<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>6 Fakta Cash is King saat Resesi, Nomor 5 Tolong Dipahami</title><description>Cash is king menjadi hal yang penting di tengah ketidakpastian ekonomi saat Covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/19/622/2280099/6-fakta-cash-is-king-saat-resesi-nomor-5-tolong-dipahami</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/19/622/2280099/6-fakta-cash-is-king-saat-resesi-nomor-5-tolong-dipahami"/><item><title>6 Fakta Cash is King saat Resesi, Nomor 5 Tolong Dipahami</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/19/622/2280099/6-fakta-cash-is-king-saat-resesi-nomor-5-tolong-dipahami</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/19/622/2280099/6-fakta-cash-is-king-saat-resesi-nomor-5-tolong-dipahami</guid><pubDate>Sabtu 19 September 2020 09:11 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/18/622/2280099/6-fakta-cash-is-king-saat-resesi-nomor-5-tolong-dipahami-b1wAnFkmjN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/18/622/2280099/6-fakta-cash-is-king-saat-resesi-nomor-5-tolong-dipahami-b1wAnFkmjN.jpg</image><title>Rupiah (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Cash is king menjadi hal yang penting di tengah ketidakpastian ekonomi saat Covid-19. Apalagi, menghadapi ancaman resesi yang dapat terjadi dalam waktu dekat ini.

Pada saat situasi krisis kesehatan dan keuangan, uang tunai menjadi hal yang berguna. Akan tetapi bukan juga harus mengambil uang cash berlebihan yang mengakibatkan rush money.

Oleh sebab itu, Okezone merangkum fakta-fakta mengenai cash is king atau pentingnya memegang uang tunai, Jakarta, Sabtu (19/9/2020). Berikut fakta-faktanya:
 
&amp;nbsp;Baca juga: Atur Keuangan di Masa PSBB, Asuransi Bisa Jadi Alternatif Pengaman 
 
1. Uang Cash Tak Cukup Meng-cover Segala Kebutuhan
Menurut Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini, jika hanya mengandalkan uang cash yang dalam hal ini berupa dana darurat, tidak akan cukup untuk mengcover semua kebutuhan. Mengingat kebutuhan di saat pandemi ini sangat besar.

&quot;Benar cash is king dalam kondisi seperti ini. Tapi kan tidak semuanya kalau kita hanya mengandalkan cash saja kebutuhan yang namanya emergency itu tidak bisa ditebak berapanya karena itu jika tidak bisa kalau kita hanya mengandalkan cash saja kebutuhan akan cash itu akan sangat besar,&quot; jelasnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 6 Cara Cerdas Beli Rumah tanpa Beban
 
2. Selain Dana Darurat, Investasi Juga Diperlukan
Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini mengatakan, selain dana darurat, dirinya juga menyarankan untuk menyiapkan dana dalam investasi, lalu menggunakan asuransi seminimalnya untuk mengcover kebutuhan kesehatan.

&quot;Yang harus kita sediakan tadi ya dana darurat tadi gabungan dengan investasi kita. Kalau mengandalkan itu akan sangat besar. Oleh karena itu disiasati dengan adanya asuransi,&quot; kata Mike.

Menurut Mike, nantinya likuiditas ini lah yang akan digunakan untuk menghadapi situasi tersulit seperti resesi ekonomi karena pandemi. Sehingga pada saat situasi seburuk apapun sudah bisa tercover seluruhnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Konsumsi Turun, Ternyata Masyarakat Lebih Suka Nabung Dibanding Belanja
 
3. Punya Uang Cash, Pilah-Pilah Pengeluaran Kita
Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan pengeluaran juga harus bisa dipilah-pilah. Ada baiknya pengeluaran yang sifatnya tidak terlalu penting atau yang sifatnya untuk memenuhi kebutuhan lifestyle ada baiknya untuk ditunda.

