<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bos BI Tahan Suku Bunga Acuan untuk Jaga Rupiah</title><description>Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 4,00%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/17/320/2279402/bos-bi-tahan-suku-bunga-acuan-untuk-jaga-rupiah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/17/320/2279402/bos-bi-tahan-suku-bunga-acuan-untuk-jaga-rupiah"/><item><title>Bos BI Tahan Suku Bunga Acuan untuk Jaga Rupiah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/17/320/2279402/bos-bi-tahan-suku-bunga-acuan-untuk-jaga-rupiah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/17/320/2279402/bos-bi-tahan-suku-bunga-acuan-untuk-jaga-rupiah</guid><pubDate>Kamis 17 September 2020 15:50 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/17/320/2279402/bos-bi-tahan-suku-bunga-acuan-untuk-jaga-rupiah-w9RM9q2Zf5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Tangkapan layar di youtube BI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/17/320/2279402/bos-bi-tahan-suku-bunga-acuan-untuk-jaga-rupiah-w9RM9q2Zf5.jpg</image><title>Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Tangkapan layar di youtube BI)</title></images><description>JAKARTA - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 September 2020 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 4,00%. Sementara itu, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,25% dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,75%.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, keputusan ini mempertimbangkan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, di tengah inflasi yang diprakirakan tetap rendah. Hal ini juga untuk mendorong pemulihan ekonomi dari dampak pandemi COVID-19.
 
&amp;nbsp;Baca juga: BI Tahan Suku Bunga di 4%, Pemulihan Ekonomi Kurang Maksimal
&quot;Bank Indonesia menekankan pada jalur kuantitas melalui penyediaan likuiditas, termasuk dukungan Bank Indonesia kepada Pemerintah dalam mempercepat realisasi APBN tahun 2020. Di samping keputusan tersebut,&quot; kata Perry dalam video virtual, Kamis (17/9/2020).

Dia melanjutkan Bank Indonesi ada lima langkah dalam menahan suku bunga. Langkah pertama yakni melanjutkan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah agar sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Demi Pulihkan Ekonomi, BI Ditantang Turunkan Suku Bunga
Kedua, memperkuat strategi operasi moneter guna meningkatkan transmisi stance kebijakan moneter yang ditempuh.

&quot;Ketiga emperpanjang periode ketentuan insentif pelonggaran GWM Rupiah sebesar 50bps bagi bank yang menyalurkan kredit UMKM dan ekspor impor serta kredit non UMKM sektor-sektor prioritas.&quot;Sektor prioritas yang ditetapkan dalam program Pemulihan Ekonomi  Nasional, dari 31 Desember 2020 menjadi sampai dengan 30 Juni 2021,&quot;  katanya.

Lalu langkah kelima yakni mendorong pengembangan instrumen pasar uang  untuk mendukung pembiayaan korporasi dan UMKM sejalan dengan program  Pemulihan Ekonomi Nasional.

Serta langkah kelima, melanjutkan perluasan akseptasi QRIS dalam  rangka mendukung program pemulihan ekonomi dan pengembangan UMKM melalui  perpanjangan kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) sebesar 0% untuk  Usaha Mikro (UMI) dari 30 September 2020 menjadi sampai dengan 31  Desember 2020.</description><content:encoded>JAKARTA - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 September 2020 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 4,00%. Sementara itu, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,25% dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,75%.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, keputusan ini mempertimbangkan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, di tengah inflasi yang diprakirakan tetap rendah. Hal ini juga untuk mendorong pemulihan ekonomi dari dampak pandemi COVID-19.
 
&amp;nbsp;Baca juga: BI Tahan Suku Bunga di 4%, Pemulihan Ekonomi Kurang Maksimal
&quot;Bank Indonesia menekankan pada jalur kuantitas melalui penyediaan likuiditas, termasuk dukungan Bank Indonesia kepada Pemerintah dalam mempercepat realisasi APBN tahun 2020. Di samping keputusan tersebut,&quot; kata Perry dalam video virtual, Kamis (17/9/2020).

Dia melanjutkan Bank Indonesi ada lima langkah dalam menahan suku bunga. Langkah pertama yakni melanjutkan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah agar sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Demi Pulihkan Ekonomi, BI Ditantang Turunkan Suku Bunga
Kedua, memperkuat strategi operasi moneter guna meningkatkan transmisi stance kebijakan moneter yang ditempuh.

&quot;Ketiga emperpanjang periode ketentuan insentif pelonggaran GWM Rupiah sebesar 50bps bagi bank yang menyalurkan kredit UMKM dan ekspor impor serta kredit non UMKM sektor-sektor prioritas.&quot;Sektor prioritas yang ditetapkan dalam program Pemulihan Ekonomi  Nasional, dari 31 Desember 2020 menjadi sampai dengan 30 Juni 2021,&quot;  katanya.

Lalu langkah kelima yakni mendorong pengembangan instrumen pasar uang  untuk mendukung pembiayaan korporasi dan UMKM sejalan dengan program  Pemulihan Ekonomi Nasional.

Serta langkah kelima, melanjutkan perluasan akseptasi QRIS dalam  rangka mendukung program pemulihan ekonomi dan pengembangan UMKM melalui  perpanjangan kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) sebesar 0% untuk  Usaha Mikro (UMI) dari 30 September 2020 menjadi sampai dengan 31  Desember 2020.</content:encoded></item></channel></rss>
