkeu?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/16/320/2278725/korban-jiwa-covid-19-nyaris-1-juta-kesehatan-dulu-apa-ekonomi-bu-menkeu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/16/320/2278725/korban-jiwa-covid-19-nyaris-1-juta-kesehatan-dulu-apa-ekonomi-bu-menkeu</guid><pubDate>Rabu 16 September 2020 15:21 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/16/320/2278725/korban-jiwa-covid-19-nyaris-1-juta-kesehatan-dulu-apa-ekonomi-bu-menkeu-x2iKalLmCi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Instagram @SMIndrawati)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/16/320/2278725/korban-jiwa-covid-19-nyaris-1-juta-kesehatan-dulu-apa-ekonomi-bu-menkeu-x2iKalLmCi.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Instagram @SMIndrawati)</title></images><description>JAKARTA -  Pandemi covid-19 terus masih terjadi di beberapa negara. Adapun saat ini sudah 29 juta kasus yang terkena virus asal Wuhan, China tersebut.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memprediksikan kasus kematian dampak covid-19 ini bisa akan mencapai 1 juta di seluruh negara.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pedagang Pasar Dukung Protokol Kesehatan seperti di Awal PSBB
&quot;Ini sekarang kasusnya bisa saja 29 juta kasus dan kematian akan mendekati 1 juta. Covid mengancam kesehatan dan keselamatan warga di seluruh dunia dan kesehatan itu utama,&quot; ujar Sri Mulyani dalam sebuah webinar, Rabu (16/9/2020).

Dia melanjutkan pemerintah harus siap menanggapi perkembangan yang terjadi dan melakukan penyesuaian kebijakan seefektif mungkin dalam menghadapi pandemi virus covid-19.Sebab, kesehatan dan ekonomi sama-sama menyangkut hajat hidup masyarakat.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Soal Operasi Yustisi, Erick Thohir: Jumlah Orang Tanpa Gejala Banyak
&quot;Sekarang sering kita dihadapkan seolah-olah kalau menghadapi covid-19 ekonominya dikorbankan. Atau kalau kita ingin memulihkan ekonomi, kesehatannya dikorbankan. Kan tidak bisa kita mengatakan kesehatan lebih penting dari ekonomi, atau ekonomi lebih penting dari kesehatan,&quot; imbuhnya.

Dia menambahkan pandemi covid-19 menjadi momentum berharga bagi pemerintah untuk mengambil pelajaran dan menentukan kebijakan di masa pendatang.

&quot;Karena Anda hidup di dalam situasi yang tidak usual. Kalau Anda nggak berubah maka yang diajar oleh Anda menjadi makhluk yang sudah ketinggalan zaman. Padahal tantangannya berubah sangat besar,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA -  Pandemi covid-19 terus masih terjadi di beberapa negara. Adapun saat ini sudah 29 juta kasus yang terkena virus asal Wuhan, China tersebut.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memprediksikan kasus kematian dampak covid-19 ini bisa akan mencapai 1 juta di seluruh negara.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pedagang Pasar Dukung Protokol Kesehatan seperti di Awal PSBB
&quot;Ini sekarang kasusnya bisa saja 29 juta kasus dan kematian akan mendekati 1 juta. Covid mengancam kesehatan dan keselamatan warga di seluruh dunia dan kesehatan itu utama,&quot; ujar Sri Mulyani dalam sebuah webinar, Rabu (16/9/2020).

Dia melanjutkan pemerintah harus siap menanggapi perkembangan yang terjadi dan melakukan penyesuaian kebijakan seefektif mungkin dalam menghadapi pandemi virus covid-19.Sebab, kesehatan dan ekonomi sama-sama menyangkut hajat hidup masyarakat.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Soal Operasi Yustisi, Erick Thohir: Jumlah Orang Tanpa Gejala Banyak
&quot;Sekarang sering kita dihadapkan seolah-olah kalau menghadapi covid-19 ekonominya dikorbankan. Atau kalau kita ingin memulihkan ekonomi, kesehatannya dikorbankan. Kan tidak bisa kita mengatakan kesehatan lebih penting dari ekonomi, atau ekonomi lebih penting dari kesehatan,&quot; imbuhnya.

Dia menambahkan pandemi covid-19 menjadi momentum berharga bagi pemerintah untuk mengambil pelajaran dan menentukan kebijakan di masa pendatang.

&quot;Karena Anda hidup di dalam situasi yang tidak usual. Kalau Anda nggak berubah maka yang diajar oleh Anda menjadi makhluk yang sudah ketinggalan zaman. Padahal tantangannya berubah sangat besar,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