&quot;Misalnya oh ingin jajan Boba kopi hal hal seperti itu yang saran saya kurangi lagi. Karena kita mau alokasikan dana tersebut kita alokasikan untuk dana darurat,&quot; kata Andi.4. Uang Cash Penting untuk Jadi Modal

Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, alasan mengapa uang cash  menjadi sangat penting adalah agar bisa menjadi modal ketika situasi  sulit menerpa. Misalnya terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada  perusahaan tempat bekerja.

Atau bagi mereka yang menjalankan bisnis juga bisa saja terkena  dampak. Misalnya bisnis yang dijalankan bangkrut karena penjualan tidak  seimbang dengan pemasukan.

&quot;Bisa dibilang seperti itu. Karena kan istilahnya kalau terjadi  resesi kemungkinan bisa terjadi pengurangan karyawan ataupun kita punya  bisnis mungkin pertumbuhan bisnis kita berkurang,&quot; ujarnya.

 
5. Alternatif Pembiayaan Perlu Selain Uang Tunai
Menurut Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike  Rini, uang cash memang sangat penting untuk dimiliki pada situasi  seperti saat ini. Namun, perlu juga alternatif pembiayaan lain yang  harus disiapkan.

Sebab, kata Mike, jika hanya mengandalkan uang cash dalam hal ini  berupa dana darurat tidak akan cukup untuk mengcover semua kebutuhan.  Mengingat kebutuhan di saat pandemi ini sangat besar.

&amp;ldquo;Tapi kan tidak semuanya kalau kita hanya mengandalkan cash saja  kebutuhan yang namanya emergency itu tidak bisa ditebak berapanya karena  itu jika tidak bisa kalau kita hanya mengandalkan cash saja kebutuhan  akan cash itu akan sangat besar,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone

 
6. Seberapa Besar Kebutuhan Uang Cash?
Menurut Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike  Rini, pada saat situasi krisis seperti saat ini memang uang cash menjadi  hal yang sangat hal yang penting. Namun bukan berarti, semua pegangan  berupa uang cash.

&quot;Benar cash is king dalam kondisi seperti ini,&amp;rdquo; ujarnya

Cash is the king yang dimaksud bisa juga menaruh uang ke dalam  tabungan. Namun dengan syarat, tabungan tersebut harus mudah dan cepat  untuk dicairkan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Atau bisa juga dinvestasikan kepada beberapa instrumen. Namun  investasi tersebut harus yang mudah dicairkan uangnya sehingga ketika  dibutuhkan bisa digunakan.

&quot;Sebenarnya menjaga likuiditas itu menjaga nilai kecukupan harta  likuid tunai kita harta yang bisa dicairkan berupa uang,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Cash is king menjadi hal yang penting di tengah ketidakpastian ekonomi saat Covid-19. Apalagi, menghadapi ancaman resesi yang dapat terjadi dalam waktu dekat ini.

Pada saat situasi krisis kesehatan dan keuangan, uang tunai menjadi hal yang berguna. Akan tetapi bukan juga harus mengambil uang cash berlebihan yang mengakibatkan rush money.

Oleh sebab itu, Okezone merangkum fakta-fakta mengenai cash is king atau pentingnya memegang uang tunai, Jakarta, Sabtu (19/9/2020). Berikut fakta-faktanya:
 
&amp;nbsp;Baca juga: Atur Keuangan di Masa PSBB, Asuransi Bisa Jadi Alternatif Pengaman 
 
1. Uang Cash Tak Cukup Meng-cover Segala Kebutuhan
Menurut Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini, jika hanya mengandalkan uang cash yang dalam hal ini berupa dana darurat, tidak akan cukup untuk mengcover semua kebutuhan. Mengingat kebutuhan di saat pandemi ini sangat besar.

