<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hary Tanoe Flash Back, Transaksi BEI Tahun 1998 Masih Pakai Papan Tulis dan Spidol</title><description>Seiring perkembangan zaman, digitalisasi di pasar modal Indonesia menjadi suatu keharusan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/17/278/2279561/hary-tanoe-flash-back-transaksi-bei-tahun-1998-masih-pakai-papan-tulis-dan-spidol</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/17/278/2279561/hary-tanoe-flash-back-transaksi-bei-tahun-1998-masih-pakai-papan-tulis-dan-spidol"/><item><title>Hary Tanoe Flash Back, Transaksi BEI Tahun 1998 Masih Pakai Papan Tulis dan Spidol</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/17/278/2279561/hary-tanoe-flash-back-transaksi-bei-tahun-1998-masih-pakai-papan-tulis-dan-spidol</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/17/278/2279561/hary-tanoe-flash-back-transaksi-bei-tahun-1998-masih-pakai-papan-tulis-dan-spidol</guid><pubDate>Kamis 17 September 2020 19:31 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/17/278/2279561/hary-tanoe-flash-back-transaksi-bei-tahun-1998-masih-pakai-papan-tulis-dan-spidol-ApCzYQyBhD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Webinar MNC Sekuritas (Foto: MNC Media)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/17/278/2279561/hary-tanoe-flash-back-transaksi-bei-tahun-1998-masih-pakai-papan-tulis-dan-spidol-ApCzYQyBhD.jpg</image><title>Webinar MNC Sekuritas (Foto: MNC Media)</title></images><description>JAKARTA - Seiring perkembangan zaman, digitalisasi di pasar modal Indonesia menjadi suatu keharusan. Untuk itu, regulator juga dituntut untuk terus melakukan berbagai inovasi berupa digitalisasi berkelanjutan.
Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo turut berkisah mengenai pengalamannya selama menjadi investor di pasar modal Indonesia. HT, demikian dia biasa disebut, mengungkapkan bahwa dirinya telah berkecimpung di pasar modal sejak tahun 1989. Pada masa itu proses masih dilakukan secara manual.
Baca Juga: Hary Tanoesoedibjo Targetkan RCTI Jadi Televisi Terbaik
 
&quot;Saya ini memang juga (menjadi saksi) sejarah di pasar modal. Saya di pasar modal dari tahun 1989 jadi dengan perusahaan sekuritas Bhakti Investama. Awalnya masih pakai manual di bursa papan tulis putih dan spidol,&quot; ujar HT dalam acara webinar Inspiration Talk MNC Sekuritas, Kamis (17/9/2020).
Dia menambahkan, sebelum Scripless Trading diterapkan tahun 1993, seluruh transaksi saham masih berupa fisik, di mana setiap sertifikat harus terlebih dahulu digandakan sebelum bertransaksi dan rawan sekali terjadi pemalsuan.
Baca Juga: Hary Tanoe Usul Sebagian Bantuan untuk Pelaku Usaha Diserahkan ke Kementerian
 
&quot;Kemudian berkembang, berkembang, berkembang dan kita bersyukur sudah ada online trading,&quot; kata dia.
HT menuturkan, dengan adanya online trading dia percaya bahwa proses trading saat ini akan menjadi sangat dominan karena banyak birokrasi yang terpotong melalui online trading.
&quot;Tapi intinya terjaga confidentiality-nya dan lebih cepat tanpa batas di seluruh Indonesia bisa bertransaksi, apalagi kalau konektivitas internet bisa lebih dan lebih murah nantinya,&quot; ucapnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8xNC80LzEyMjY2OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Seiring perkembangan zaman, digitalisasi di pasar modal Indonesia menjadi suatu keharusan. Untuk itu, regulator juga dituntut untuk terus melakukan berbagai inovasi berupa digitalisasi berkelanjutan.
Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo turut berkisah mengenai pengalamannya selama menjadi investor di pasar modal Indonesia. HT, demikian dia biasa disebut, mengungkapkan bahwa dirinya telah berkecimpung di pasar modal sejak tahun 1989. Pada masa itu proses masih dilakukan secara manual.
Baca Juga: Hary Tanoesoedibjo Targetkan RCTI Jadi Televisi Terbaik
 
&quot;Saya ini memang juga (menjadi saksi) sejarah di pasar modal. Saya di pasar modal dari tahun 1989 jadi dengan perusahaan sekuritas Bhakti Investama. Awalnya masih pakai manual di bursa papan tulis putih dan spidol,&quot; ujar HT dalam acara webinar Inspiration Talk MNC Sekuritas, Kamis (17/9/2020).
Dia menambahkan, sebelum Scripless Trading diterapkan tahun 1993, seluruh transaksi saham masih berupa fisik, di mana setiap sertifikat harus terlebih dahulu digandakan sebelum bertransaksi dan rawan sekali terjadi pemalsuan.
Baca Juga: Hary Tanoe Usul Sebagian Bantuan untuk Pelaku Usaha Diserahkan ke Kementerian
 
&quot;Kemudian berkembang, berkembang, berkembang dan kita bersyukur sudah ada online trading,&quot; kata dia.
HT menuturkan, dengan adanya online trading dia percaya bahwa proses trading saat ini akan menjadi sangat dominan karena banyak birokrasi yang terpotong melalui online trading.
&quot;Tapi intinya terjaga confidentiality-nya dan lebih cepat tanpa batas di seluruh Indonesia bisa bertransaksi, apalagi kalau konektivitas internet bisa lebih dan lebih murah nantinya,&quot; ucapnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8xNC80LzEyMjY2OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
