<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Diprediksi Naik Terus, Jangan Buru-Buru Investasi Emas</title><description>Harga emas dunia diperkirakan akan mengalami kenaikan dalam waktu dekat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/17/622/2279152/harga-diprediksi-naik-terus-jangan-buru-buru-investasi-emas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/17/622/2279152/harga-diprediksi-naik-terus-jangan-buru-buru-investasi-emas"/><item><title>Harga Diprediksi Naik Terus, Jangan Buru-Buru Investasi Emas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/17/622/2279152/harga-diprediksi-naik-terus-jangan-buru-buru-investasi-emas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/17/622/2279152/harga-diprediksi-naik-terus-jangan-buru-buru-investasi-emas</guid><pubDate>Kamis 17 September 2020 11:04 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/17/622/2279152/harga-diprediksi-naik-terus-jangan-buru-buru-investasi-emas-TvBpeR6joc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Emas (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/17/622/2279152/harga-diprediksi-naik-terus-jangan-buru-buru-investasi-emas-TvBpeR6joc.jpg</image><title>Emas (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Harga emas dunia diperkirakan akan mengalami kenaikan dalam waktu dekat. Salah satu faktor pendorongnya adalah ketegangan antara Turki dan Yunani terkait wilayah laut Mediterania.
Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan meskipun diprediksi mengalami kenaikan, ada baiknya para investor untuk menunggu terlebih dahulu. Karena menurutnya, meskipun akan mengalami kenaikan, namun pergerakannya masih fluktuatif.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Selain Uang Cash, Siapkan Amunisi Ini Hadapi Resesi
&quot;Untuk saat ini wait and see dulu. Karena posisi belum jelas,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis (17/9/2020).



Menurut Ibrahim, ada baiknya para investor ini menunggu kepastian dari beberapa konflik geopolitik yang terjadi. Karena sejauh ini, ketegangan mengenai seruan perang masih sebatas statement saja.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Biaya Nikah di Tengah Pandemi Bisa Lebih Hemat?
Misalnya adalah kasus ketegangan Yunani dengan Turki. Meskipun beberapa negara sudah mengirimkan bantuan berupa kapal tempur hingga rudal kepada Yunani dan juga Turki.Sementara itu, statement terkait China yang akan melawan negara yang  ikut campur urusan di dalam negeri dari partai komunis juga tidak bisa  dijadikan patokan. Memang menurutnya, partai komunis merupakan partai  pemerintah, namun hingga saat ini belum ada statement resmi dari  Presiden China.
&quot;Betul (mending menunggu. Orang ini kan baru pernyataan dari Kongres  partai komunis yang berkuasa karena menganggap partai komunis selalu  disudutkan oleh Amerika dan Inggris. Belum pernyataan resmi dari  pemerintah belum,&quot; jelasnya.
Di luar itu, para pelaku pasar juga masih menunggu keputusan dari  Bank Sentral Amerika Serikat. Namun diperkirakan Bank Sentral Amerika  Serikat atau The Fed tidak akan mengambil langkah-langkah progresif yang  bisa mendongkrak harga emas.
&quot;Di sisi lain, saat ini pasar belum mengindahkan ke arah geopolitik  tersebut. Karena pasar sedang menunggu pertemuan Bank Sentral Amerika di  Minggu ini kemungkinan besar di hari Kamis akan ada pertemuan dan tidak  akan membawa langkah-langkah di mana harga emas akan terbang tinggi,&quot;  kata Ibrahim.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga emas dunia diperkirakan akan mengalami kenaikan dalam waktu dekat. Salah satu faktor pendorongnya adalah ketegangan antara Turki dan Yunani terkait wilayah laut Mediterania.
Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan meskipun diprediksi mengalami kenaikan, ada baiknya para investor untuk menunggu terlebih dahulu. Karena menurutnya, meskipun akan mengalami kenaikan, namun pergerakannya masih fluktuatif.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Selain Uang Cash, Siapkan Amunisi Ini Hadapi Resesi
&quot;Untuk saat ini wait and see dulu. Karena posisi belum jelas,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis (17/9/2020).



Menurut Ibrahim, ada baiknya para investor ini menunggu kepastian dari beberapa konflik geopolitik yang terjadi. Karena sejauh ini, ketegangan mengenai seruan perang masih sebatas statement saja.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Biaya Nikah di Tengah Pandemi Bisa Lebih Hemat?
Misalnya adalah kasus ketegangan Yunani dengan Turki. Meskipun beberapa negara sudah mengirimkan bantuan berupa kapal tempur hingga rudal kepada Yunani dan juga Turki.Sementara itu, statement terkait China yang akan melawan negara yang  ikut campur urusan di dalam negeri dari partai komunis juga tidak bisa  dijadikan patokan. Memang menurutnya, partai komunis merupakan partai  pemerintah, namun hingga saat ini belum ada statement resmi dari  Presiden China.
&quot;Betul (mending menunggu. Orang ini kan baru pernyataan dari Kongres  partai komunis yang berkuasa karena menganggap partai komunis selalu  disudutkan oleh Amerika dan Inggris. Belum pernyataan resmi dari  pemerintah belum,&quot; jelasnya.
Di luar itu, para pelaku pasar juga masih menunggu keputusan dari  Bank Sentral Amerika Serikat. Namun diperkirakan Bank Sentral Amerika  Serikat atau The Fed tidak akan mengambil langkah-langkah progresif yang  bisa mendongkrak harga emas.
&quot;Di sisi lain, saat ini pasar belum mengindahkan ke arah geopolitik  tersebut. Karena pasar sedang menunggu pertemuan Bank Sentral Amerika di  Minggu ini kemungkinan besar di hari Kamis akan ada pertemuan dan tidak  akan membawa langkah-langkah di mana harga emas akan terbang tinggi,&quot;  kata Ibrahim.</content:encoded></item></channel></rss>