&quot;Benar cash is king dalam kondisi seperti ini. Tapi kan tidak semuanya kalau kita hanya mengandalkan cash saja kebutuhan yang namanya emergency itu tidak bisa ditebak berapanya karena itu jika tidak bisa kalau kita hanya mengandalkan cash saja kebutuhan akan cash itu akan sangat besar,&quot; jelasnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 6 Cara Cerdas Beli Rumah tanpa Beban
 
2. Selain Dana Darurat, Investasi Juga Diperlukan
Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini mengatakan, selain dana darurat, dirinya juga menyarankan untuk menyiapkan dana dalam investasi, lalu menggunakan asuransi seminimalnya untuk mengcover kebutuhan kesehatan.

&quot;Yang harus kita sediakan tadi ya dana darurat tadi gabungan dengan investasi kita. Kalau mengandalkan itu akan sangat besar. Oleh karena itu disiasati dengan adanya asuransi,&quot; kata Mike.

Menurut Mike, nantinya likuiditas ini lah yang akan digunakan untuk menghadapi situasi tersulit seperti resesi ekonomi karena pandemi. Sehingga pada saat situasi seburuk apapun sudah bisa tercover seluruhnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Konsumsi Turun, Ternyata Masyarakat Lebih Suka Nabung Dibanding Belanja
 
3. Punya Uang Cash, Pilah-Pilah Pengeluaran Kita
Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan pengeluaran juga harus bisa dipilah-pilah. Ada baiknya pengeluaran yang sifatnya tidak terlalu penting atau yang sifatnya untuk memenuhi kebutuhan lifestyle ada baiknya untuk ditunda.

&quot;Misalnya oh ingin jajan Boba kopi hal hal seperti itu yang saran saya kurangi lagi. Karena kita mau alokasikan dana tersebut kita alokasikan untuk dana darurat,&quot; kata Andi.4. Uang Cash Penting untuk Jadi Modal

Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, alasan mengapa uang cash  menjadi sangat penting adalah agar bisa menjadi modal ketika situasi  sulit menerpa. Misalnya terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada  perusahaan tempat bekerja.

Atau bagi mereka yang menjalankan bisnis juga bisa saja terkena  dampak. Misalnya bisnis yang dijalankan bangkrut karena penjualan tidak  seimbang dengan pemasukan.

&quot;Bisa dibilang seperti itu. Karena kan istilahnya kalau terjadi  resesi kemungkinan bisa terjadi pengurangan karyawan ataupun kita punya  bisnis mungkin pertumbuhan bisnis kita berkurang,&quot; ujarnya.

 
5. Alternatif Pembiayaan Perlu Selain Uang Tunai
Menurut Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike  Rini, uang cash memang sangat penting untuk dimiliki pada situasi  seperti saat ini. Namun, perlu juga alternatif pembiayaan lain yang  harus disiapkan.

Sebab, kata Mike, jika hanya mengandalkan uang cash dalam hal ini  berupa dana darurat tidak akan cukup untuk mengcover semua kebutuhan.  Mengingat kebutuhan di saat pandemi ini sangat besar.

&amp;ldquo;Tapi kan tidak semuanya kalau kita hanya mengandalkan cash saja  kebutuhan yang namanya emergency itu tidak bisa ditebak berapanya karena  itu jika tidak bisa kalau kita hanya mengandalkan cash saja kebutuhan  akan cash itu akan sangat besar,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone

 
6. Seberapa Besar Kebutuhan Uang Cash?
Menurut Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike  Rini, pada saat situasi krisis seperti saat ini memang uang cash menjadi  hal yang sangat hal yang penting. Namun bukan berarti, semua pegangan  berupa uang cash.

&quot;Benar cash is king dalam kondisi seperti ini,&amp;rdquo; ujarnya

Cash is the king yang dimaksud bisa juga menaruh uang ke dalam  tabungan. Namun dengan syarat, tabungan tersebut harus mudah dan cepat  untuk dicairkan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Atau bisa juga dinvestasikan kepada beberapa instrumen. Namun  investasi tersebut harus yang mudah dicairkan uangnya sehingga ketika  dibutuhkan bisa digunakan.

&quot;Sebenarnya menjaga likuiditas itu menjaga nilai kecukupan harta  likuid tunai kita harta yang bisa dicairkan berupa uang,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
