<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BLT Rp600.000 Lama Cair Gegara Rekening Bermasalah</title><description>Salah satu kendala dalam pencairan BLT kepada  pekerja berpendapatan di bawah Rp5 juta ialah pada rekening bank  penerima manfaat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/17/320/2279500/blt-rp600-000-lama-cair-gegara-rekening-bermasalah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/17/320/2279500/blt-rp600-000-lama-cair-gegara-rekening-bermasalah"/><item><title>BLT Rp600.000 Lama Cair Gegara Rekening Bermasalah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/17/320/2279500/blt-rp600-000-lama-cair-gegara-rekening-bermasalah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/17/320/2279500/blt-rp600-000-lama-cair-gegara-rekening-bermasalah</guid><pubDate>Kamis 17 September 2020 18:13 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/17/320/2279500/blt-rp600-000-lama-cair-gegara-rekening-bermasalah-kf6KezFQP3.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Mesin ATM (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/17/320/2279500/blt-rp600-000-lama-cair-gegara-rekening-bermasalah-kf6KezFQP3.jpeg</image><title>Mesin ATM (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan, Keselamatan dan Kesehatan Kementerian Ketenagakerjaan Haiyani Rumondang mengungkapkan, salah satu kendala dalam pencairan Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada pekerja berpendapatan di bawah Rp5 juta ialah pada rekening bank penerima manfaat.
&quot;Data (penerima manfaat) masuk BPJamsostek dan kemudian rekeningnya bermasalah. Ini yang kami minta tolong untuk segera memperbaiki melalui BPJamsostek,&quot; ujar Haiyani dalam diskusi virtual, Kamis (17/9/2020).
Baca juga: 2,8 Juta Pekerja Terima BLT Subsidi Gaji Tahap 4, Ini Jadwalnya
Dia menyebut, dari batch satu pihaknya menemukan banyak data yang tidak valid, itu karena rekeningnya calon penerima sudah ditutup. Bahkan, ada yang rekeningnya pasif. Rekening yang dicatat tidak valid akan kembalikan kepada BPJamsostek dan selanjutnya akan dikomunikasikan kepada pemberi kerja.
Persoalan rekening menjadi ranah perusahaan atau pemberi kerja bersama dengan BPJamsostek. Dia mengatakan, Kementerian Ketenagakerjaan memberikan tenggat waktu selama 10 hari setelah pengembalian data untuk diperbaiki.
Baca juga: Jokowi Transfer BLT Subsidi Gaji Rp1,2 Juta ke 398 Ribu Honorer
Dia berharap, perbaikan data rekening penerima manfaat BSU sesegera mungkin dilakukan. Sebab, tujuan dari program tersebut untuk mendorong daya beli masyarakat dan mendorong pemulihan perekonomian nasional (PEN).
Di kesempatan yang sama Direktur BPJamsostek Agus Susanto menuturkan, pihaknya telah melakukan validasi berlapis ihwal data calon penerima BSU. Sejauh ini, kata dia, data rekening bank yang telah tervalidasi mencapai 14,5 juta rekening.
&quot;Dari 14,5 juta rekening yang valid tersebut, ada 133.000 yang masih dalam proses, sementara ada 3.000 rekening yang tidak valid. Yg tidak valid ini kami konfirmasi kembali,&quot; kata Agus.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yNy80LzEyMjMyMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Setelah validasi rekening bank dilakukan, lanjut Agus, pihaknya  kembali memvalidasi data itu dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan  14/2020 sebagai rujukannya. Hasilnya, hingga Rabu (17/9/2020) terdapat  11,8 juta data yang tervalidasi.
11,8 juta data itu kemudian diserahkan kepada Kementerian  Ketenagakerjaan secara bertahap, yakni pada batch pertama sebanyak 2,5  juta data, batch kedua 3 juta data, batch ketiga 3,5 data dan teranyar  batch keempat sebanyak 2,8 juta data.
Adapun merujuk data Kementerian Ketenagakerjaan, hingga 14 September  penyaluran subsidi batch satu dan batch kedua telah diberikan kepada  5,45 juta penerima atau 99,1 persen dari total penerima tahap satu dan  tahap dua sebanyak 5,5 juta orang. Sedangkan realisasi penyaluran tahap  ketiga baru akan terlihat dalam beberapa hari ke depan.
Program BSU hanya diperuntukkan kepada pekerja berpendapatan Rp5 juta  ke bawah dan merupakan peserta aktif dari BPJamsostek. Program ini  diagendakan berjalan selama 4 bulan dengan besaran subsidi yang diterima  pekerja tiap bulannya sebesar Rp600 ribu. Akan tetapi pencairan  dilakukan hanya dua kali dan dalam sekali penyaluran penerima BSU  mendapatkan uang sebesar Rp1,2 juta.
