<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Inspiratif, Pengangguran Raup Cuan dari Miniatur Sepeda Motor</title><description>Karyanya tersebut diciptakan akibat dirinya dirumahkan karena dampak pandemi Covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/18/455/2280030/kisah-inspiratif-pengangguran-raup-cuan-dari-miniatur-sepeda-motor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/18/455/2280030/kisah-inspiratif-pengangguran-raup-cuan-dari-miniatur-sepeda-motor"/><item><title>Kisah Inspiratif, Pengangguran Raup Cuan dari Miniatur Sepeda Motor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/18/455/2280030/kisah-inspiratif-pengangguran-raup-cuan-dari-miniatur-sepeda-motor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/18/455/2280030/kisah-inspiratif-pengangguran-raup-cuan-dari-miniatur-sepeda-motor</guid><pubDate>Jum'at 18 September 2020 21:05 WIB</pubDate><dc:creator>Yudy Heryawan Juanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/18/455/2280030/kisah-inspiratif-pengangguran-raup-cuan-dari-miniatur-sepeda-motor-CpDuT89FLj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Miniatur Motor (Foto: Yudy/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/18/455/2280030/kisah-inspiratif-pengangguran-raup-cuan-dari-miniatur-sepeda-motor-CpDuT89FLj.jpg</image><title>Miniatur Motor (Foto: Yudy/Okezone)</title></images><description>SUBANG - Seorang pemuda di Subang berhasil berhasil memasuki pasar hingga pelosok negeri dengan menciptakan miniatur sepeda motor yang menggunakan bahan dari limbah paralon kabel. Karyanya tersebut diciptakan akibat dirinya dirumahkan karena dampak pandemi Covid-19.
Dampak menjadi pengangguran, pemuda yang bernama Herman berusia 30 tahun dan merupakan warga Kampung Tanjungjaya, Desa Munjul membuat miniatur sepeda motor dengan sangat detil dari bahan limbah paralon kabel.
Baca Juga: Kisah Sy Bersaudara, Orang Terkaya Filipina Rp204 Triliun karena Warisan
 
Awal mula membuat miniatur tersebut selain karena telah menganggur juga untuk mencoba mengasah kembali bakat seni yang dimiliki. Uniknya, dengan menggunakan limbah pipa paralon kabel listrik yang berukuran kecil, miniatur sepeda motor dibuat sangat mirip dengan aslinya.&amp;nbsp;
Dalam proses pembuatan satu unit miniatur membutuhkan waktu paling cepat dua minggu hingga satu bulan. Kemiripan hingga 100% aslinya tersebutlah yang membuat proses memakan waktu cukup lama.
Baca Juga: Kisah Pedagang Masker: Ketiban Untung hingga Kucing-kucingan dengan Satpol PP
 
Sementara, bahan-bahan yang digunakan Herman selain pipa paralon bekas, yakni meliputi P-V-S foam board, cat, tima, hingga baut yang berukuran sangat kecil dengan menggunakan perkakas serta lem.&amp;nbsp;
Dalam proses pembuatannya, pipa paralon dipotong tengahnya agar menjadi lembaran, selanjutnya dibuat pola dan dipotong serta ditempelkan hingga berbentuk sesuai dengan body sepeda motor.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8yOC80LzEyMTkwMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sementara untuk membuat kerangka dan mesin sepeda motor, dirinya  menumpuk lembaran pipa lalu memotongnya sesuai dengan kebutuhan, begitu  juga dalam membuat ban dan velg.
Bahkan agar mirip dengan aslinya, Herman juga mendempul body sepeda  motor dan mengecatnya dengan cara disemprot. Untuk kelebihan miniatur  sepeda motor dibandingkan dengan buatan pabrikan adalah, miniatur yang  dibuat Herman lebih detil dan dapat dibongkar pasang.
Per buah, miniatur sepeda motor karya Herman dijual mulai dari harga  Rp300 ribu hingga Rp2 juta. Dari ketekunannya tersebut, kini karyanya  telah menembus hingga berbagai daerah di tanah air.</description><content:encoded>SUBANG - Seorang pemuda di Subang berhasil berhasil memasuki pasar hingga pelosok negeri dengan menciptakan miniatur sepeda motor yang menggunakan bahan dari limbah paralon kabel. Karyanya tersebut diciptakan akibat dirinya dirumahkan karena dampak pandemi Covid-19.
Dampak menjadi pengangguran, pemuda yang bernama Herman berusia 30 tahun dan merupakan warga Kampung Tanjungjaya, Desa Munjul membuat miniatur sepeda motor dengan sangat detil dari bahan limbah paralon kabel.
Baca Juga: Kisah Sy Bersaudara, Orang Terkaya Filipina Rp204 Triliun karena Warisan
 
Awal mula membuat miniatur tersebut selain karena telah menganggur juga untuk mencoba mengasah kembali bakat seni yang dimiliki. Uniknya, dengan menggunakan limbah pipa paralon kabel listrik yang berukuran kecil, miniatur sepeda motor dibuat sangat mirip dengan aslinya.&amp;nbsp;
Dalam proses pembuatan satu unit miniatur membutuhkan waktu paling cepat dua minggu hingga satu bulan. Kemiripan hingga 100% aslinya tersebutlah yang membuat proses memakan waktu cukup lama.
Baca Juga: Kisah Pedagang Masker: Ketiban Untung hingga Kucing-kucingan dengan Satpol PP
 
Sementara, bahan-bahan yang digunakan Herman selain pipa paralon bekas, yakni meliputi P-V-S foam board, cat, tima, hingga baut yang berukuran sangat kecil dengan menggunakan perkakas serta lem.&amp;nbsp;
Dalam proses pembuatannya, pipa paralon dipotong tengahnya agar menjadi lembaran, selanjutnya dibuat pola dan dipotong serta ditempelkan hingga berbentuk sesuai dengan body sepeda motor.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8yOC80LzEyMTkwMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sementara untuk membuat kerangka dan mesin sepeda motor, dirinya  menumpuk lembaran pipa lalu memotongnya sesuai dengan kebutuhan, begitu  juga dalam membuat ban dan velg.
Bahkan agar mirip dengan aslinya, Herman juga mendempul body sepeda  motor dan mengecatnya dengan cara disemprot. Untuk kelebihan miniatur  sepeda motor dibandingkan dengan buatan pabrikan adalah, miniatur yang  dibuat Herman lebih detil dan dapat dibongkar pasang.
Per buah, miniatur sepeda motor karya Herman dijual mulai dari harga  Rp300 ribu hingga Rp2 juta. Dari ketekunannya tersebut, kini karyanya  telah menembus hingga berbagai daerah di tanah air.</content:encoded></item></channel></rss>