Nantinya, data yang telah diverifikasi ulang akan diproses oleh tim  Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan  Negara (KPPN) untuk dapat segera dicairkan kepada bank penyalur.  Selanjutnya, bank penyalur akan menyalurkan uang subsidi ke rekening  penerima secara langsung, baik itu rekening Bank Himbara (Himpunan Bank  Milik Negara) maupun rekening bank swasta lainnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan, Keselamatan dan Kesehatan Kementerian Ketenagakerjaan Haiyani Rumondang mengungkapkan, salah satu kendala dalam pencairan Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada pekerja berpendapatan di bawah Rp5 juta ialah pada rekening bank penerima manfaat.
&quot;Data (penerima manfaat) masuk BPJamsostek dan kemudian rekeningnya bermasalah. Ini yang kami minta tolong untuk segera memperbaiki melalui BPJamsostek,&quot; ujar Haiyani dalam diskusi virtual, Kamis (17/9/2020).
Baca juga: 2,8 Juta Pekerja Terima BLT Subsidi Gaji Tahap 4, Ini Jadwalnya
Dia menyebut, dari batch satu pihaknya menemukan banyak data yang tidak valid, itu karena rekeningnya calon penerima sudah ditutup. Bahkan, ada yang rekeningnya pasif. Rekening yang dicatat tidak valid akan kembalikan kepada BPJamsostek dan selanjutnya akan dikomunikasikan kepada pemberi kerja.
Persoalan rekening menjadi ranah perusahaan atau pemberi kerja bersama dengan BPJamsostek. Dia mengatakan, Kementerian Ketenagakerjaan memberikan tenggat waktu selama 10 hari setelah pengembalian data untuk diperbaiki.
Baca juga: Jokowi Transfer BLT Subsidi Gaji Rp1,2 Juta ke 398 Ribu Honorer
Dia berharap, perbaikan data rekening penerima manfaat BSU sesegera mungkin dilakukan. Sebab, tujuan dari program tersebut untuk mendorong daya beli masyarakat dan mendorong pemulihan perekonomian nasional (PEN).
Di kesempatan yang sama Direktur BPJamsostek Agus Susanto menuturkan, pihaknya telah melakukan validasi berlapis ihwal data calon penerima BSU. Sejauh ini, kata dia, data rekening bank yang telah tervalidasi mencapai 14,5 juta rekening.
&quot;Dari 14,5 juta rekening yang valid tersebut, ada 133.000 yang masih dalam proses, sementara ada 3.000 rekening yang tidak valid. Yg tidak valid ini kami konfirmasi kembali,&quot; kata Agus.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yNy80LzEyMjMyMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Setelah validasi rekening bank dilakukan, lanjut Agus, pihaknya  kembali memvalidasi data itu dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan  14/2020 sebagai rujukannya. Hasilnya, hingga Rabu (17/9/2020) terdapat  11,8 juta data yang tervalidasi.
11,8 juta data itu kemudian diserahkan kepada Kementerian  Ketenagakerjaan secara bertahap, yakni pada batch pertama sebanyak 2,5  juta data, batch kedua 3 juta data, batch ketiga 3,5 data dan teranyar  batch keempat sebanyak 2,8 juta data.
Adapun merujuk data Kementerian Ketenagakerjaan, hingga 14 September  penyaluran subsidi batch satu dan batch kedua telah diberikan kepada  5,45 juta penerima atau 99,1 persen dari total penerima tahap satu dan  tahap dua sebanyak 5,5 juta orang. Sedangkan realisasi penyaluran tahap  ketiga baru akan terlihat dalam beberapa hari ke depan.
Program BSU hanya diperuntukkan kepada pekerja berpendapatan Rp5 juta  ke bawah dan merupakan peserta aktif dari BPJamsostek. Program ini  diagendakan berjalan selama 4 bulan dengan besaran subsidi yang diterima  pekerja tiap bulannya sebesar Rp600 ribu. Akan tetapi pencairan  dilakukan hanya dua kali dan dalam sekali penyaluran penerima BSU  mendapatkan uang sebesar Rp1,2 juta.
Nantinya, data yang telah diverifikasi ulang akan diproses oleh tim  Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan  Negara (KPPN) untuk dapat segera dicairkan kepada bank penyalur.  Selanjutnya, bank penyalur akan menyalurkan uang subsidi ke rekening  penerima secara langsung, baik itu rekening Bank Himbara (Himpunan Bank  Milik Negara) maupun rekening bank swasta lainnya.</content:encoded></item></channel></rss>
